Seorang ibu berinisial I (28) di Jakut diserang oleh orang tak dikenal (OTK) saat mengantar anaknya ke sekolah pada Kamis, 7 Agustus 2025.

Insiden ini terjadi di kawasan Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan telah menjadi viral di media sosial. Korban mengalami luka memar di sekujur tubuhnya, termasuk kaki kanan dan kiri, serta mengalami trauma psikologis.
Polisi kini sedang menyelidiki kasus ini, dan identitas terduga pelaku telah dikantongi. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kriminal Hari Ini.
Insiden Penganiayaan dan Kondisi Korban
Pada Kamis, 7 Agustus 2025, seorang ibu berinisial I (28) menjadi korban penganiayaan saat mengantar anaknya ke sekolah Taman Kanak-kanak (TK) di kawasan Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Video kejadian yang menunjukkan bahwa insiden bermula ketika korban tiba di depan sekolah TK.
Tiba-tiba, seorang wanita datang dan langsung menarik rambut korban hingga ia jatuh tersungkur ke aspal. Pelaku bahkan terus menarik rambut korban dengan keras meskipun korban sudah terjatuh.Akibat penganiayaan tersebut, I mengalami luka memar di kaki kanan dan kiri serta merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
Selain luka fisik, korban juga mengalami guncangan psikologis dan trauma. I menyatakan bahwa ia masih merasa kaget dan gemetar setiap kali mengingat kejadian tersebut. Korban telah menjalani visum dan melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Utara pada hari yang sama.
Identifikasi dan Motif Terduga Pelaku
Korban, I, mengaku tidak mengenal pelaku yang tiba-tiba menyerangnya secara membabi buta. Namun, setelah kejadian, warga sekitar memberikan informasi bahwa pelaku berinisial L. L diketahui merupakan istri dari pelanggan yang sering menyewa mobil di tempat I bekerja.
Berdasarkan rekaman video yang diterima, L terlihat mengenakan daster putih dan berlari dari sisi kiri untuk menyerang I yang sedang duduk di depan TK setelah mengantar anaknya masuk kelas.Menurut kesaksian korban, pelaku L tiba-tiba meneriakinya dengan suara menyerupai gonggongan anjing sebelum serangan terjadi.
I sempat mencoba mengklarifikasi maksud teriakan tersebut, tetapi situasi berubah drastis ketika pelaku langsung menyerangnya. Motif pasti di balik serangan ini belum diungkapkan oleh pihak kepolisian, dan kasus ini masih dalam pendalaman. Setelah insiden tersebut, L dan suaminya dilaporkan melarikan diri dari rumah kontrakan mereka di kawasan Muara Bahari.
Baca Juga: Densus 88 Ungkap 2 ASN Aceh Miliki Peran Penting di Organisasi Terorisme
Penyelidikan Oleh Pihak Kepolisian

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Ongkoseno, membenarkan bahwa pihak kepolisian sedang menyelidiki kasus penganiayaan ini. Laporan korban telah diterima, dan penyelidikan terhadap pelaku sedang dilakukan. Ongkoseno menyatakan bahwa identitas terduga pelaku telah dikantongi, meskipun penyebab korban diserang oleh OTK tersebut belum diungkapkan secara rinci.
Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus ini. Korban berharap agar proses hukum berjalan cepat dan pelaku segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus penganiayaan seorang ibu ini menarik perhatian publik karena terjadi di lingkungan sekolah saat aktivitas rutin berlangsung, dan insiden ini juga terekam kamera CCTV.
Peran Media Sosial dan Kewaspadaan Publik
Kasus penganiayaan ibu di Jakarta Utara ini menjadi viral di media sosial, terutama setelah video kejadian diunggah. Media sosial berperan penting dalam menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran publik mengenai insiden ini. Viralnya kasus ini juga menunjukkan kekuatan media sosial dalam memobilisasi perhatian terhadap isu-isu kekerasan dan kejahatan.
Publik diharapkan tetap waspada terhadap lingkungan sekitar, terutama di area publik seperti sekolah. Meskipun media sosial dapat membantu dalam penyebaran informasi dan dukungan bagi korban, penting juga untuk memastikan bahwa informasi yang dibagikan akurat dan tidak menimbulkan spekulasi yang tidak berdasar.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya respons cepat dari pihak berwajib dalam menindaklanjuti laporan kekerasan untuk memastikan keadilan bagi korban dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
Dampak Psikologis dan Harapan Korban
Dampak penganiayaan tidak hanya terbatas pada luka fisik, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis yang mendalam bagi korban. I (28) mengungkapkan bahwa ia masih merasa syok dan tremor setelah kejadian. Trauma semacam ini dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari korban, termasuk dalam menjalankan perannya sebagai ibu yang mengantar anak ke sekolah.
I menyatakan harapannya agar kasus ini segera ditindaklanjuti oleh polisi untuk memberikan efek jera kepada pelaku. Ia menekankan bahwa Indonesia adalah negara hukum, dan tindakan penganiayaan tidak bisa dilakukan sembarangan. Harapan korban adalah agar pelaku dapat segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.
Kesimpulan
Insiden penganiayaan seorang ibu di Jakarta Utara saat mengantar anaknya ke sekolah adalah kasus serius yang melibatkan kekerasan fisik dan trauma psikologis. Pihak kepolisian telah memulai penyelidikan, dan identitas terduga pelaku berinisial L telah diketahui.
Kasus ini menyoroti pentingnya keamanan di lingkungan publik, respons cepat dari aparat penegak hukum, serta dampak mendalam yang dialami korban. Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap tentang Ibu di Jakut Diserang OTK hanya di INFO KRIMINAL HARI INI.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari sinpo.id
- Gambar Kedua dari news.detik.com