Polisi menangkap DP (23), sopir Fortuner dengan tangki bensin modifikasi, saat mengonsumsi sabu di Rest Area KM 21.B, Tol Jagorawi, Bogor.
Dari mobilnya, petugas menyita 300-400 liter solar subsidi, boks besar, jerigen, dan berbagai peralatan penimbunan. Pengemudi diketahui menggunakan pelat nomor palsu dan kode batang SPBU untuk praktik ilegal.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini Akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan anda.
Sopir Fortuner Nyabu dan Tangki Bensin Modifikasi Digulung Polisi
DP (23), seorang pengemudi mobil Fortuner dengan tangki bensin modifikasi, ditangkap di Rest Area KM 21.B, Tol Jagorawi, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/1/2026) malam. Penangkapan terjadi saat yang bersangkutan diketahui sedang mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.
Saat akan dibekuk, DP tepergok tengah mengisap sabu menggunakan selang khusus dari kemasan susu kotak. Di sekitarnya, petugas menemukan plastik klip kecil berisi sisa-sisa narkoba. Awalnya dia lewat terus kecium bau bensin, masuk ke rest area, dan saat disamperin ternyata lagi nyabu menggunakan selang.
Polisi kemudian membawa DP ke pos sekuriti rest area. Dalam proses penangkapan, yang bersangkutan sempat mencoba melarikan diri dengan melompat dan menabrak kaca, namun berhasil diamankan. Kejadian ini menjadi perhatian karena melibatkan praktik ilegal penggunaan solar subsidi dan penyalahgunaan narkotika sekaligus.
Tangki Bensin Dimodifikasi Untuk Menimbun Solar Subsidi
Petugas menemukan dua tempat penyimpanan bahan bakar di mobil DP, yakni boks besar di bagasi belakang dan jerigen di tengah mobil. Kedua tempat tersebut digunakan untuk menampung bensin subsidi yang dikumpulkan dari sejumlah SPBU di Sukabumi. Pelaku menggunakan 28 kode batang solar subsidi dan 16 pelat nomor kendaraan palsu.
Dengan tangki yang dimodifikasi, mobil Fortuner milik DP mampu menampung hingga 300-400 liter bensin subsidi. “Setiap kali mendekati SPBU, dia berhenti di tempat gelap dulu untuk mengganti plat nomor dan menyiapkan barcode,” ujar Ahmad Jaluli. Praktik ini dilakukan secara terencana untuk menghindari pengawasan aparat.
Menurut pengakuan DP, bensin yang dikumpulkan akan dijual kembali oleh atasannya dengan harga di atas standar SPBU. Ia mengaku telah beberapa kali melakukan praktik ilegal ini dengan modal awal Rp 3 juta dari atasannya, menunjukkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari jaringan penjualan solar subsidi ilegal.
Baca Juga: Petugas Kebersihan RSUD Majalaya Tewas Dihantam Martil, Utang Jadi Pemicu!
Kronologi Penangkapan dan Penyelidikan
Penangkapan DP berawal dari kecurigaan polisi terhadap mobil Fortuner yang melintas di rest area dengan bau bensin yang menyengat. Petugas kemudian mendeteksi perilaku mencurigakan pengemudi dan memutuskan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat diperiksa, DP tepergok tengah mengonsumsi sabu-sabu.
Di lokasi, polisi menemukan barang bukti berupa boks besar, jerigen, plastik klip kecil sisa sabu, dan berbagai peralatan untuk penyimpanan solar subsidi. DP kemudian dibawa ke pos sekuriti rest area untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kami amankan barang bukti dan lakukan interogasi terhadap pelaku.
Proses penyelidikan masih terus berlanjut untuk menelusuri atasan yang memerintah DP dalam praktik penimbunan dan penjualan solar subsidi ilegal. Polisi juga akan memeriksa kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peredaran narkotika dan bensin subsidi yang dilakukan secara terorganisir.
Ancaman Hukum dan Konsekuensi Pidana
DP kini menghadapi berbagai tuduhan hukum, termasuk penyalahgunaan narkotika dan penggelapan solar subsidi. Polisi menegaskan bahwa kasus ini akan diproses sesuai peraturan yang berlaku, termasuk kemungkinan jeratan pidana bagi pihak lain yang terlibat dalam jaringan ilegal tersebut.
Selain itu, penyalahgunaan tangki modifikasi dan penggunaan pelat nomor palsu menunjukkan adanya unsur penipuan dan pelanggaran terhadap peraturan energi. Jika terbukti bersalah, DP dan jaringan yang terlibat dapat dijerat dengan hukuman penjara serta denda sesuai peraturan terkait penyalahgunaan bahan bakar dan narkotika.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat mengenai kombinasi kejahatan penyalahgunaan energi dan narkotika yang semakin meresahkan.
Ikuti perkembangan Info Kriminal terupadate setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru dan akurat seputar dunia kriminal hanya di Info Kriminal Hari Ini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari megapolitan.kompas.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com