Seorang wanita berinisial S (19) menjadi korban pemukulan oleh pacarnya, R (24), di kawasan Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara.
Korban mengalami luka lebam di mata dan pendarahan akibat penganiayaan. Kejadian ini terjadi setelah korban dijemput pulang dari kerja dan sempat berkomunikasi dengan teman kerja pria. Kasus ini memicu perhatian publik dan menjadi sorotan warganet. Berikut ini, Info Kriminal Hari Ini akan menyoroti kepolisian yang berhasil mengungkap tuntas kasus ini, membawa titik terang pada peristiwa yang sempat menggegerkan publik.
Kekerasan Pacar di Jakarta Utara, Korban S Berusia 19 Tahun
Seorang wanita berinisial S (19) menjadi korban pemukulan oleh sang kekasih, R (24), di rumahnya di kawasan Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara. Peristiwa ini dipicu oleh rasa cemburu yang membara dari pelaku. Korban mengaku mengalami luka lebam di mata dan beberapa bagian tubuh akibat pemukulan. Ia menyatakan bahwa kekerasan ini bukan kali pertama terjadi, karena pelaku sudah beberapa kali memukulnya sejak hubungan mereka berjalan tiga bulan.
Korban, yang baru lulus SMA dan bekerja sebagai house keeping di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, selama sebulan terakhir, mengaku trauma atas perlakuan pacarnya. Luka lebam terlihat jelas di mata korban akibat pemukulan tersebut.
Menurut S, kekerasan ini bukan kali pertama. Ia mengaku telah menjadi korban pemukulan sejak hubungan mereka berjalan tiga bulan, meski keduanya telah menjalin asmara selama delapan bulan. S menjelaskan bahwa pelaku memiliki sifat cemburu berlebihan sejak awal hubungan. “Awalnya sih terlihat manis dan perhatian, tapi lama-lama kecemburuannya makin menjadi-jadi,” ujar S.
Kronologi Pemukulan dan Api Cemburu
S menceritakan kejadian Sabtu (28/2), saat pelaku menjemputnya setelah bekerja 12 jam dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Pelaku merasa cemburu setelah melihat korban berkomunikasi dengan teman kerja pria mengenai pekerjaan sehari-hari.
“Saya hanya menjawab pertanyaan teman saya tentang pekerjaan, tapi itu membakar api cemburu pacar saya,” jelas S kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa.
Korban pulang bersama pelaku ke rumah R di kawasan Koja. Saat itu, orang tua korban berada di rumah sebelah, namun tidak sempat mencegah penganiayaan yang terjadi.
Baca Juga: Mencekam! Pacar Habisi Kekasihnya di Karawang, Jasad Terselip di Selokan!
Penganiayaan dan Luka Yang Dialami Korban
Sesampainya di rumah pelaku, korban dihadapkan pada makian, ancaman, dan kekerasan fisik. Pelaku menuding, menunjuk, dan memukul S hingga kelopak matanya lebam dan mengalami pendarahan di dalam mata. Korban sempat mencoba melindungi diri, namun kekuatan fisiknya tidak sebanding dengan pelaku.
S menjelaskan bahwa penganiayaan ini berlangsung cukup lama, membuatnya ketakutan dan tidak berdaya. Ia berharap kasus ini segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian agar tidak ada korban lain. Korban juga menekankan bahwa sifat cemburu berlebihan pelaku sudah terlihat sejak awal hubungan mereka.
Korban juga menyebutkan bahwa sifat cemburu berlebihan pelaku sudah terlihat sejak awal hubungan mereka. Meski awalnya terlihat romantis, kecemburuan itu semakin memburuk seiring waktu, hingga akhirnya berujung kekerasan fisik.
Penanganan Kasus oleh Pihak Kepolisian
Korban telah melapor ke Mapolres Metro Jakarta Utara untuk menindaklanjuti kasus pemukulan tersebut. Pihak kepolisian menyatakan akan memproses laporan sesuai hukum yang berlaku.
Penyidik fokus pada pengumpulan bukti fisik dan keterangan saksi, termasuk orang tua korban yang berada dekat lokasi kejadian. Langkah ini diharapkan dapat memastikan keadilan bagi korban.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya kesadaran mengenai kekerasan dalam pacaran, terutama bagi remaja dan dewasa muda. Kepolisian juga menghimbau masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan agar penanganan lebih cepat dan efektif.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari antaranews.com