Seorang kakak tega membunuh adik kandungnya, buron selama tiga bulan, sebelum akhirnya berhasil ditangkap pihak kepolisian.
Pelarian Ardi Heriansyah (27), tersangka pembunuh adik kandungnya, Ayyub Febriansyah (25), akhirnya berakhir. Setelah tiga bulan menjadi buronan, Ardi berhasil ditangkap di Kalimantan Timur. Kasus pembunuhan yang mengguncang Kota Makassar ini dipicu oleh dendam dan konflik keluarga yang berujung pada tragedi memilukan, menyoroti kompleksitas hubungan antar-saudara.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini Akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.
Awal Mula Tragedi Dan Motif Pembunuhan
Tragedi ini bermula pada akhir November 2025, saat Ardi dan Ayyub terlibat cekcok di rumah mereka di Makassar. Perselisihan terjadi setelah Ardi merasa kamarnya dibiarkan berantakan oleh adiknya. Konflik sepele ini, menurut Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, memicu ketersinggungan pada korban dan berujung pada perkelahian fisik antara keduanya.
Meskipun sempat dilerai oleh pihak keluarga, dendam rupanya masih membara di hati Ardi. Sepekan setelah perkelahian pertama, Ardi meninggalkan rumah sambil membawa sebilah parang. Ia kemudian mendatangi Ayyub yang sedang makan siang di sebuah warung di Jalan Gunung Latimojong pada 1 Desember 2025.
Pertemuan tersebut kembali memicu cekcok sengit. Ardi yang sudah dikuasai emosi, melakukan penikaman sebanyak lima kali terhadap adiknya. Penikaman brutal ini mengakibatkan Ayyub Febriansyah meninggal dunia di tempat kejadian, mengakhiri hidupnya di tangan kakak kandungnya sendiri.
Penangkapan Pelaku di Samarinda
Usai melakukan penikaman, Ardi Heriansyah langsung melarikan diri untuk menghindari kejaran polisi. Pelaku berhasil kabur dan bersembunyi selama kurang lebih tiga bulan, menyulitkan proses pencarian oleh aparat penegak hukum. Pelarian ini menunjukkan upaya pelaku untuk lepas dari konsekuensi perbuatannya.
Namun, pelarian Ardi akhirnya terhenti di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur. Tim gabungan Resmob Polda Sulsel dan Polsek Bontoala berhasil melacak keberadaan pelaku dan melakukan penangkapan pada Rabu, 25 Februari 2026 dini hari. Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras dan koordinasi antar-kepolisian.
Kepada polisi, Ardi mengakui perbuatannya dan motif di balik penikaman tersebut. Ia mengaku sakit hati setelah terlibat konflik berkepanjangan dengan adiknya. AKP Wawan Suryadinata menegaskan bahwa motif utama pembunuhan ini adalah sakit hati akibat konflik keluarga yang tidak terselesaikan dengan baik.
Baca Juga: Heboh! Kasus Pelajar Habisi Kakak Kandung di Jakut Bikin Netizen Terkejut!
Dugaan Pemicu Dendam Dan Kecemburuan
Muh Rafli, tetangga sekaligus kerabat korban, mengungkapkan salah satu dugaan pemicu dendam Ardi. Ia menyebut bahwa Ayyub pernah menyiram Ardi dengan minyak panas saat cekcok sebelumnya. Peristiwa inilah yang diduga kuat menjadi akar dendam yang kemudian berujung pada tindakan keji tersebut.
Selain insiden minyak panas, ayah sambung korban, Nasir, juga menduga adanya kecemburuan yang dirasakan Ardi terhadap adiknya. Ardi merasa ibunya lebih menyayangi Ayyub, sementara ia merasa kurang diperhatikan. Rasa cemburu ini diduga menumpuk dan memperburuk konflik antar-saudara tersebut.
Nasir membantah adanya pilih kasih dari orang tua terhadap kedua anaknya. Ia menjelaskan bahwa Ardi dan Ayyub memang kerap berselisih paham sebelum kejadian pembunuhan. Namun, Ardi merasa cemburu karena menganggap adiknya lebih disayang, menjadi faktor kompleks dalam dinamika keluarga mereka.
Refleksi Konflik Keluarga
Kasus ini menjadi cerminan tragis dari konflik keluarga yang tidak tertangani dengan baik. Dari perselisihan kecil mengenai kamar berantakan hingga insiden penyiraman minyak panas dan kecemburuan, setiap elemen berkontribusi pada akumulasi dendam. Komunikasi yang buruk dan emosi yang tak terkendali dapat mengubah hubungan darah menjadi permusuhan mematikan.
Penangkapan Ardi di Samarinda menandai akhir dari perburuan panjang. Namun, ini juga menjadi awal dari proses hukum yang akan mengadili perbuatannya. Kasus ini diharapkan memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya penyelesaian konflik secara damai dan peran keluarga dalam meredakan ketegangan.
Pihak berwenang akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap semua fakta di baliknya. Tragedi pembunuhan antar-saudara ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat, menjadi pengingat akan bahaya dendam yang tidak terobati dalam ikatan persaudaraan.
Ikuti perkembangan Info Kriminal terupdate setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru dan akurat seputar dunia kriminal hanya di Info Kriminal Hari Ini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari sultra.genpi.co