Brimob Siaga Di Terowongan Manggarai Usai Tawuran Awal Tahun

Brimob Siaga Di Terowongan Manggarai Usai Tawuran Awal Tahun

Awal tahun 2026 diwarnai ketegangan serius di Terowongan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, aparat kepolisian turun mengawasi situasi.

Brimob Siaga Di Terowongan Manggarai Usai Tawuran Awal Tahun

Lokasi yang seharusnya menjadi jalur ramai aktivitas sehari-hari, justru menjadi saksi bisu tawuran antarwarga yang meresahkan. Insiden ini, yang dipicu oleh hal sepele, menunjukkan betapa rentannya kerukunan sosial di tengah masyarakat perkotaan. ​Menanggapi situasi tersebut, Brimob Polda Metro Jaya segera turun tangan, bukan hanya untuk meredam, tetapi juga untuk mencegah terulangnya kekerasan serupa.​

Berikut ini rangkuman berbagai informasi menarik kriminal lainnya yang bisa menambah wawasan Anda hanya di Info Kriminal Hari Ini.

Malam Tahun Baru Yang Berujung Ricuh, Api Petasan Dan Batu Melayang

Terowongan Manggarai kembali menjadi sorotan publik pasca-tawuran antarwarga yang pecah pada Jumat (2/1) sekitar pukul 15.00 WIB. Insiden ini melibatkan warga dari Gang Tuyul RW 04 dan warga Magasen RW 012, memecah ketenangan awal tahun baru dengan aksi kekerasan.

Pemicu tawuran diduga berawal dari petasan yang dinyalakan di sekitar Jalan Dr. Saharjo atau Terowongan Manggarai. Dari percikan api petasan, situasi memanas dengan cepat, berujung pada aksi saling serang menggunakan batu dan petasan. Sekitar 20 orang diduga terlibat dalam bentrokan ini, menciptakan kekacauan di area vital tersebut.

Petugas dari jajaran Polrestro Jakarta Selatan segera merespons laporan dan bergerak cepat membubarkan massa. Gas air mata terpaksa digunakan untuk mengurai kerumunan dan mengimbau warga agar kembali ke permukiman masing-masing, mengakhiri kekerasan yang terjadi.

Dampak Tawuran Dan Gas Air Mata, Pengguna KRL Terkena Imbas

Tawuran di Terowongan Manggarai tidak hanya menimbulkan kericuhan di lokasi, tetapi juga berdampak pada sejumlah pengguna KRL di Stasiun Manggarai. Aksi pembubaran massa menggunakan gas air mata menyebabkan asap gas tersebut terbawa angin hingga ke area stasiun.

Pihak KAI Commuter Line Indonesia (KCI) mengonfirmasi bahwa gas air mata memang mengenai para pengguna KRL. Karina Amanda, VP Corporate Secretary KCI, menjelaskan bahwa insiden ini terjadi terkait tawuran di underpass barat Stasiun Manggarai pada waktu tersebut.

Karina Amanda menambahkan bahwa pengguna KRL yang terkena efek gas air mata segera diarahkan ke pos kesehatan Stasiun Manggarai untuk mendapatkan penanganan pertama. Meskipun demikian, operasional perjalanan Commuter Line tidak terganggu oleh kejadian ini, memastikan layanan tetap berjalan.

Baca Juga: Pengakuan Mengejutkan! Pembunuh di Sanggau Kirim Pesan WA ke Ibu Kos Usai Karungi Jenazah Teman

Langkah Preventif Brimob, Patroli Dan Siaga Untuk Keamanan

Langkah Preventif Brimob, Patroli Dan Siaga Untuk Keamanan

Pasca-tawuran, Brimob Polda Metro Jaya tidak tinggal diam. Mereka segera melakukan pemantauan intensif di Terowongan Manggarai untuk memastikan situasi benar-benar aman dan kondusif. Langkah ini merupakan upaya preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lanjutan.

Unit Patroli Brimob Satuan Brimob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran area terowongan dan sekitarnya sejak pagi hari. Komandan Satuan Brimob (Dansat Brimob) Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Henik Maryanto, menyatakan bahwa kegiatan ini juga bertujuan memberikan rasa aman kepada warga.

Monitoring lanjutan juga melibatkan pembagian Unit Patroli Brimob ke dua titik strategis, Terminal Bus Manggarai dan Pintu Air Jalan Tambak Manggarai. Personel melakukan patroli sekaligus siaga di lokasi-lokasi tersebut untuk memastikan tidak ada potensi gangguan lanjutan.

Sinergi Penegak Hukum, Menjaga Stabilitas Dan Ketertiban

Kehadiran Brimob di Terowongan Manggarai bukan hanya sebagai respons atas insiden, melainkan juga sebagai bentuk dukungan terhadap tugas kepolisian kewilayahan. Brimob Polda Metro Jaya menegaskan kesiapan mereka untuk mendukung upaya kepolisian dalam menjaga ketertiban.

Kombes Polisi Henik Maryanto menekankan bahwa dukungan ini diwujudkan melalui kehadiran yang preventif, profesional, dan humanis. Tujuannya adalah untuk menjaga ketertiban serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, mencegah terulangnya insiden yang meresahkan.

Sinergi antara Brimob dan kepolisian kewilayahan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang stabil dan aman. Upaya bersama ini diharapkan dapat meminimalisir konflik sosial dan memastikan bahwa kawasan Terowongan Manggarai tetap menjadi area yang aman bagi seluruh pengguna jalan dan warga sekitar.

Ikuti perkembangan Info Kriminal terupdate setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru dan akurat seputar dunia kriminal hanya di Info Kriminal Hari Ini.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari kumparan.com
Home
Telegram
Tiktok
Instagram