5 Pekerja Jadi Korban Usai Kapal Tanker Terbakar di Batam

5 Pekerja Jadi Korban Usai Kapal Tanker Terbakar di Batam

Sebuah kapal tanker bernama Federal II terbakar hebat saat tengah dalam proses perbaikan atau docking di galangan kapal PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjunguncang, Batam, Kepulauan Riau, pada Selasa siang, 24 Juni 2025.

5 Pekerja Jadi Korban Usai Kapal Tanker Terbakar di Batam

Insiden ini menyebabkan setidaknya lima pekerja mengalami luka bakar dan segera dilarikan ke rumah sakit. akan membahas lebih dalam lagi mengenai kapal tanker yang terbakar di Batam.

Awal Mula Kejadian dan Korban Luka

Kebakaran kapal tanker Federal II dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.15 WIB. Saat kejadian, kapal tersebut sedang menjalani proses perbaikan di area galangan PT ASL Shipyard Indonesia. Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang.

Segera mengonfirmasi insiden ini dan menyebutkan bahwa lima pekerja menjadi korban yang dilarikan ke rumah sakit. Para korban luka bakar telah mendapatkan penanganan medis di RS Graha Hermine dan RS Mutiara Aini. Proses pemadaman api masih terus berlangsung hingga Selasa sore.

Jumlah Korban Meninggal Dunia dan Identifikasi

Meskipun laporan awal mengidentifikasi lima korban luka, informasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa jumlah total korban lebih banyak dan mencakup korban jiwa. Beberapa sumber melaporkan bahwa hingga Selasa malam, tercatat tujuh pekerja menjadi korban dari insiden ini. Dari tujuh korban tersebut, tiga di antaranya meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami luka bakar serius.

Tim Inafis Polresta Barelang segera diterjunkan untuk membantu proses identifikasi korban meninggal dunia. Tiga korban meninggal dunia berhasil dievakuasi dari galangan dan dibawa ke kamar mayat RS Mutiara Aini. Ketiga korban jiwa tersebut diidentifikasi sebagai Berkat Setiawan, Gunawan, dan Hermansyah.

Setelah proses identifikasi awal, jenazah mereka kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut, mengingat insiden ini tergolong sebagai kecelakaan kerja. Proses pemindahan jenazah menggunakan tiga unit Ambulans Dokkes Polda Kepri dan berlangsung sekitar pukul 19.50 WIB.

baca Juga:

Kondisi di Lokasi dan Proses Pemadaman

Kondisi di Lokasi dan Proses Pemadaman

Saat insiden terjadi, kondisi di sekitar galangan kapal PT ASL Shipyard dipenuhi kepulan asap tebal. Hal ini sempat menghambat upaya petugas pemadam kebakaran dalam menjinakkan api yang membesar di bagian lambung kapal.

Namun, berkat kerja keras tim pemadam kebakaran, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 WIB. Meskipun demikian, asap tebal masih menyelimuti lokasi kejadian saat proses pemadaman berlangsung.

Reaksi Keluarga Korban dan Penyelidikan Berlanjut

Kabar mengenai kebakaran ini dengan cepat menyebar, menyebabkan keluarga korban dan rekan-rekan sesama pekerja memadati area sekitar rumah sakit, khususnya RS Mutiara Aini, untuk mencari informasi mengenai anggota keluarga mereka.

Suasana haru dan isak tangis keluarga mewarnai proses pemindahan tiga jenazah korban meninggal dunia dari kamar mayat RS Mutiara Aini ke RS Bhayangkara. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kebakaran kapal tanker ini. Kapolsek Batu Aji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, menyatakan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Untuk kepentingan investigasi, seluruh aktivitas di galangan kapal PT ASL Shipyard ditutup sementara. Pihak kepolisian bersama instansi terkait akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan faktor penyebab kebakaran dan potensi adanya kelalaian kerja.

Tanggapan Pihak Berwenang dan Perusahaan

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan PT ASL Shipyard atau otoritas terkait mengenai penyebab pasti kebakaran serta kondisi terbaru para korban. Petugas dari Polsek Batu Aji dan pihak rumah sakit masih menunggu evakuasi korban terakhir yang akan dibawa ke RS Mutiara Aini.

Insiden ini sekali lagi menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan kerja yang ketat di industri galangan kapal, mengingat risiko kecelakaan yang tinggi dalam proses perbaikan dan pemeliharaan kapal tanker.

Manfaatkan waktu anda untuk mengeksplorisasi ulasan menarik lainnya mengenai berita viral dan terbaru hanya di .


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari regional.kompas.com
  2. Gambar Kedua dari detik.com
Home
Telegram
Tiktok
Instagram