Seorang pria mabuk menantang duel, namun pertengkaran itu berakhir tragis, membuat nyawanya melayang secara mengenaskan.

Sebuah insiden tragis di Desa Sungai Tiung, Banjarbaru, menewaskan buruh harian Humaidi (43). Pelaku, Anshori alias Ello (31), yang sempat melarikan diri, kini menyerahkan diri dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Peristiwa ini menyoroti bahaya emosi tak terkendali yang berujung kekerasan fatal.
Berikut ini rangkuman berbagai informasi menarik kriminal lainnya yang bisa menambah wawasan Anda hanya di Info Kriminal Hari Ini.
Tragedi di Jalan Pumpung, Kronologi Peristiwa
Pada Minggu (30/11/2025) sekitar pukul 16.30 Wita, ketenangan di Jalan Pumpung, Desa Sungai Tiung, tiba-tiba terusik oleh sebuah insiden berdarah. Humaidi ditemukan tewas dengan luka parah yang mengerikan, akibat serangan senjata tajam. Kejadian ini mengejutkan warga sekitar dan segera menarik perhatian pihak berwajib.
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Banjarbaru, Iptu Kardi Gunadi, pelaku adalah Anshori alias Ello (31), yang juga merupakan warga Sungai Tiung. Setelah melakukan penganiayaan brutal menggunakan parang, Ello sempat melarikan diri dari lokasi kejadian, meninggalkan korban dalam kondisi mengenaskan.
Namun, keberadaan Ello diketahui oleh keluarganya. Setelah pendekatan persuasif yang dilakukan oleh anggota kepolisian terhadap keluarga pelaku, Ello akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Cempaka pada Senin (1/12/2025) dini hari, sekitar pukul 03.30 Wita. Penyerahan diri ini menjadi titik terang awal dalam pengungkapan kasus ini.
Motif di Balik Kekejaman
Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi berhasil mengungkap motif yang mendorong Anshori alias Ello melakukan aksi brutal tersebut. Keterangan pelaku menunjukkan bahwa kejadian dipicu oleh emosi sesaat yang memuncak.
Ello mengaku merasa kesal saat melihat korban, Humaidi, dalam keadaan mabuk dan menantangnya untuk berkelahi. Tantangan ini, yang mungkin dianggap remeh awalnya, ternyata menyulut amarah Ello hingga ke titik didih.
Dalam kondisi emosi yang tak terkontrol, Ello pulang ke rumah untuk mengambil parang. Ia kemudian kembali ke lokasi kejadian dan langsung menyerang Humaidi. Tindakan impulsif ini berujung pada konsekuensi yang fatal, merenggut nyawa seseorang hanya karena tantangan di bawah pengaruh alkohol.
Baca Juga: Cemburu Memuncak, Pria di Kuningan Bacok Teman Sendiri
Kesaksian Warga Dan Kondisi Korban

Aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Ello terjadi di jalan permukiman, dan disaksikan oleh beberapa warga dari dalam rumah mereka. Namun, rasa takut yang mendalam membuat mereka tidak berani mendekat atau mencoba menghentikan aksi brutal tersebut.
Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan visum menunjukkan betapa kejamnya serangan yang dialami Humaidi. Korban menderita sejumlah luka serius yang mengerikan.
Luka-luka tersebut meliputi luka besar di bagian leher, tangan kiri korban yang putus, serta bagian dada dan perut yang menganga. Kondisi korban yang mengenaskan ini mengindikasikan tingkat kekerasan yang ekstrem dalam serangan tersebut.
Barang Bukti Dan Proses Hukum Berlanjut
Pihak kepolisian telah mengumpulkan beberapa barang bukti penting di lokasi kejadian untuk memperkuat proses hukum. Barang bukti tersebut antara lain sepasang sandal, celana korban, dan kumpang parang yang diduga kuat digunakan oleh pelaku.
Barang bukti yang ditemukan ini telah diserahkan kepada penyidik untuk analisis lebih lanjut. Bukti-bukti ini akan menjadi krusial dalam menyusun kronologi kejadian dan membuktikan keterlibatan pelaku di pengadilan.
Saat ini, Anshori alias Ello telah diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga sedang mendalami kemungkinan adanya faktor-faktor lain yang mungkin memicu pelaku hingga nekat melakukan tindakan ekstrem ini. Proses hukum akan terus berjalan untuk memastikan keadilan ditegakkan.
Ikuti perkembangan Info Kriminal terupadate setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru dan akurat seputar dunia kriminal hanya di Info Kriminal Hari Ini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari liputan6.com
- Gambar Kedua dari radarsampit.jawapos.com