Kasus tragis terjadi di Bone, Sulawesi Selatan, saat seorang pria nekat membunuh petani akibat cemburu terhadap dugaan perselingkuhan istrinya.
Aksi brutal ini mengejutkan warga setempat, dengan korban tewas di tempat setelah ditikam pelaku. Polisi segera menindaklanjuti kejadian ini, menangkap pelaku, dan mengamankan barang bukti. Peristiwa ini menjadi peringatan tentang dampak cemburu.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.
Petani Bone Tewas Akibat Dendam
Warga Dusun Kading, Desa Gona, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone digegerkan oleh kasus pembunuhan yang dipicu oleh dendam pribadi pada Minggu (5/4/2026) dini hari. Seorang petani bernama Suardi (38) meregang nyawa setelah ditikam oleh pria berinisial MT (26), yang tak lain merupakan tetangganya sendiri.
Kasus ini bermula ketika keduanya bertemu secara tak sengaja di lokasi kejadian. MT, yang sudah lama menyimpan rasa dendam dan sakit hati, melakukan aksinya dengan cara memukul korban menggunakan tangan kosong terlebih dahulu sebelum menikam memakai badik. Polisi menyatakan korban mengalami satu luka tusukan fatal di bagian dada kiri.
Warga setempat segera melaporkan kejadian ke pihak berwajib. Tim gabungan Unit Resmob Sat Reskrim Polres Bone bersama petugas kepolisian langsung menuju lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan olah bukti. Tak lama setelah kejadian, pelaku berhasil ditangkap di wilayah Desa Gona dan kini telah dibawa ke Mapolres Bone.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kronologi Penikaman Mengerikan
Berdasarkan keterangan dari aparat kepolisian, pertemuan antara Suardi dan MT sesungguhnya bukanlah peristiwa biasa. Korban sebelumnya menghadiri acara akikah di sekitar rumahnya ketika pelaku melihatnya dari kejauhan. Ketika korban berjalan menuju semak untuk buang air kecil, emosi MT yang sudah terpendam selama ini meledak.
“Pelaku langsung memukul korban menggunakan tangan kosong kemudian menikam bagian dada kiri korban sebanyak satu kali dengan badik,” ucap Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan seperti dikutip dari keterangan resmi kepolisian. Korban sempat terkapar dengan darah mengalir di tanah hingga.
Setelah kejadian, pelaku sempat melarikan diri meninggalkan lokasi. Namun, polisi yang menerima laporan segera mengejar dan mengamankan MT bersama senjata tajam yang digunakan dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Aksi Gila! Tukang Pentol Nekat Mencabuli Remaja Lelaki Saat Pulang Ngaji
Dendam Gara-Gara Perselingkuhan
Motif di balik pembunuhan ini terungkap dari hasil penyelidikan awal polisi. MT dilaporkan menyimpan dendam lama terhadap korban karena dugaan perselingkuhan antara istri pelaku dan Suardi di masa lalu. Meski hubungan antara korban dan istri MT belum dapat dipastikan secara hukum atau bukti kuat, emosi dan rasa sakit hati.
Kasus perselingkuhan sering kali menjadi pemicu konflik rumah tangga yang berujung pada kekerasan atau kriminalitas berat. Di beberapa wilayah di Indonesia, insiden serupa sering mencuat ketika rasa cemburu dan fitnah memicu tindakan nekat, seperti kasus yang terjadi di Lampung atau wilayah.
Pakar hukum pidana menyatakan bahwa bukti motif semacam ini harus diusut secara komprehensif oleh penyidik agar dapat dipastikan dalam proses hukum nantinya. Polisi masih terus menggali bukti dan keterangan saksi yang relevan untuk memastikan apakah perselingkuhan tersebut.
Dampak dan Proses Hukum
Setelah penangkapan MT, polisi langsung membawa tersangka ke Mapolres Bone untuk pemeriksaan lebih lanjut. Barang bukti berupa badik yang digunakan dalam aksi telah disita dan akan menjadi bagian penting dalam penyusunan berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.
Warga sekitar menyatakan keprihatinan atas tragedi ini. Banyak keluarga petani di Bone yang merasa terguncang oleh aksi brutal tersebut dan berharap agar hukum dapat berjalan adil dan transparan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik rumah tangga yang tidak diselesaikan secara bijaksana dapat berujung pada tragedi tak terduga. Aparat kepolisian menghimbau masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan pribadi dengan cara yang damai dan melalui jalur hukum, serta mewaspadai tindakan ekstrem.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com