Bejat! Pria di Asahan Cabuli 4 Siswi SD, Polisi Langsung Tangkap Pelaku

Cabuli 4 Siswi SD, Polisi Langsung Tangkap Pelaku

Pria di Asahan tega mencabuli empat siswi SD, memicu keprihatinan warga. Polisi bertindak cepat dan langsung menangkap tersangka tanpa perlawanan.

Cabuli 4 Siswi SD, Polisi Langsung Tangkap Pelaku

Kronologi mengungkap modus tersangka yang mengundang anak-anak dengan alasan bantuan buku dan alat tulis, namun malah melakukan tindakan bejat. Aparat kini menahan pelaku, memastikan proses hukum berjalan adil, sekaligus memberikan perlindungan dan pendampingan psikologis bagi korban.

Berikut ini,  akan menyoroti kepolisian yang berhasil mengungkap tuntas kasus ini, membawa titik terang pada peristiwa yang sempat menggegerkan publik.

Aksi Cepat Polisi Tersangka Dibekuk di Lokasi Kejadian

Polisi di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, menangkap seorang pria berinisial R (42) yang diduga melakukan pencabulan terhadap empat siswi SD. Penangkapan dilakukan pada Jumat pagi, setelah pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian setempat.

“Kami menerima laporan dari orang tua korban dan segera melakukan penyelidikan. Tersangka berhasil diamankan di rumahnya tanpa perlawanan,” ujar Kapolres. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian dan alat bukti lain yang terkait dengan tindak pidana tersebut.

Langkah cepat aparat kepolisian ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Mereka berharap proses hukum terhadap tersangka dapat berjalan transparan dan adil, sekaligus memberikan perlindungan bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Kronologi Kejadian Yang Mengejutkan

Berdasarkan keterangan saksi dan orang tua korban, kejadian bermula saat tersangka mengundang anak-anak ke rumahnya dengan alasan memberikan bantuan buku dan alat tulis. Namun, bukannya memberikan bantuan, tersangka diduga melakukan pencabulan terhadap keempat siswi. Peristiwa ini terjadi secara bertahap dalam beberapa hari terakhir sebelum laporan dibuat ke polisi.

Orang tua korban menyatakan rasa syok dan marah atas kejadian tersebut. Mereka baru menyadari perubahan perilaku anak-anak mereka, seperti sering menangis dan tampak takut, sebelum akhirnya mendengar pengakuan dari anak-anak. “Kami tidak menyangka hal ini terjadi di lingkungan yang kami anggap aman,” kata salah satu orang tua korban.

Polisi terus memeriksa keterangan saksi tambahan dan mendalami kronologi kejadian. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kasus ini dapat ditangani dengan serius dan korban mendapatkan perlindungan maksimal selama proses hukum berlangsung.

Baca Juga: Seludupkan Kokain Ke Bali, WN Inggris Dituntut 11 Tahun Penjara

Tersangka Dihadapkan Pada Proses Hukum

Tersangka Dihadapkan Pada Proses Hukum=

Setelah penangkapan, tersangka langsung dibawa ke Mapolres Asahan dan ditahan di sel khusus untuk kasus kekerasan seksual terhadap anak. Kapolres menegaskan bahwa tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis terkait kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Kami pastikan tersangka tidak akan lolos dari proses hukum. Perlindungan terhadap korban menjadi prioritas utama kami, termasuk pendampingan psikologis,” jelas AKBP Reza. Polisi juga akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak setempat untuk memastikan anak-anak mendapat bantuan yang layak.

Selain itu, aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika mengetahui adanya dugaan kekerasan terhadap anak. Langkah ini penting agar kasus serupa dapat dicegah dan pelaku tidak bebas meresahkan warga.

Dukungan Masyarakat dan Upaya Perlindungan Anak

Kasus ini memicu keprihatinan luas dari masyarakat Asahan. Banyak warga yang menuntut proses hukum berjalan transparan dan cepat. Mereka juga menekankan pentingnya pendidikan dan pengawasan anak-anak, agar kasus kekerasan seksual dapat diminimalkan di masa depan.

Beberapa lembaga sosial dan organisasi perlindungan anak menawarkan pendampingan psikologis bagi korban. Orang tua korban pun mendapat pendampingan agar dapat membantu anak-anak pulih dari trauma akibat peristiwa tersebut. “Kesehatan mental anak-anak menjadi prioritas kami,” ujar seorang relawan perlindungan anak.

Pihak kepolisian berjanji akan terus memantau kasus ini hingga tuntas. Aparat juga akan meningkatkan patroli dan pengawasan di lingkungan sekolah dan rumah warga. Dengan dukungan masyarakat, diharapkan kasus serupa tidak terjadi lagi dan lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang aman bagi anak-anak.

Jangan ketinggalan informasi terkini seputar Info Kriminal Hari Ini dan beragam berita menarik penambah wawasan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari news.detik.com
Home
Telegram
Tiktok
Instagram