Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, kembali menjadi sorotan publik dengan aksi penyamarannya yang berani dan cerdik, penuh strategi.
Kali ini, ia berhasil menggagalkan upaya aborsi sepasang kekasih di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Keberanian dan kecerdikan Kompol Edison dalam menjalankan tugas penegakan hukum telah membuktikan bahwa penyamaran bukan hanya taktik investigasi, melainkan juga seni yang membutuhkan kejelian dan totalitas. Peristiwa ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh Kompol Edison, melainkan bagian dari rekam jejak panjangnya dalam mengungkap berbagai kasus kejahatan.
Berikut ini, Info Kriminal Hari Ini Akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.
Penyamaran Inovatif Gagalkan Upaya Aborsi
Upaya penyamaran Kompol Edison kali ini terbilang unik dan taktis. Berawal dari informasi adanya sepasang kekasih yang hendak melakukan aborsi, Kompol Edison tidak sendirian. Ia bahkan mengajak sang istri dan seorang polisi wanita (polwan) untuk berperan sebagai “pasien” yang membutuhkan pemeriksaan kandungan.
Strategi ini dirancang untuk menciptakan kesan alami dan tidak mencurigakan, mengingat target sasaran yang sudah menaruh curiga setelah upaya penyamaran awal gagal. Kehadiran istri Kompol Edison memberikan nuansa otentik yang berhasil mengelabui pihak-pihak yang terlibat dalam rencana aborsi tersebut, memungkinkan tim mendekati target tanpa menimbulkan kecurigaan.
Berkat penyamaran yang apik ini, Kompol Edison berhasil masuk ke ruang tunggu dokter kandungan dan mengidentifikasi pasangan yang dimaksud. Melalui pendekatan persuasif, ia berhasil meyakinkan pasangan tersebut untuk mengurungkan niat aborsi. Ini menunjukkan bahwa pendekatan humanis kadang lebih efektif dibandingkan dengan penegakan hukum yang represif.
Kisah Di Balik Niat Aborsi Dan Kesepakatan Berdamai
Terungkap bahwa pasangan tersebut sempat mengonsumsi obat-obatan untuk menggugurkan kandungan, namun tidak bereaksi. Fakta ini menegaskan betapa berbahayanya upaya aborsi ilegal dan pentingnya intervensi cepat dari pihak berwenang. Kompol Edison bersama tim kemudian membawa pasangan itu ke Polsek Cileungsi.
Di kantor polisi, melalui ruang dialog yang disediakan, kedua belah pihak diberikan pemahaman dan pendekatan yang lebih mendalam. Hasilnya, pasangan tersebut sepakat untuk mempertahankan kehamilan. Pihak laki-laki menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab penuh dan merawat bayi hingga lahir, sebuah resolusi yang menggembirakan.
Informasi awal mengenai rencana aborsi ini diterima Polsek Cileungsi dari Polsek Ciputat. Pasangan yang masih berpacaran ini diduga hendak menggugurkan kandungan berusia sekitar tiga bulan. Mereka sebelumnya sudah mendatangi dokter di Cibogo, Cipayung, namun dokter tersebut menolak dan menyarankan pemeriksaan kehamilan terlebih dahulu, menandakan adanya standar etika medis yang dijaga.
Baca Juga: Tragedi Depok, Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Kisah Pilu di Balik Pembunuhan Sadis!
Rekam Jejak Penyamaran Kompol Edison Yang Fenomenal
Penyamaran bukanlah hal baru bagi Kompol Edison. Sebelumnya, ia pernah menyamar sebagai “Pak Haji” untuk membekuk pelaku perampokan sadis yang menganiaya pasangan lanjut usia di Cileungsi. Dengan mengenakan sarung, baju koko, dan peci, Kompol Edison mendatangi peternakan domba milik salah satu tersangka di Cianjur.
Aksi penyamaran ini berhasil mengecoh tersangka, Emed alias Aki, yang akhirnya diringkus di depan mobil pikap polisi yang juga digunakan dalam penyamaran. Perampokan tersebut terjadi pada 7 September 2025 dini hari, di mana pelaku membawa kabur mobil, motor, dokumen BPKB, dan uang tunai senilai Rp 79 juta, serta membuat korban kehilangan beberapa giginya.
Pada kesempatan lain di April 2025, Kompol Edison menyamar sebagai kurir hingga petugas kelistrikan untuk membongkar kasus pengoplosan gas tabung LPG di Desa Cileungsi Kidul. Modus penyamaran ini dipilih karena para pelaku sangat mudah curiga terhadap orang asing dan selalu bekerja sama untuk mengawasi.
Penyamaran Sebagai Strategi Unggul Dalam Penegakan Hukum
Alasan di balik penyamaran berulang Kompol Edison sangat jelas. Menurutnya, tanpa penyamaran, para pelaku kejahatan akan mudah mengenali petugas berseragam dan menghilangkan jejak. Taktik ini krusial dalam operasi tangkap tangan, terutama di lokasi-lokasi yang dikenal sebagai “kampung kejahatan” dengan jaringan pengawasan yang ketat.
Di tempat pengoplosan gas, misalnya, Kompol Edison menjelaskan bahwa para pelaku berjejaring dan saling memberikan informasi jika ada orang asing berseragam. Hal ini membuat upaya penangkapan menjadi sangat sulit, sehingga penyamaran menjadi satu-satunya cara efektif untuk mendekati dan mengungkap praktik ilegal tersebut.
Kasus-kasus yang berhasil diungkap melalui penyamaran Kompol Edison menunjukkan efektivitas strategi ini dalam memerangi berbagai bentuk kejahatan. Ketekunan dan kreativitas petugas dalam menjalankan tugas sangat penting untuk menciptakan rasa aman di masyarakat. Ini juga menjadi pembelajaran bagi para pelaku kejahatan bahwa penegak hukum akan selalu menemukan cara untuk menjangkau mereka.
Ikuti perkembangan Info Kriminal terupdate setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru dan akurat seputar dunia kriminal hanya di Info Kriminal Hari Ini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari bogor.pojoksatu.id