Seorang IRT di Muratara kehilangan motor setelah dua pelaku menghadangnya dan mengancam korban menggunakan batang kayu.
Aksi begal tersebut terjadi pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, korban sedang mengendarai sepeda motor Honda Revo hitam di kawasan simpang Jalan Danau Rayo, Kecamatan Rupit, Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Peristiwa itu membuat korban mengalami luka pada bagian pipi dan siku kanan. Polisi kini masih mencari dua pelaku yang membawa kabur motor korban. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kriminal Hari Ini.
IRT Dibuntuti Dua Pelaku Saat Melintas
Kasat Reskrim Polres Muratara Iptu Joni Jamaris menjelaskan bahwa korban melintas seorang diri sebelum kejadian. Tanpa disadari, dua pria mengikuti korban dari belakang menggunakan sepeda motor.
Situasi berubah ketika korban tiba di sekitar simpang Jalan Danau Rayo. Kedua pelaku mulai mendekati korban dan mencari kesempatan untuk menghentikan laju kendaraannya.
Korban akhirnya berhadapan dengan dua orang yang tidak dikenalnya. Pelaku kemudian mengarahkan sebatang kayu untuk memaksa korban berhenti.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
š„ Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
š² DOWNLOAD SEKARANG
Pelaku Ancam Pakai Batang Kayu
Ancaman tersebut membuat korban menghentikan motornya. Salah satu pelaku kemudian mendorong tubuh korban sampai terjatuh dari kendaraan.
Korban tidak mampu mempertahankan motornya setelah terjatuh. Kedua pelaku langsung mengambil Honda Revo milik korban dan melarikan diri menuju arah Tebing Sungai Jernih.
Aksi berlangsung cukup cepat sehingga korban tidak sempat menghadang kedua pelaku. Polisi kini masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang mereka gunakan.
Korban Alami Luka dan Kehilangan Motor
Dorongan pelaku membuat korban terjatuh di jalan. Benturan tersebut menyebabkan luka pada bagian pipi serta siku kanan korban.
Selain mengalami luka, korban juga harus kehilangan kendaraan yang biasa digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Polisi memperkirakan nilai kerugian korban mencapai sekitar Rp12 juta.
Kondisi korban menjadi salah satu bagian yang ikut diperiksa dalam penanganan kasus tersebut. Polisi juga perlu menggali keterangan korban untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai urutan kejadian.
Baca Juga:Ā Emak-Emak di Lereng Bromo Diteror Begal, Pantat dan Payudara Jadi Sasaran
Polisi Cek Lokasi Kejadian
Setelah menerima informasi mengenai pembegalan, petugas Pamapta I bersama anggota piket SPKT Polres Muratara mendatangi lokasi pada Jumat (25/9/2026) pagi.
Petugas melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara untuk mencari informasi yang dapat membantu penyelidikan. Polisi juga menerima laporan resmi dari korban terkait aksi begal tersebut.
Pengecekan lokasi menjadi langkah awal bagi petugas untuk mencocokkan keterangan korban dengan kondisi di lapangan. Polisi juga dapat mencari informasi dari warga sekitar yang mungkin mengetahui aktivitas mencurigakan pada waktu kejadian.
Reskrim Muratara Buru Dua Pelaku
Iptu Joni Jamaris mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas kedua pelaku. Petugas juga berupaya menelusuri arah pelarian setelah pelaku membawa motor korban menuju Tebing Sungai Jernih.
Polisi membutuhkan sejumlah informasi sebelum menentukan langkah berikutnya. Keterangan korban, kondisi lokasi, serta informasi dari masyarakat dapat membantu petugas mempersempit pencarian.
Hingga kini, polisi belum mengungkap identitas kedua pelaku. Petugas masih bekerja untuk menemukan keberadaan mereka dan mengamankan motor milik korban.
Kasus ini menjadi perhatian karena pelaku berani menghentikan korban pada pagi hari dengan membawa batang kayu. Masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut dapat menyampaikannya kepada pihak kepolisian agar proses pencarian kedua pelaku berjalan lebih cepat.