Seorang pria berinisial DM ditemukan meninggal di Kali Sunter, Jakarta Utara, setelah diduga mencoba melarikan diri ketika kepergok warga.

Peristiwa tragis itu menarik perhatian masyarakat, sementara tim penyelam dan aparat segera melakukan evakuasi serta penanganan korban secara cepat. Berikut ini Info Kriminal Hari Ini akan memberikan informasi menarik tentang kronologi lengkap peristiwa tragis seorang pria yang meninggal di Kali Sunter, Jakarta Utara.
Kronologi Kejadian Kejar-Kejaran Dengan Warga
Peristiwa bermula sekitar pukul 04.30 WIB di Jalan Pembangunan I, Kelurahan Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Warga yang mencurigai gerak-gerik DM sempat menanyakan maksud kehadirannya di lokasi. Menurut Kanit Reskrim Polsek Koja, saat ditanya, DM tidak memberikan jawaban jelas dan hanya beralasan ingin meminjam charger HP.
Curiga dengan gelagatnya, warga kemudian membawa DM ke Pos RT 12 untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Di tengah perjalanan, warga melihat seseorang lain yang menunggu di atas sepeda motor, diduga sebagai rekan DM.
“Menyadari situasi, kedua orang tersebut mencoba melarikan diri. Salah satu berhasil kabur menggunakan sepeda motor, sementara yang lainnya berlari menuju Kali Sunter dan menceburkan diri,” jelas Kanit Reskrim Polsek Koja.
Upaya Penyelamatan Oleh Tim Damkar dan Warga
Begitu mengetahui DM menceburkan diri, warga segera melaporkan kejadian tersebut ke petugas Damkar Sektor Koja. Tim penyelam pun langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian di Kali Sunter. Pencarian dilakukan dengan cepat mengingat kondisi air yang berarus cukup deras pada pagi itu.
Setelah beberapa jam pencarian, sekitar pukul 09.15 WIB, tim berhasil menemukan DM dalam kondisi meninggal dunia. Korban kemudian dievakuasi ke daratan dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Koja, Kompol Andry Suharto, memastikan bahwa upaya evakuasi dilakukan secara profesional dengan tetap memperhatikan keselamatan tim penyelam dan warga sekitar.
Baca Juga: Guru PPPK OKU Ditemukan Tewas Terikat, Keluarga Menolak Autopsi
Penanganan Polisi dan Identifikasi Korban

Setelah jenazah berhasil dievakuasi, Polsek Koja melakukan berbagai prosedur penanganan hukum dan identifikasi korban. Proses tersebut meliputi olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, serta identifikasi jenazah. Selain itu, koordinasi dengan Palang Hitam dilakukan untuk memastikan prosedur hukum berjalan sesuai ketentuan.
Jenazah DM kemudian dikirim ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk visum et repertum dan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini dilakukan guna memastikan penyebab kematian sesuai fakta di lapangan dan menghindari spekulasi yang tidak berdasar.
Kapolsek menegaskan, semua prosedur ini penting untuk memastikan keadilan bagi korban sekaligus menjaga ketertiban di lingkungan masyarakat.
Analisis Kejadian Panik Menjadi Pemicu Tragedi
Berdasarkan fakta yang dihimpun di lapangan, kematian DM disebabkan oleh tindakannya sendiri yang melompat ke Kali Sunter saat panik dikejar warga. Situasi panik ini menjadi pemicu utama tragedi, di mana korban tampaknya merasa tidak ada jalan lain untuk menghindari kejaran.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat mengenai pentingnya pengawasan lingkungan dan tanggap terhadap gerak-gerik mencurigakan, sekaligus menunjukkan risiko ekstrem dari tindakan kriminal yang gagal.
Selain itu, peristiwa ini mengingatkan aparat kepolisian dan warga untuk selalu mengutamakan keselamatan saat menghadapi pelaku kejahatan agar tragedi serupa tidak terulang.
Kondisi Terkini dan Tindakan Kepolisian
Setelah kejadian, situasi di lokasi dianggap aman dan kondusif. Polsek Koja bersama personel Unit Reskrim terus melakukan pengawasan dan patroli rutin di sekitar wilayah tersebut.
Kapolsek Koja menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai prosedur menghadapi pelaku kriminal, termasuk pentingnya menghindari konfrontasi fisik yang berisiko bagi korban dan warga.
“Dari peristiwa ini, kita berharap masyarakat tetap waspada. Namun tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Polsek juga memastikan bahwa proses hukum terhadap kasus ini tetap berjalan sesuai prosedur, meskipun korban telah meninggal, untuk menjaga ketertiban dan kepastian hukum di wilayah Jakarta Utara.
Temukan berbagai informasi terkini yang dikemas secara lengkap dan mudah dipahami, membantu Anda mengikuti perkembangan terbaru seputar Jakarta hanya di kejadianjakarta.info.