Sebuah tatapan mata sepele memicu amarah pelaku, hingga pengusaha ayam penyet tewas tragis dengan cara keji.
Pangalengan kembali digemparkan oleh sebuah insiden tragis yang merenggut nyawa seorang pengusaha muda. Apa yang bermula dari tatapan mata sepele berujung pada aksi keji yang tak terbayangkan. Kasus pembunuhan berencana ini mengungkap sisi gelap emosi manusia dan bagaimana masalah kecil dapat berujung pada malapetaka.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini Akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.
Detik-Detik Mencekam di Warung Ayam Penyet
Kejadian bermula pada Sabtu malam, 17 Januari 2026, di sebuah warung ayam penyet di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Korban, VS, seorang pengusaha muda berusia 20 tahun pemilik warung tersebut, tengah melayani pelanggannya seperti biasa. Namun, malam itu, suasana damai warung berubah menjadi mencekam tanpa disadari.
Pelaku, RS, seorang buruh tani, datang ke warung dan terlibat kontak mata dengan VS. Tatapan mata yang sekilas itu ternyata membangkitkan rasa sakit hati yang mendalam pada diri RS. Tanpa pikir panjang, emosi menguasai dirinya hingga ia mengambil pisau di warung dan menyembunyikannya di pinggang.
Keputusan impulsif RS untuk menyimpan pisau mengindikasikan adanya niat buruk yang telah terbentuk dalam benaknya. Dari sinilah, benang merah tragedi mulai terurai. Tatapan mata yang dianggap sepele oleh sebagian orang, justru menjadi pemicu sebuah rencana keji yang tak termaafkan.
Jebakan Maut Berkedok Permintaan Rokok
Ketika VS hendak meninggalkan warungnya, RS menghampiri dan menumpang kendaraan korban dengan dalih ingin membeli rokok. Korban, yang tidak menaruh curiga sedikit pun, mengizinkan pelaku untuk ikut serta dalam perjalanannya. Kepercayaan VS ini justru dimanfaatkan oleh RS sebagai kesempatan untuk melancarkan aksi kejinya.
Dalam perjalanan yang seharusnya singkat tersebut, suasana berubah menjadi sangat mengerikan. RS tiba-tiba menyerang VS secara membabi buta. Tebasan pisau tajam mengenai area leher korban, menyebabkan VS terjatuh tak berdaya di tengah jalan.
Meski dalam kondisi terluka parah, VS masih berusaha melawan. Namun, perlawanan itu sia-sia. RS kembali menghujamkan pisaunya ke perut korban sebanyak dua kali, memastikan VS tak lagi bernyawa. Momen mengerikan ini menjadi puncak dari aksi brutal yang dipicu oleh emosi sesaat.
Baca Juga: Korban Dugaan Pelecehan Guru SDN Tangsel Bertambah Jadi 16 Murid
Upaya Licik Menghilangkan Jejak Kejahatan
Setelah memastikan VS meninggal dunia, RS kemudian berupaya menghilangkan jejak kejahatannya. Dengan dingin, ia membuang jasad korban ke semak-semak yang sepi. Lokasi terpencil ini dipilih untuk menyembunyikan perbuatannya dari pandangan orang lain.
Namun, tindakan membuang mayat saja tidak cukup bagi RS. Untuk lebih mengaburkan bukti dan mencegah identifikasi, ia melakukan tindakan yang lebih keji, membakar jasad korban. Aksi brutal ini menunjukkan tingkat kekejaman dan keputusasaan pelaku untuk menutupi kejahatannya.
Tindakan membakar mayat merupakan upaya ekstrem untuk menghapus segala bukti fisik yang bisa mengarah padanya. Ini adalah bagian dari rencana licik yang dilakukan RS, sebuah kejahatan berencana yang dipicu oleh hal yang sangat sepele.
Penyelidikan Cepat Dan Tanggapan Aparat
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung, melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan berencana ini. Di bawah pimpinan Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono, tim penyidik berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku, RS, dalam waktu singkat. Penyelidikan intensif pun segera dilakukan.
Kombes Aldi Subartono menegaskan bahwa pembunuhan ini bermotif sakit hati pelaku yang merasa tidak terima ditatap oleh korban. Motif yang terdengar sepele ini menjadi alasan di balik kekejaman yang tak terbayangkan. Aparat berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini demi keadilan bagi korban.
Kasus ini menjadi pengingat betapa rentannya nyawa manusia dan bagaimana emosi sesaat dapat berujung pada tindakan kriminal yang mengerikan. Pihak kepolisian akan memastikan pelaku mendapatkan hukuman setimpal sesuai dengan perbuatannya, demi memberikan efek jera dan menjaga ketertiban masyarakat.
Ikuti perkembangan Info Kriminal terupdate setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru dan akurat seputar dunia kriminal hanya di Info Kriminal Hari Ini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari vecteezy.com