Seorang driver ojek online (ojol) di Palembang menjadi korban pengeroyokan tragis setelah dituduh mencuri saat berhenti di warung usai antar penumpang.
Anak korban melaporkan insiden ini ke Polrestabes Palembang, menuntut keadilan karena ayahnya tidak bersalah. Korban mengalami luka serius, termasuk lebam, bibir pecah, dan luka di telinga. Polisi memastikan laporan diterima dan akan ditindaklanjuti.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.
Ojol Palembang Dikeroyok, Ini Kronologinya
Seorang pengemudi ojek online (ojol) di Palembang, Sumatera Selatan, diduga menjadi korban pengeroyokan setelah dituduh mencuri oleh sekelompok orang. Peristiwa itu terjadi saat korban berhenti di sebuah warung untuk buang air kecil usai mengantar penumpang. Kejadian ini mengejutkan warga sekitar karena berlangsung di siang hari, tepatnya di Jalan H M Noerdin Panji, Kecamatan Sukarami.
Anak korban, Rio Hadi Saputra (22), melaporkan insiden tersebut ke Polrestabes Palembang pada Rabu (25/3/2026). Ia menegaskan bahwa ayahnya, Ishariyanto (44), tidak melakukan pencurian. Rio berharap agar pihak kepolisian segera menangkap para pelaku agar keadilan dapat ditegakkan.
Peristiwa ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait tuduhan main hakim sendiri di ruang publik. Banyak warga menekankan pentingnya penyelidikan resmi sebelum mengambil tindakan agar tidak ada korban yang dirugikan secara tidak adil.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kronologi Dugaan Pengeroyokan
Menurut keterangan Rio Hadi, peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 WIB pada Selasa (25/3/2026). Ishariyanto baru saja menyelesaikan antarannya dan berhenti di sebuah warung karena ingin buang air kecil. Namun, tiba-tiba seorang sopir truk menuduhnya melakukan pencurian. Tuduhan itu muncul tanpa bukti, memicu kemarahan sopir dan rekan-rekannya.
“Sopir truk itu langsung menuduh maling, lalu memanggil teman-temannya. Mereka kemudian memukuli ayah saya,” ujar Rio Hadi saat diwawancarai media pada Jumat (27/3/2026). Pengeroyokan berlangsung cepat, namun dampaknya cukup serius bagi korban.
Korban menderita sejumlah luka fisik, termasuk lebam di kedua mata, luka robek di telinga kanan dan kiri, bibir pecah, serta memar di kepala dan paha. Luka-luka tersebut membuat keluarga semakin khawatir dan mendorong mereka untuk kembali mendatangi Polrestabes Palembang guna menanyakan perkembangan kasus.
Baca Juga: Sadis! Ajakan Bercinta Ditolak, Berujung Maut di Warung Remang-Remang!
Reaksi Keluarga dan Harapan Keadilan
Keluarga korban menegaskan bahwa Ishariyanto tidak melakukan pencurian. Rio Hadi menyampaikan keprihatinannya atas tindakan main hakim sendiri yang dapat membahayakan keselamatan warga. Ia berharap kepolisian bertindak cepat dan tegas dalam menangani laporan tersebut.
“Makanya kami datang lagi ke Polrestabes untuk menanyakan perkembangan laporan. Kami berharap pelaku segera ditangkap karena ayah saya tidak mencuri,” jelas Rio. Pernyataan ini menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi setiap warga yang menghadapi tuduhan tanpa bukti.
Masyarakat sekitar juga menunjukkan simpati terhadap korban. Banyak yang menilai bahwa insiden ini menjadi peringatan agar warga tetap mengedepankan proses hukum resmi dan menghindari tindakan sewenang-wenang.
Kepolisian Pastikan Kasus Ditindaklanjuti
Pihak kepolisian membenarkan adanya laporan dugaan pengeroyokan ini. Petugas Satreskrim Polrestabes Palembang menyatakan bahwa kasus tersebut sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti.
“Laporan sudah kami terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polrestabes Palembang untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar seorang petugas. Kepastian ini memberikan harapan bagi keluarga korban agar kasus dapat diusut secara profesional.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan menyerahkan masalah hukum kepada aparat yang berwenang. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga keamanan publik dan mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com