Kasus mengerikan terjadi di Bandar Lampung, saat orang tak dikenal menyerang dua PSK hingga satu korban tewas tragis.
Tragedi mengerikan menimpa dua pekerja seks komersial (PSK) di Bandar Lampung pada Selasa (31/3/2026) dini hari, saat orang tak dikenal (OTK) menyerang dengan senjata tajam. Satu korban tewas di tempat, sementara satu lagi dirawat intensif di rumah sakit. Polresta Bandar Lampung sedang buru pelaku kejam ini.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.
Kronologi Penyerangan Brutal
Kejadian terjadi di sebuah rumah kontrakan di Pemandangan, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, sekitar pukul 02.00 WIB. OTK mendobrak masuk tiba-tiba, langsung ayunkan senjata tajam ke arah kedua wanita yang sedang istirahat. Satu korban lari ke kamar tapi tetap diserang.
Korban tewas NR (41), warga Kedondong, Pesawaran, ditemukan dengan luka parah di dada dan leher. Teman korban DA (41), warga Way Halim, Bandar Lampung, luka robek di lengan dan punggung. Mereka jerit minta tolong, tetangga baru sadar setelah darah mengucur.
Polisi tiba pukul 03.30 WIB setelah laporan warga. TKP periksa forensik, temukan jejak sepatu dan kain pembungkus pisau. Saksi sebut OTK berpakaian gelap, tutup muka helm, kabur naik motor curian.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Identitas Korban dan Latar Belakang
NR dikenal aktif di lokalisasi tersembunyi Panjang, ibu rumah tangga cerai cari tambahan. DA tinggal Perumnas Way Halim, sering kerja malam di area pelabuhan. Keduanya berteman dekat, sering bagi “tamu” via grup WhatsApp.
Keluarga NR hancur, adiknya, “Kakak tak pulang semalam, tiba-tiba polisi datang.” DA stabil di RSUD Ahmad Yani, tapi trauma berat tolak bicara. Mereka punya anak kecil yang kini dititip saudara.
PSK di Bandar Lampung rawan kekerasan karena stigma sosial dan minim perlindungan. Kasus serupa pernah di Lampung Utara 2024, kurir pos bunuh BO. Data polisi catat 5 kasus aniaya PSK di Lampung 2025.
Baca Juga: Ngeri! Penjaga Ayam Goreng Dimutilasi di Bekasi, Dalangnya Rekan Sendiri
Respons Polisi dan Penyelidikan
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari konfirmasi, “Satreskrim Polresta Bandar Lampung dan Polsek Panjang olah TKP.” Tim buru CCTV SPBU dan gang sekitar, cocokkan sidik jari di gagang pintu.
Satuan Reskrim bentuk tim khusus 20 personel, interogasi 15 saksi termasuk mucikari. Fokus motif balas dendam “tamu” kecewa atau konflik antar-PSK. TKP steril 24 jam, wawancara korban DA kunci pecahkan kasus.
Polda Lampung koordinasi dengan Ditreskrimsus Polda, target ungkap pelaku 72 jam. Yuni, “Barang bukti aman, saksi kunci lindungi identitas.” Update disiarkan sore ini via konferensi pers.
Dampak Sosial dan Pencegahan
Kasus ini memicu keresahan warga Panjang, sementara PSK lain takut keluar malam sehingga beberapa lokasi menutup operasional sementara. LSM perempuan pun mendesak razia lokalisasi serta penyediaan shelter aman untuk melindungi pekerja malam. Netizen ramai-ramai menggunakan tagar #StopKekerasanPSK, menuntut polisi segera bertindak.
Dinas Kesehatan Lampung menyiapkan layanan psikolog gratis bagi PSK korban trauma, agar mereka mendapatkan pendampingan yang memadai. Walikota Bandar Lampung juga meminta polisi meningkatkan patroli malam di zona rawan. Sementara itu, Komnas Perempuan mencatat kasus kekerasan seksual di Lampung meningkat 15% sepanjang 2026.
Kasus ini menjadi pelajaran penting untuk rehabilitasi PSK melalui pelatihan vokasi yang difasilitasi Dinas Sosial, agar mereka memiliki alternatif mata pencaharian. Polisi juga meluncurkan kampanye “Lindungi Pekerja Malam” lewat poster di SPBU. Publik berharap pelaku segera ditangkap untuk memberikan efek jera.
Jangan sampai ketinggalan! Info Kriminal Hari Ini akan menghadirkan kabar terbaru dan mengejutkan seputar dunia kriminal setiap harinya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari makassar.kompas.com
- Gambar Kedua dari detik.com