Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melakukan aksi unjuk rasa guna menuntut penanganan tegas kasus kekerasan seksual di kampus.

Aksi yang terjadi pada akhir Juli 2025 ini menjadi sorotan nasional karena membawa isu serius penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakadilan bagi korban. Berikut ini Info Kriminal Hari Ini akan memberikan ulasan lengkap mengenai aksi Mahasiswa Unsoed turun ke jalan protes kekerasan seksual di kampus.
Latar Belakang Kasus Kekerasan Seksual di Unsoed
Kasus ini mencuat ketika seorang mahasiswi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) melaporkan dugaan pelecehan seksual oleh seorang guru besar di fakultas tersebut. Korban merasa tertekan dengan ketimpangan kuasa antara dirinya sebagai mahasiswa dengan posisi dosen yang sangat berpengaruh.
Laporan ini kemudian ditindaklanjuti oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unsoed yang tengah melakukan investigasi secara intensif.
Aksi Protes Mahasiswa dan Tuntutan Tegas
Pada tanggal 28 dan 29 Juli 2025, puluhan hingga ratusan mahasiswa FISIP turun ke jalan di depan gedung fakultas dan kampus Unsoed secara umum. Mereka membawa spanduk dan poster dengan tuntutan seperti “Usut Tuntas Kekerasan Seksual di FISIP”. “Kampus Bukan Tempat Predator Berkedok Akademisi,” serta “Lindungi Korban, Bukan Pelaku.”
Mahasiswa menuntut agar pelaku yang diduga guru besar tersebut segera diberi sanksi tegas, tak hanya skorsing, tetapi dipecat secara permanen dari kampus.
Sikap dan Tindakan Kampus Unsoed
Menanggapi protes tersebut, Dekan FISIP Unsoed, Prof. Slamet Rosyadi. Ia menegaskan bahwa pihak kampus telah menolak segala bentuk kekerasan seksual dan telah membentuk tim pemeriksa khusus. Tim ini bekerja sesuai prosedur untuk menginvestigasi dugaan kasus.
Meski demikian, mahasiswa menganggap langkah kampus kurang cepat dan kurang berpihak pada korban sehingga aksi dipandang perlu agar tekanan publik semakin besar.
Baca Juga: Warga Malaysia Rugi Rp150 Juta, Jadi Korban Tipu 3 Pria Asal Sulsel
Dukungan Alumni dan Respon Publik

Keluarga Alumni Unsoed (KA Unsoed) menyatakan dukungan penuh kepada mahasiswa dan korban. Mereka mengingatkan pentingnya transparansi dan keberanian kampus dalam menangani kasus ini agar tidak mencoreng nama baik perguruan tinggi.
Publik dan media sosial pun menunjukkan keprihatinan tinggi. Banyak pihak menyerukan agar kekerasan seksual di lingkungan akademik tidak ditoleransi dan penegakan hukum ditegakkan secara adil.
Bentuk Pendampingan Korban dan Pemeriksaan Saksi
Satgas PPKS Unsoed memberikan pendampingan psikologis kepada korban. Ia juga memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait, termasuk korban, terduga pelaku, dan saksi-saksi penting.
Hasil investigasi satgas diserahkan ke tim pemeriksa kampus yang beranggotakan rektorat, atasan pelaku, dan satgas internal.
Proses selanjutnya adalah rekomendasi sanksi yang sesuai dengan peraturan kementerian pendidikan tinggi.
Harapan Mahasiswa Terhadap Proses Hukum
Mahasiswa dan masyarakat berharap proses penegakan hukum dan sanksi terhadap pelaku kekerasan seksual menjadi tegas dan transparan. Mereka menuntut agar kampus tidak menutup-nutupi kasus dan memberikan perlindungan maksimal kepada korban.
Aksi ini juga menjadi sinyal bagi perguruan tinggi lain agar serius menangani isu kekerasan seksual dengan cara yang adil dan sensitif.
Kesimpulan
Mahasiswa Unsoed melakukan aksi protes keras terhadap kasus kekerasan seksual yang melibatkan seorang guru besar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Tuntutan utama mereka adalah penegakan hukum yang cepat, adil, dan sanksi tegas berupa pemecatan pelaku serta perlindungan maksimal terhadap korban.
Pihak kampus sudah membentuk tim investigasi dan memberikan pendampingan korban, namun mahasiswa menilai harus ada tindakan lebih nyata. Dukungan dari alumni dan publik memperkuat upaya penyelesaian kasus ini dengan transparansi dan akuntabilitas.
Buat kalian yang ingin mendapatkan berita viral seputaran kriminal di Indonesia, kalian bisa kunjungi Info Kriminal Hari Ini, yang dimana akan selalu memberikan informasi menarik lainnya, yang pasti berita ter-update, terviral, dan terbaru.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari tribunnews.com