Tragedi Medan: Pria bunuh istri setelah ditolak berhubungan intim, kronologi lengkap dan fakta mengejutkan di balik kasus ini.
Sebuah tragedi mengejutkan terjadi di Medan, Sumatera Utara. Seorang pria tega membunuh istrinya setelah ditolak berhubungan intim. Peristiwa ini memicu kehebohan publik dan sorotan polisi setempat.
Bagaimana kronologi lengkap kejadian yang memilukan ini? Simak fakta-fakta hanya ada di Info Kriminal Hari Ini dan penyelidikan polisi yang mengungkap sisi gelap dari konflik rumah tangga yang berakhir tragis.
Tragedi Di Medan Yang Berujung Dakwaan
Senin (6/4/2026) di Pengadilan Negeri Medan, jaksa membacakan dakwaan terhadap Asrizal (46) terkait kasus pembunuhan istrinya, Nur Sri Wulandari. Peristiwa tragis ini terjadi di rumah mereka di Kecamatan Medan Helvetia dan kini menjadi sorotan hukum setempat.
Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 3, Jaksa Penuntut Umum AP Frianto Naibaho menyampaikan bahwa tindakan pembunuhan dilakukan setelah pertengkaran memuncak antara pasangan suami istri tersebut. Asrizal menghadapi dakwaan atas sejumlah pasal serius dalam Kitab Undang‑Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang‑Undang penghapusan kekerasan rumah tangga.
Kasus ini juga memicu perdebatan mengenai motif, karena latar belakang insiden dimulai dari interaksi rumah tangga yang biasa namun berubah tragis. Proses hukum terhadap Asrizal kini memasuki tahap pemeriksaan saksi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kronologi Malam Berdarah Itu
Peristiwa bermula pada malam 30 Oktober 2025, ketika terdakwa pulang dari tempat kerja sekitar pukul 23.00 WIB. Ia bekerja di sebuah depot air minum di Medan Helvetia.
Sesampainya di rumah, Asrizal meminta istrinya untuk memijat tubuhnya. Permintaan tersebut sempat dituruti, namun karena kelelahan Nur Sri Wulandari kemudian masuk ke kamar dan beristirahat, sementara Asrizal tidur di ruang tamu.
Sekitar pukul 03.00 WIB, Asrizal kembali membangunkan istrinya dengan maksud mengajak berhubungan badan, tetapi korban menolak karena kelelahan. Penolakan tersebut memicu cekcok hingga tarik‑menarik pakaian, membuat suasana semakin tegang.
Baca Juga: Babak Belur Diamuk Massa, Dua Pencuri Motor Jadi Viral di Jakarta Utara!
Kejadian Membekap Yang Berujung Maut
Kedua kali Asrizal mengajak berhubungan intim, korban kembali menolak sekitar pukul 03.30 WIB. Penolakan ini memicu emosi terdakwa hingga ia mengambil bantal dan membekap wajah istrinya.
Meski korban sempat melakukan perlawanan dengan mencakar tubuh Asrizal, terdakwa tetap menekan bantal tersebut pada wajah istrinya sampai korban tidak sadarkan diri.
Setelah itu, Asrizal menduga istrinya hanya pingsan dan meletakkan bantal di bawah kepala korban, lalu tidur di sampingnya. Keesokan pagi, sekitar pukul 07.45 WIB, ia terkejut karena istrinya tidak bangun dan dalam kondisi tak bernyawa.
Investigasi Dan Hasil Autopsi
Keluarga yang panik kemudian dipanggil Asrizal, dan jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diotopsi sesuai permintaan keluarga. Hasil visum et repertum menunjukkan adanya luka lecet dan memar di wajah.
Visum juga mengungkap tanda‑tanda asfiksia kondisi mati lemas akibat tertutupnya hidung dan mulut sehingga pernapasan terganggu yang menjadi penyebab kematian. Pemeriksaan ini menjadi bukti penting dalam persidangan.
Dokter forensik memastikan bahwa korban meninggal dunia bukan karena sebab alami, tetapi akibat tindakan membekap yang dilakukan terdakwa. Fakta ini menguatkan dakwaan pembunuhan terhadap Asrizal.
Dakwaan Dan Agenda Sidang Selanjutnya
Atas perbuatannya, Asrizal didakwa dengan beberapa pasal alternatif: Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan, serta ketentuan dalam Undang‑Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Majelis hakim diketuai oleh Evelyne Napitupulu, dan sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi‑saksi. Pemeriksaan ini akan menghadirkan pihak keluarga dan saksi lain untuk memberikan kesaksian secara rinci.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena motifnya berawal dari konflik rumah tangga sepele yang berujung tindakan fatal. Masyarakat menunggu kelanjutan hukum untuk memastikan keadilan bagi korban.
Jangan sampai ketinggalan! Info Kriminal Hari Ini akan menghadirkan kabar terbaru dan mengejutkan seputar dunia kriminal setiap harinya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com