​Tragedi Depok, Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Kisah Pilu di Balik Pembunuhan Sadis!​

Tragedi Depok, Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut

Di Depok, sebuah utang sebesar Rp 300 ribu memicu tragedi maut, mengungkap kisah pilu di balik pembunuhan sadis.

Tragedi Depok, Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut

Insiden tragis mengguncang warga Cilangkap, Tapos, Depok, saat pria berinisial DS (42) ditemukan tewas dibunuh. Kasus ini menjadi sorotan karena keji pelaku dan motif sepele: utang Rp 300 ribu. Peristiwa ini menunjukkan realitas pahit di masyarakat, di mana masalah kecil bisa berujung tindakan kriminal mengerikan.

Berikut ini Info Kriminal Hari Ini Akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.

Utang Piutang Memicu Petaka

Pelaku pembunuhan, Suparman (43), ditangkap polisi setelah menghabisi nyawa DS (42) di kediaman korban. Motif di balik tindakan keji ini sungguh mengejutkan, yakni karena kekesalannya terhadap korban yang tak kunjung membayar utang sebesar Rp 300 ribu. Ketersinggungan yang mendalam akibat utang ini menjadi pemicu utama tindak kriminal.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka menjelaskan bahwa Suparman merasa sangat kesal karena utangnya tidak dikembalikan meskipun sudah berulang kali ditagih. Korban dianggap tidak mengindahkan permintaan pelaku, sehingga memicu kemarahan yang memuncak.

Made menambahkan bahwa korban sebenarnya sudah dua kali meminjam uang dengan nominal yang sama, yakni Rp 300 ribu. Pinjaman pertama telah dilunasi, namun pinjaman kedua inilah yang menjadi pangkal masalah.

Kronologi Tragis Pembunuhan

Pembunuhan terjadi pada Kamis malam, 8 Januari 2026, sekitar pukul 18.30 WIB, ketika korban DS tengah beristirahat di rumahnya. Suparman datang dan langsung masuk ke ruang tamu, mencari korban yang sedang tertidur. Kehadiran pelaku yang tiba-tiba ini mengindikasikan adanya niat jahat yang telah direncanakan sebelumnya.

Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono menjelaskan bahwa pelaku langsung menghampiri korban yang terlelap. Dengan brutal, Suparman menusukkan pisau ke bagian belakang punggung korban, sebuah serangan tak terduga yang langsung merenggut nyawa DS.

Setelah menusuk korban, pelaku sempat melontarkan kalimat bernada ancaman: “Lu nggak tahu kalau gua orang Lampung?”. Kemudian, Suparman segera meninggalkan lokasi kejadian, meninggalkan korban yang terkapar tak berdaya.

Baca Juga: Bea Cukai Amankan Speedboat Angkut Barang Ilegal di Perairan Tanjung Uban

Upaya Penyelamatan Yang Sia-Sia

 ​Upaya Penyelamatan Yang Sia-Sia​

Korban, DS, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Asa Cilangkap oleh warga sekitar yang mengetahui kejadian tragis tersebut. Namun, nasib berkata lain. Sesampainya di rumah sakit, nyawa korban sudah tidak tertolong.

Pemeriksaan rekam jantung dari RS Asa Cilangkap mengkonfirmasi bahwa korban telah meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan medis yang memadai. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban, serta menyisakan pertanyaan tentang seberapa mudah nyawa seseorang direnggut hanya karena masalah sepele.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan bahaya kekerasan yang dipicu oleh emosi sesaat dan masalah kecil. Masyarakat Depok, khususnya Cilangkap, kini diingatkan kembali akan pentingnya penyelesaian konflik secara damai.

Penangkapan Dan Proses Hukum

Setelah aksi keji tersebut, polisi dengan sigap melakukan pengejaran terhadap Suparman. Pelaku berhasil ditangkap dan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Proses hukum akan berjalan untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Kasus ini menjadi bukti bahwa tindakan kriminal, sekecil apapun motifnya, akan tetap mendapatkan hukuman yang setimpal. Pihak berwenang akan memastikan bahwa pelaku mendapatkan proses hukum yang adil dan transparan.

Kisah tragis ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Utang piutang, meskipun seringkali memicu perselisihan, tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan kekerasan apalagi sampai menghilangkan nyawa.

Ikuti perkembangan Info Kriminal terupdate setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru dan akurat seputar dunia kriminal hanya di Info Kriminal Hari Ini.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari news.detik.com
  2. Gambar Kedua dari internasional.republika.co.id
Home
Telegram
Tiktok
Instagram