Aksi brutal pria diduga ODGJ di Grobogan mengejutkan warga, menyebabkan enam orang terluka parah dan memicu kepanikan luas.
Kejadian mengerikan mengguncang Dusun Gundi RT 1 RW 4, Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Minggu sore (29/3/2026). Seorang pria diduga ODGJ bernama Supriyanto (32-33 tahun) mengamuk dengan parang, bacok enam warga termasuk orang tuanya sendiri. Satu korban tewas, korban lain luka parah dirawat di rumah sakit.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.
Kronologi Kekerasan Mematikan
Supriyanto mulai mengamuk saat mencari ponsel di rumahnya sekitar pukul 16.00 WIB. Ia serang ibu kandungnya lebih dulu dengan parang hingga babak belur. Warga yang coba mediasi malah jadi sasaran berikutnya, darah berceceran di halaman rumah.
Serangan berlanjut ke jalan desa, korban keenam tertusuk saat lari menyelamatkan diri. Suasana Dusun Gundi panik, anak-anak menangis ketakutan. Pelaku berteriak histeris sambil ayun parang ke siapa saja yang mendekat.
Warga akhirnya lapor polisi setelah 30 menit kekacauan. Korban pertama dilarikan ke Puskesmas Kradenan, sementara yang parah dibawa RSUD Mojoagung. Satu korban dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat di kepala.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Identitas Pelaku dan Korban
Pelaku Supriyanto (32), warga lokal dikenal pendiam tapi sering bicara sendiri. Keluarga akui riwayat gangguan jiwa tak terobati sejak 2020. Ia tinggal serumah dengan orang tua di gubuk sederhana pinggir sawah.
Enam korban meliputi ibu kandung (50), ayah kandung (55), tetangga Slamet (40), istrinya Sari (38), serta dua warga lain. Luka terparah di tangan, leher, dan punggung. Kondisi kritis untuk dua korban di ICU RSUD Purwodadi.
Korban tewas diduga tetangga dekat yang coba razia pelaku. Otopsi tunjukkan luka robek 15 cm di dada. Keluarga korban trauma berat, desak rehabilitasi paksa semua ODGJ di desa.
Baca Juga: Sakit Hati Berujung Maut! Staf Bawaslu OKU Tewas Dibunuh Kekasih
Respons Cepat Aparat Kepolisian
Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo konfirmasi kejadian via telepon Minggu malam. Tim Reskrim Polsek tiba 20 menit kemudian, pelaku diamankan tanpa perlawanan setelah diserbu 10 polisi. Parang sitaan berdarah disimpan bukti.
Plt Kasi Humas Polres Grobogan Ipda Arif Suryanto detail enam korban luka bacok. Pelaku diperiksa psikiater RSJD Pucang Gading Semarang Senin pagi. Status sementara penganiayaan berat dengan unsur ODGJ.
Dandim 0721/Grobogan Letkol Yusuf Agustinus kirim Babinsa kawal evakuasi korban. Polisi pasang posko pengamanan 24 jam di desa. Warga dilarang bawa sajam, razia ODGJ tingkat kabupaten digelar darurat.
Dampak Sosial dan Pencegahan Masa Depan
Kejadian ini memicu trauma massal di 150 kepala keluarga di Dusun Gundi. Anak-anak diliburkan dari sekolah pada Senin, sementara orang tua diliputi ketakutan untuk keluar malam. Muspika Kradenan pun menggelar rapat darurat dan mendesak Dinas Sosial segera mengarantina ODGJ yang tidak terkendali demi keamanan warga.
Gubernur Jawa Tengah mengakses anggaran darurat sebesar Rp500 juta untuk membantu para korban. Sejumlah LSM kesehatan jiwa juga mendorong adanya program rehabilitasi wajib tahunan agar kasus serupa tidak terulang. Data Dinkes Grobogan sendiri mencatat sekitar 1.200 ODGJ belum tertangani dari total 1,2 juta penduduk, menunjukkan perlunya perhatian serius.
Kasus ini disebut mirip dengan rentetan kekerasan yang melibatkan ODGJ di Jawa Tengah sepanjang 2025–2026. Para pakar menilai minimnya layanan puskesmas jiwa serta kuatnya stigma masyarakat menjadi penyebab utama. Karena itu, pemerintah desa diminta aktif mendata ODGJ, bahkan disertai sanksi pidana bagi keluarga yang lalai.
Jangan sampai ketinggalan! Info Kriminal Hari Ini akan menghadirkan kabar terbaru dan mengejutkan seputar dunia kriminal setiap harinya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari pusiknas.polri.go.id