Seorang warga Ukraina diculik di Jimbaran, meminta tebusan fantastis Rp168 miliar, kini tubuhnya ditemukan dimutilasi.
Kasus penculikan WNA Ukraina di Bali berujung mutilasi. Ihor Komarav (28) hilang di Jimbaran 15 Februari 2026 setelah video dirinya terikat dan minta tebusan Rp168 miliar. Potongan tubuh ditemukan 27 Februari 2026 di Muara Sungai Wos, Desa Ketewel, Gianyar, diduga jasad Ihor. Peristiwa ini mengguncang keamanan wisatawan Bali dan menarik perhatian publik.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini akan merangkum kasus penculikan dan mutilasi WNA Ukraina di Jimbaran, Bali, serta berita kriminal menarik lainnya.
Jejak Penculikan di Jimbaran
Penculikan Ihor terjadi 15 Februari 2026 malam di Jalan Jimbaran, Kuta Selatan. Saat bersepeda turun tanjakan, korban dan temannya terpisah, dan ketika teman kembali, keduanya sudah hilang. Barang milik Ihor, termasuk ponsel dan dompet, ditemukan di lokasi sebagai bukti awal. Polsek Kuta Selatan segera mengamankan barang bukti dan memulai penyelidikan.
Kasus ini viral setelah muncul video Ihor yang menangis, terikat, dan meminta keluarga menyiapkan tebusan. Dalam video, ia meminta keluarga di Ukraina mengirim USD 10 juta (Rp168 miliar) ke rekening tertentu. Polisi mengonfirmasi keberadaan video tersebut, tetapi masih menelusuri kapan dan di mana rekaman dibuat.
Polda Bali menetapkan laporan resmi dan mengerahkan tim gabungan. Penyelidikan fokus pada saksi mata, rekaman CCTV di Jimbaran, dan jejak digital pelaku. Polisi mengimbau masyarakat tidak menyebar hoaks dan percaya hanya pada informasi resmi. Tim juga mengamankan ponsel korban untuk analisis lebih lanjut.
Permintaan Tebusan Rp168 miliar
Permintaan tebusan Rp168 miliar menjadi sorotan utama kasus ini. Dalam video, Ihor meminta keluarga menransfer uang tersebut melalui rekening tertentu, dengan ancaman nyawa terancam jika gagal. Polisi mengkonfirmasi keluarga korban tidak pernah membayar tebusan, sehingga pelaku diduga melakukan aksi kekerasan.
Tim cyber crime Polda Bali mengusut aliran dana dan rekening yang disebut dalam video. Polisi bekerja sama dengan Interpol untuk melacak kontak pelaku, termasuk nomor telepon dan akun media sosial. Penyelidikan menunjukkan pelaku mungkin bagian dari kelompok lintas negara yang mengincar turis kaya.
Polisi menyatakan tebusan fantastis ini belum pernah terjadi di Bali. Pelaku diduga memilih Ihor karena statusnya sebagai turis kaya, mungkin terkait aset kripto. Penolakan pembayaran tebusan menjadi kunci pengungkapan jaringan pelaku, yang kini tengah diburu.
Baca Juga: Usai Bunuh Lansia, Pelaku Coba Buat Alibi Palsu! Kini Divonis 13 Tahun
Penemuan Potongan Jasad di Ketewel
Babak kelam terungkap pada 27 Februari 2026, ketika potongan tubuh manusia ditemukan di Muara Sungai Wos, Pantai Ketewel. Potongan kepala, lengan, kaki, dan organ dalam tersebar di bibir pantai. Tim gabungan polisi olah TKP, mengumpulkan barang bukti dan memastikan area aman.
Kombes Ariasandy menyatakan potongan tubuh diduga milik Ihor, berdasarkan tato bergambar Bunda Maria di lengan dan jam tangan milik korban. Tato ini menjadi petunjuk kuat, meskipun polisi tetap mengandalkan hasil DNA. Potongan tubuh dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk autopsi.
Tim DVI mengambil sampel DNA untuk dicocokkan dengan keluarga Ihor di Ukraina. Polisi mengimbau warga tidak mendekat ke TKP untuk menjaga bukti. Penyelidikan menyisir pesisir dan sungai mencari potongan lain. Polisi juga mengamankan rekening pelaku yang terkait tebusan.
Pengungkapan Pelaku Dan Dampak ke Bali
Polda Bali menetapkan enam WNA sebagai tersangka penculikan Ihor pada 27 Februari 2026. Satu pelaku sempat kabur ke NTB sebelum ditangkap. Polisi mengamankan saksi, termasuk teman korban. Pelaku mengaku terlibat penculikan tetapi mengelak membunuh.
Kasus ini mengancam citra Bali sebagai destinasi wisata aman. Polisi menegaskan patroli diperketat di Jimbaran dan Kuta Selatan. Polda Bali bekerja sama dengan KBRI Ukraina untuk memfasilitasi keluarga. Polisi mengusut jaringan pelaku lintas provinsi dan menghubungi Interpol.
Hasil autopsi diharapkan rilis pekan depan, memastikan identitas korban. Polisi berjanji menghukum pelaku setimpal. Kasus ini menjadi momentum memperbaiki keamanan dan kepercayaan wisatawan.
Jangan sampai ketinggalan! Info Kriminal Hari Ini akan menghadirkan kabar terbaru dan mengejutkan seputar dunia kriminal setiap harinya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.fin.co.id
- Gambar Kedua dari radarbali.jawapos.com