Kasus dugaan penggelapan uang Vilmei terungkap, ZK mengaku menerima dan memakai Rp600 juta dari saldo Rp1,28 miliar untuk membeli koin TikTok, kata polisi kini.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya menjelaskan angka tersebut bukan jumlah bersih yang masuk ke tangan para tersangka. Sistem TikTok menerapkan biaya dan potongan tertentu sehingga polisi masih mencocokkan nominal berdasarkan data transaksi, rekening, serta dompet digital. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kriminal Hari Ini.
Eks Karyawan Vilmei Akui Dapat Rp600 Juta
Dalam pemeriksaan sementara, ZK mengaku mendapatkan bagian sekitar Rp600 juta. Polisi masih menelusuri secara rinci bagaimana uang tersebut berpindah dan berapa jumlah akhir yang benar-benar diterima masing-masing orang.
Selain ZK, polisi juga menetapkan MASR yang merupakan kekasih ZK dan L sebagai tersangka. Ketiganya memiliki bagian yang berbeda dari aliran dana tersebut. L, misalnya, menerima pencairan gift sekitar Rp72,7 juta.
Menurut Verdika, sebagian besar uang yang diterima L kemudian diteruskan kepada ZK. L sendiri memperoleh bagian sekitar Rp9 juta. Sementara itu, MASR mengaku menerima sekitar Rp600 ribu hingga Rp1,5 juta setiap kali pencairan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Uangnya Dipakai untuk Kos hingga Kosmetik
Polisi menemukan penggunaan uang tersebut mengarah pada kebutuhan sehari-hari dan kepentingan pribadi. Para tersangka diduga memakai dana hasil penggelapan untuk membayar kos atau kontrakan, cicilan kendaraan, membeli pakaian, hingga kosmetik.
Selain itu, polisi juga menemukan penggunaan dana untuk membeli beberapa telepon seluler dan kebutuhan pribadi lainnya. Besarnya bagian yang diterima masing-masing tersangka masih dalam proses penghitungan karena penyidik harus mencocokkannya dengan catatan transaksi dari TikTok.
Polisi tidak ingin langsung menetapkan angka akhir berdasarkan pengakuan semata. Data pencairan dan mutasi rekening menjadi bagian penting untuk memastikan jumlah yang benar-benar diterima setiap tersangka.
Modusnya Berawal dari Uang Affiliate TikTok
Kasus ini bermula dari uang hasil afiliator Vilmei di TikTok. Menurut keterangan polisi, dana tersebut sebelumnya hanya terkumpul di akun dan tidak disentuh oleh korban. Situasi itu kemudian dimanfaatkan para tersangka untuk menjalankan aksinya.
Polisi menduga tersangka menggunakan saldo tersebut untuk membeli koin TikTok. Setelah memperoleh koin, mereka menggunakannya untuk membeli gift digital. Gift itu kemudian mereka kirimkan ke akun TikTok milik para tersangka.
Verdika menjelaskan polisi masih mendalami pola transaksi tersebut. Penyidik perlu melihat riwayat pembelian koin, penggunaan gift, hingga pencairan dana agar seluruh rangkaian transaksi dapat terlihat secara jelas.
Polisi Telusuri Aliran Gift ke Akun Tersangka
Skema transaksi tersebut membuat penyidik harus memeriksa data TikTok secara menyeluruh. Polisi ingin mengetahui akun mana yang menerima gift, berapa nilai setiap transaksi, dan berapa kali pencairan berlangsung.
Setelah gift masuk ke akun tertentu, dana dapat dicairkan sesuai mekanisme platform. Karena itu, polisi juga memeriksa mutasi rekening dan dompet digital yang berkaitan dengan para tersangka.
Langkah tersebut penting untuk membedakan antara total saldo yang digunakan membeli koin dan jumlah uang yang akhirnya masuk ke masing-masing tersangka. Dengan begitu, penyidik dapat menghitung kerugian serta pembagian dana secara lebih akurat.
Jumlah Bagian Tersangka Masih Didalami
Hingga kini, polisi masih menghitung jumlah final yang diterima ZK, MASR, dan L. Data dari TikTok akan dicocokkan dengan transaksi keuangan agar penyidik memperoleh gambaran lengkap mengenai aliran dana.
Polisi juga masih mendalami peran masing-masing tersangka dalam skema tersebut. Dari keterangan sementara, ZK mendapat bagian terbesar, sedangkan MASR dan L menerima nominal yang berbeda.
Kasus dugaan penggelapan ini menunjukkan bagaimana saldo digital yang tidak terpantau dapat berubah menjadi rangkaian transaksi melalui fitur dalam sebuah platform. Polisi kini fokus mengurai setiap transaksi untuk memastikan nilai kerugian dan peran masing-masing tersangka sebelum proses hukum berlanjut.