Penjaga kios ayam goreng di Perumahan Mega Regency, Bekasi, dimutilasi dan jasadnya disimpan dalam freezer oleh rekan kerjanya sendiri.
Polisi berhasil mengamankan dua pelaku, sementara tangan dan kaki korban masih dalam pencarian. Kejadian ini mengejutkan warga dan menimbulkan kekhawatiran soal keamanan di lingkungan sekitar. Tim Jatanras Polda Metro Jaya terus menyelidiki motif di balik pembunuhan sadis ini.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.
Tragedi Bekasi Keamanan Dimutilasi
Bekasi digemparkan dengan penemuan jasad AH (39), petugas keamanan sebuah kios ayam goreng di Perumahan Mega Regency. Korban ditemukan dimutilasi, jasadnya disimpan di dalam freezer toko. Penyelidikan awal mengungkap bahwa pelaku adalah rekan kerja korban sendiri.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, menyebut pelaku berinisial S (27) dan DS alias ANS (24). Keduanya bekerja sebagai pelayan dan pengolah ayam goreng di kios tersebut.
Jasad korban ditemukan tanpa tangan dan kaki, sementara kedua bagian tubuh itu masih dalam pencarian tim kepolisian. Lokasi kejadian juga kehilangan dua unit sepeda motor dan sejumlah uang tunai milik pemilik toko.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kronologi Penemuan Jasad AH
Insiden ini terungkap saat pemilik toko kembali dari mudik di Cilacap pada Sabtu (28/3) pagi. Curiga dengan bau busuk dari freezer yang terkunci, ia membuka pintu dan menemukan jasad karyawannya di antara tumpukan daging ayam beku.
Korban diketahui bernama AH, 39 tahun, yang sehari-hari bertugas menjaga keamanan toko. Saat ditemukan, jasad korban sudah dimutilasi tangan dan kaki tidak ada di lokasi. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengamankan bukti-bukti penting, termasuk CCTV dan keterangan saksi.
Kondisi ini langsung membuat pemilik toko melaporkan kejadian ke pihak kepolisian. Tim Jatanras Polda Metro Jaya segera turun ke lokasi untuk olah TKP dan memulai penyelidikan.
Baca Juga: Bercak Darah Ungkap Fakta Mengejutkan! WN Ukraina Dieksekusi di Vila Bali
Identitas Pelaku dan Motif Sementara
Polisi berhasil mengamankan dua terduga pelaku, S dan DS alias ANS, yang merupakan rekan kerja korban di toko ayam goreng. Keduanya berperan sebagai pelayan dan pengolah ayam yang siap dijual.
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, menyatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki motif di balik mutilasi ini. Selain itu, tim juga masih mencari keberadaan tangan dan kaki korban yang hilang dari lokasi.
Penyidik menduga ada unsur perampokan, mengingat hilangnya dua unit sepeda motor dan uang tunai milik pemilik toko. Polisi menegaskan kasus ini ditangani secara serius agar pelaku dapat segera diproses secara hukum.
Upaya Polisi dan Proses Penyelidikan
Tim Jatanras Polda Metro Jaya bergerak cepat mengamankan pelaku dan melakukan olah TKP di kios ayam goreng. Polisi memastikan semua bukti, termasuk CCTV dan keterangan saksi, dikumpulkan untuk memperkuat penyelidikan.
Abdul Rahim menekankan bahwa pencarian tangan dan kaki korban masih berjalan. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya saksi atau barang bukti tambahan yang bisa membantu mengungkap motif pembunuhan brutal ini.
Pihak kepolisian menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat. Mereka menegaskan akan menindak tegas pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sambil memastikan keamanan lingkungan setempat.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari megapolitan.kompas.com