Kematian tragis pelajar 13 tahun di HST, Kalsel, diduga akibat penganiayaan tetangga yang mengalami gangguan jiwa.
Kabar duka menyelimuti Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, setelah pelajar 13 tahun berinisial AFR ditemukan tewas. Korban diduga mengalami penganiayaan brutal oleh tetangganya, yang disebut Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Peristiwa ini mengejutkan warga dan memicu keprihatinan mengenai keamanan lingkungan.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini Akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.
Kronologi Kejadian Mengerikan
Menurut Kepala Sub Seksi Humas Polres HST, Aiptu M Husaini, peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu, 4 Februari 2026. Korban, AFR, mengalami sejumlah luka parah akibat serangan tiba-tiba dari pelaku yang menggunakan senjata tajam. Kejadian ini berlangsung sangat cepat dan tidak terduga, meninggalkan korban dalam kondisi kritis.
Husaini menjelaskan bahwa AFR menderita luka serius di bagian leher sebelah kanan. Luka tersebut disebabkan oleh sabetan senjata tajam yang digunakan oleh pelaku. Kekejaman aksi penganiayaan ini menunjukkan betapa rentannya korban terhadap serangan mendadak dari seseorang yang diduga mengalami gangguan jiwa.
Sebelum kejadian mengerikan ini, tetangga korban sempat mendengar suara pintu rumah AFR seperti didobrak. Tidak lama kemudian, terdengar satu kali jeritan korban dari dalam rumah. Suara-suara ini menjadi petunjuk awal bagi warga sekitar bahwa sesuatu yang buruk tengah terjadi di rumah AFR.
Detik-Detik Setelah Penganiayaan
Setelah melakukan penganiayaan brutal, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Namun, aksi pelaku sempat terlihat oleh sejumlah warga yang menjadi saksi mata. Mereka melihat pelaku keluar dari rumah korban sambil menenteng senjata tajam berjenis parang, menguatkan dugaan bahwa dialah pelaku di balik insiden tragis ini.
Dari keterangan para saksi, diketahui bahwa pelaku merupakan tetangga korban. Hal ini memperkuat informasi awal dan mempermudah proses identifikasi. Para saksi melihat pelaku meninggalkan tempat kejadian dengan membawa senjata tajam, yang semakin menguatkan bukti keterlibatan dirinya dalam penganiayaan tersebut.
Petugas kepolisian segera tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tindakan cepat ini penting untuk mengumpulkan bukti-bukti forensik yang diperlukan dalam proses penyelidikan. Proses olah TKP dilakukan secara cermat untuk memastikan semua detail penting tidak terlewatkan.
Baca Juga: Tragis! Ayah Di Lombok Tebas Anak Kandung Pakai Parang, Warga Geger
Penangkapan Pelaku Dan Penyelidikan Lanjutan
Polisi berhasil menangkap pelaku tak lama setelah kejadian. Pelaku kemudian langsung diamankan dan ditahan di sel tahanan Polres HST untuk proses lebih lanjut. Penangkapan cepat ini menunjukkan responsifnya aparat kepolisian dalam menindaklanjuti kasus kekerasan yang meresahkan masyarakat.
Meskipun pelaku telah ditangkap, polisi akan terus melakukan penyelidikan mendalam. Fokus utama penyelidikan adalah untuk memastikan apakah pelaku benar-benar Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) seperti yang beredar di masyarakat. Dugaan sementara memang mengarah ke sana, namun perlu adanya pembuktian medis.
Husaini menyatakan bahwa dugaan sementara pelaku adalah ODGJ, tetapi status ini masih dalam tahap penyelidikan. Verifikasi medis dan pemeriksaan kejiwaan akan dilakukan untuk memastikan kondisi mental pelaku. Hasil penyelidikan ini akan sangat menentukan langkah hukum selanjutnya yang akan diambil oleh pihak berwenang.
Implikasi Dan Keprihatinan Masyarakat
Kasus ini menyoroti permasalahan serius terkait penanganan dan pengawasan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di lingkungan masyarakat. Keamanan warga menjadi prioritas, dan insiden semacam ini memicu kekhawatiran publik tentang potensi bahaya yang mungkin timbul jika ODGJ tidak ditangani dengan baik.
Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan dapat mengevaluasi serta meningkatkan program penanganan ODGJ. Hal ini meliputi rehabilitasi, pengawasan, serta edukasi masyarakat agar mampu berinteraksi secara aman dengan individu yang memiliki gangguan jiwa. Edukasi juga penting untuk menghilangkan stigma negatif.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Saling menjaga dan peka terhadap kondisi tetangga dapat membantu mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang. Solidaritas sosial menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.
Ikuti perkembangan Info Kriminal terupdate setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru dan akurat seputar dunia kriminal hanya di Info Kriminal Hari Ini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari mediaindonesia.com
- Gambar Kedua dari poskota.co