Detik-Detik Mencekam! Pemuda Jadi Korban Begal di Tengah Jalan Desa

Detik-Detik Mencekam! Pemuda Jadi Korban Begal di Tengah Jalan Desa

Seorang pemuda mengalami pengalaman mengerikan saat dirampok begal bersenjata di tengah jalan desa yang sepi.

Detik-Detik Mencekam! Pemuda Jadi Korban Begal di Tengah Jalan Desa

Perjalanan pulang seorang pemuda usai memancing di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, berubah menjadi mimpi buruk yang tak terlupakan. Di tengah jalan desa yang sepi, ia menjadi korban begal bersenjata api. Motornya raib dibawa kabur pelaku, meninggalkan trauma mendalam bagi korban dan teman-temannya. Insiden mencekam ini kembali menyoroti kerawanan di daerah terpencil.

Berikut ini rangkuman berbagai informasi menarik kriminal lainnya yang bisa menambah wawasan Anda hanya di Info Kriminal Hari Ini.

Aksi Pembegalan Sadis di Jalan Sepi

Insiden pembegalan yang mengerikan ini terjadi pada hari Jumat, 26 Desember 2025, sekitar pukul 16.30 WIB. Lokasinya di Jalan Desa Banjar Dewa, Kecamatan Banjar Agung, sebuah kawasan yang dikenal sepi dan dikelilingi perkebunan singkong. Kondisi ini membuat para pelaku merasa leluasa melancarkan aksinya tanpa takut terdeteksi.

Korban, seorang pelajar berinisial RAF, saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari memancing bersama tiga temannya. Mereka melintasi jalan yang sunyi, tidak menyadari bahaya yang mengintai di balik kesunyian perkebunan tersebut. Situasi sepi memang seringkali menjadi incaran empuk bagi para begal.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang, AKP Noviarif Kurniawan, kejadian bermula saat RAF menghentikan laju motornya untuk membantu temannya yang terjatuh. Momen ini dimanfaatkan oleh dua pelaku yang sebelumnya berpapasan, lalu berbalik arah dan langsung melancarkan aksinya. Kelengahan sesaat ini berbuah petaka.

Diancam Pistol, Motor Honda Beat Raib

Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung merampas sepeda motor korban. Mereka menggunakan benda yang menyerupai senjata api untuk mengancam RAF dan teman-temannya. Ancaman ini membuat para pelajar tersebut tidak berdaya dan tidak berani melakukan perlawanan, mengingat nyawa mereka menjadi taruhan.

Dalam kondisi tertekan dan ketakutan, RAF dan teman-temannya hanya bisa pasrah melihat sepeda motor Honda Beat milik korban dibawa kabur oleh para begal. Setelah berhasil menggasak motor, pelaku segera melarikan diri dari lokasi kejadian, menghilang begitu saja di tengah kesunyian jalan desa.

Setelah para pelaku pergi, korban yang masih diliputi rasa takut dan syok, berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Orang tua RAF yang mengetahui insiden ini segera melaporkan peristiwa pembegalan tersebut kepada Polres Tulang Bawang, berharap agar pelaku segera ditangkap.

Baca Juga: Tahun Baru 2026, Polresta Denpasar Larang Pesta Kembang Api

Gerak Cepat Polisi, Satu Pelaku Berhasil Diringkus

Gerak Cepat Polisi, Satu Pelaku Berhasil Diringkus​

Berbekal laporan dan informasi awal dari korban, Tim Tekab 308 Satreskrim Polres Tulang Bawang langsung bergerak cepat melakukan pengejaran. Respons sigap ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat.

Hanya berselang sekitar 50 menit setelah kejadian, keberhasilan pun menghampiri petugas. Satu dari dua pelaku, yang diketahui bernama Pendi (25), berhasil diringkus di Jalan Lintas Timur, Menggala. Sepeda motor Honda Beat milik korban juga berhasil diamankan dari tangan pelaku.

AKP Noviarif Kurniawan menegaskan bahwa Pendi diberikan tindakan tegas terukur di bagian kaki karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Sementara itu, satu pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi pembegalan ini masih dalam pengejaran intensif oleh pihak kepolisian.

Ancaman Hukuman Dan Proses Hukum Lanjut

Pelaku Pendi saat ini ditahan di Mapolres Tulang Bawang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia akan dijerat dengan Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan kekerasan. Pasal ini memiliki ancaman hukuman pidana penjara maksimal sembilan tahun, menunjukkan keseriusan kejahatan yang dilakukannya.

Penangkapan Pendi menjadi peringatan bagi para pelaku kejahatan bahwa polisi tidak akan tinggal diam. Meskipun satu pelaku masih buron, pihak kepolisian berkomitmen untuk terus memburunya hingga berhasil ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

Kasus ini juga diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat, terutama bagi mereka yang sering melintasi jalan-jalan sepi. Pentingnya keamanan diri dan segera melaporkan tindakan kriminal kepada pihak berwajib adalah langkah krusial untuk mencegah kejahatan serupa terulang.

Ikuti perkembangan Info Kriminal terupdate setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru dan akurat seputar dunia kriminal hanya di Info Kriminal Hari Ini.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari pusiknas.polri.go.id
  2. Gambar Kedua dari liputan6.com
Home
Telegram
Tiktok
Instagram