Aksi Nekat Berujung Petaka, Pencuri Motor di Tasikmalaya Tertangkap Gara-Gara Perut Lapar!

Pencuri Motor di Tasikmalaya Tertangkap Gara-Gara Perut Lapar

Dua pencuri motor di Tasikmalaya akhirnya tertangkap setelah aksi nekat mereka gagal, bukan karena polisi, tapi karena perut lapar.

Pencuri Motor di Tasikmalaya Tertangkap Gara-Gara Perut Lapar

Kisah dua pencuri motor di Tasikmalaya berakhir tragis bukan karena aparat, tetapi karena rasa lapar. Peristiwa Rabu petang (7/1) di Karangnunggal, Tasikmalaya, membuktikan takdir kerap menghentikan niat jahat. Kisah ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan bahwa tindakan kriminal tak pernah membawa kebaikan.

Berikut ini Info Kriminal Hari Ini Akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.

Kelalaian Korban Dan Detik-Detik Pencurian

Aksi pencurian sepeda motor bermula dari kelalaian seorang warga di Kecamatan Karangnunggal, Tasikmalaya. Korban memarkir motornya di depan warung saat menyantap makanan, namun lupa mencabut kunci kontak. Situasi ini dimanfaatkan oleh dua pelaku yang sudah mengamati lokasi.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, kamera pengawas sempat merekam kedua pelaku mondar-mandir di sekitar lokasi sebelum akhirnya membawa kabur motor tersebut. Ironisnya, motor yang dicuri bukan milik korban langsung, melainkan kepunyaan keponakannya. Kelalaian kecil ini membuka celah bagi tindak kejahatan yang merugikan.

Pelaku utama, Yadi, bersama rekannya, Dana, dengan cepat melarikan diri membawa sepeda motor curian jenis Yamaha NMAX tersebut. Mereka bergerak menuju wilayah Kecamatan Cipatujah, sebuah daerah yang cukup jauh dari lokasi pencurian, berharap dapat menghilangkan jejak dan mengamankan hasil kejahatan mereka.

Peran Aktif Warga Dan Polisi Dalam Pengejaran

Setelah mengetahui motornya hilang, pemilik asli kendaraan, Sri Utami, tidak tinggal diam. Ia segera mengambil inisiatif dengan menyebarkan foto sepeda motor yang hilang kepada kerabat dan warga sekitar. Tindakan cepat ini menunjukkan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam membantu pihak berwenang.

Laporan resmi mengenai pencurian ini juga segera disampaikan kepada pihak kepolisian, khususnya Polsek Karangnunggal. Dengan informasi awal dari korban dan warga, anggota kepolisian langsung bergerak cepat melakukan pengejaran. Koordinasi erat pun dilakukan dengan Polsek Cipatujah serta Polres Tasikmalaya untuk mempersempit ruang gerak pelaku.

Upaya pencarian ini menjadi contoh sinergi yang baik antara masyarakat dan aparat penegak hukum. Keterlibatan aktif kerabat dan warga dalam menyebarkan informasi serta melaporkan kejadian kepada polisi sangat membantu dalam proses pelacakan, membuktikan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan di Tual Maluku Diselesaikan Secara Adat

Lapar Menghentikan Pelarian Dua Sekawan

 Lapar Menghentikan Pelarian Dua Sekawan

Pelarian Yadi dan Dana, dua sekawan pencuri motor ini, akhirnya terhenti secara tak terduga oleh rasa lapar. Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, keduanya memutuskan untuk mampir ke sebuah warung di wilayah Cipatujah. Di sana, mereka berencana untuk makan mi instan dan minum kopi, sejenak melupakan status mereka sebagai buronan.

Motor Yamaha NMAX hasil curian itu diparkir di depan warung, seolah tanpa rasa curiga. Namun, nasib berkata lain. Secara kebetulan, seorang tetangga korban berada di warung yang sama dan langsung mengenali motor curian tersebut. Ia dengan sigap berkoordinasi dengan korban dan pihak kepolisian.

Kerabat korban, yang telah membuntuti dari kejauhan, tidak langsung menyergap. Mereka menunggu momen yang tepat. Tak berselang lama, sebuah mobil polisi tiba dari arah berlawanan dan penyergapan pun dilakukan. Pelaku sempat berusaha melarikan diri dan menjadi sasaran amukan warga sebelum akhirnya berhasil diamankan polisi yang sigap datang ke lokasi.

Pengakuan Pelaku Dan Pengembangan Kasus

Di hadapan penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya dan Polsek Karangnunggal, pada Kamis (8/1), kedua pelaku, Yadi dan Dana, akhirnya mengakui perbuatannya. Mereka mengaku tergiur mencuri motor karena melihat kunci masih tergantung, sebuah godaan yang tidak bisa mereka tolak. Yadi bahkan sempat mengungkapkan rasa laparnya yang menjadi alasan mereka berhenti di warung.

“Memang saya lapar sekali, jadi mampir ke warung beli mi dan ngopi. Saya sempat curiga dibuntuti, tapi tidak menyangka akan tertangkap,” kata Yadi, menunjukkan penyesalan sekaligus kejutan atas penangkapan tak terduga tersebut. Pengakuan ini melengkapi kronologi kejadian dan memperkuat bukti-bukti yang ada.

Saat ini, polisi masih terus mengembangkan kasus pencurian ini untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau kasus lain yang terkait. Satu unit sepeda motor Yamaha NMAX telah diamankan sebagai barang bukti utama. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan tidak ceroboh dalam menjaga harta benda.

Ikuti perkembangan Info Kriminal terupdate setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru dan akurat seputar dunia kriminal hanya di Info Kriminal Hari Ini.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari detik.com
  2. Gambar Kedua dari polressukoharjo.com
Home
Telegram
Tiktok
Instagram