BNNP Sumbar Bongkar Jaringan Ganja Raksasa di Agam, 100 Paket Siap Edar Disita!​

BNNP Sumbar Bongkar Jaringan Ganja Raksasa di Agam, 100 Paket Siap Edar Disita!​

BNNP Sumbar berhasil membongkar jaringan ganja raksasa di Agam, menyita 100 paket siap edar, menangkap pelaku.

BNNP Sumbar Bongkar Jaringan Ganja Raksasa di Agam, 100 Paket Siap Edar Disita!​

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar kembali menunjukkan taringnya memberantas narkotika. Operasi senyap berhasil membongkar jaringan pengedar ganja besar di Bukittinggi dan Agam. Tiga tersangka, termasuk dalang peredaran, diamankan beserta barang bukti ganja dalam jumlah fantastis, membuka tabir gelap peredaran narkoba yang meresahkan masyarakat.

Berikut ini rangkuman berbagai informasi menarik kriminal lainnya yang bisa menambah wawasan Anda hanya di Info Kriminal Hari Ini.

Penyergapan Dini Hari, Mengungkap Jaringan Narkoba

Operasi ini bermula dari informasi intelijen yang diterima BNNP Sumbar mengenai adanya aktivitas pengangkutan narkotika jenis ganja. Laporan masyarakat yang peka terhadap lingkungan sekitar menjadi kunci awal keberhasilan pengungkapan kasus ini. Hal ini menunjukkan pentingnya peran serta komunitas dalam memerangi kejahatan narkoba.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BNNP Sumbar segera melakukan penyelidikan mendalam. Penyelidikan intensif ini mengarah pada target yang dicurigai, sebuah mobil Toyota Hiace berwarna silver dengan nomor polisi BA 7019 MA, yang bergerak di jalur vital Bukittinggi-Medan.

Pada Rabu (17/12/2025) dini hari, sekitar pukul 05.00 WIB, petugas berhasil menghentikan mobil tersebut di Jorong Batang Palupuh, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Dua pria yang berada di dalam kendaraan, Andrey dan Andi, segera diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ganja Tersembunyi, 100 Paket Dalam Karung

Saat penggeledahan, petugas menemukan empat karung besar yang mencurigakan di bagian belakang mobil. Karung-karung tersebut tidak berisi barang biasa, melainkan menyembunyikan rahasia gelap yang menjadi inti dari operasi ini.

Setelah dibuka, karung-karung tersebut berisi total 100 paket narkotika jenis ganja. Setiap paket dibungkus rapi dengan plastik dan lakban cokelat, menunjukkan modus operandi yang terorganisir dan rahasia untuk menghindari deteksi petugas.

Temuan ini merupakan pukulan telak bagi jaringan pengedar, karena berhasil mengamankan pasokan ganja dalam jumlah besar sebelum sempat beredar luas di tengah masyarakat. Ini menunjukkan dedikasi BNNP Sumbar dalam menjaga Sumbar dari bahaya narkotika.

Baca Juga: Rekam Aksi Kriminal, Ojol Bakal Dapat Reward Dari Kapolda Metro

Pengembangan Kasus, Dalang di Balik Layar Terungkap

​Pengembangan Kasus, Dalang di Balik Layar Terungkap​​

Dalam interogasi awal, kedua pelaku, Andrey dan Andi, mengaku bahwa ganja tersebut mereka ambil dari wilayah Penyabungan. Mereka berdalih melakukan ini atas perintah seseorang berinisial S, dan barang haram tersebut akan diantarkan ke rumah S.

Berdasarkan pengakuan krusial tersebut, petugas BNNP Sumbar segera melakukan pengembangan kasus. Tim bergerak cepat untuk mengamankan S, yang diduga menjadi otak di balik peredaran ganja ini, di kediamannya yang terletak di Kabupaten Agam.

S berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Ia membenarkan keterangannya kepada petugas bahwa dirinya memang yang menyuruh Andrey untuk menjemput narkotika jenis ganja tersebut dari daerah Penyabungan, mengonfirmasi perannya sebagai pengendali jaringan.

Proses Hukum Dan Pesan Kemanusiaan

Ketiga tersangka beserta seluruh barang bukti, termasuk 100 paket ganja, empat karung hijau, tiga unit ponsel, dan satu unit mobil Toyota Hiace, kini telah dibawa ke Kantor BNN Provinsi Sumatera Barat. Mereka akan menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus ini kembali mengingatkan kita pada pernyataan Komjen Suyudi, Kepala BNN, yang menegaskan bahwa pemberantasan narkoba adalah isu kemanusiaan, bukan sekadar kriminalitas. Narkoba merusak generasi dan ketahanan bangsa, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Pentingnya rehabilitasi bagi pengguna narkoba juga ditekankan, sebagai korban yang harus disembuhkan, bukan dipenjara. Penegakan hukum yang tegas terhadap pengedar, diiringi dengan upaya rehabilitasi, menjadi strategi komprehensif dalam memerangi peredaran dan dampak buruk narkotika.

Ikuti perkembangan Info Kriminal terupdate setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru dan akurat seputar dunia kriminal hanya di Info Kriminal Hari Ini.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari news.detik.com
  2. Gambar Kedua dari news.detik.com
Home
Telegram
Tiktok
Instagram