Mencekam! Matel nekat tusuk advokat di Tangerang saat tarik mobil, korban terluka dan polisi tengah lakukan penyelidikan intensif.
Insiden mengejutkan terjadi di Tangerang saat seorang matel menyerang advokat yang sedang mengeksekusi penarikan mobil. Kejadian ini membuat warga sekitar panik dan pihak kepolisian segera turun tangan untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.
Advokat Jadi Korban Penusukan Debt Collector Di Tangerang
Seorang advokat bernama Bastian Sori (40) mengalami penusukan oleh sekelompok orang yang diduga sebagai debt collector atau mata elang (matel) di Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Insiden ini terjadi saat pelaku berupaya menarik mobil Toyota Fortuner milik korban yang menunggak cicilan.
Kejadian tersebut terekam video amatir yang kemudian viral di media sosial, menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar. Dalam video terlihat dua pria memasuki mobil putih bernopol B-2540-JUN dan langsung tancap gas, memicu reaksi histeris seorang saksi.
Istri korban yang berada di lokasi pun menjerit histeris saat melihat Bastian terluka, memperlihatkan luka tusuk di bagian perut korban. Insiden ini terjadi pada Senin (23/2), menambah sorotan publik terkait praktik penagihan yang brutal.
Kronologi Penusukan Dan Penolakan Prosedur
Kejadian bermula ketika para pelaku mendatangi kediaman korban di kawasan Karawaci, Tangerang, untuk menarik kendaraan korban. Bastian menolak penarikan tersebut karena prosedur yang dilakukan dinilai tidak sesuai ketentuan hukum.
Penolakan ini memicu cekcok antara korban dan pelaku yang kemudian berujung pada aksi kekerasan. Pelaku nekat menusuk Bastian hingga mengalami luka serius di bagian perut, memaksa korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Video viral yang beredar menampilkan adegan korban terbaring sambil memegangi perut yang berlumur darah, sementara istrinya berteriak meminta pertolongan kepada polisi. Rekaman ini memicu reaksi publik luas karena kekerasan yang dilakukan para debt collector dianggap keterlaluan.
Baca Juga: Tersangka Kasus Pemerkosaan Anak, Eks Indonesian Idol 2025 PK Tidak Ditahan!
Respons Kepolisian Tangerang
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo memastikan pihak Satreskrim Polres Tangsel segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa saksi sudah diperiksa untuk menindaklanjuti laporan dan mengungkap identitas pelaku.
Boy menegaskan pihak kepolisian akan menindak tegas kelompok matel yang berlaku arogan dan meresahkan masyarakat. Polisi juga melakukan koordinasi dengan rumah sakit tempat korban dirawat untuk memastikan keselamatan advokat tersebut.
Selain itu, Boy Jumalolo sendiri menjenguk korban di RSUD Kabupaten Tangerang untuk memantau kondisi kesehatan Bastian yang mengalami luka tusuk cukup serius. Kepolisian berjanji tidak akan membiarkan kasus ini luput dari penegakan hukum.
Sorotan Publik Dan Media Sosial
Kasus ini menarik perhatian publik luas karena rekaman penusukan tersebar di media sosial, memperlihatkan kekerasan yang dilakukan debt collector di wilayah Tangerang. Video tersebut memicu diskusi soal prosedur penagihan utang yang harus mematuhi hukum.
Warga menyoroti tindakan para pelaku yang nekat melakukan kekerasan fisik hingga menggunakan senjata tajam, meski korban hanya menolak prosedur yang salah. Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan terhadap praktik penagihan dan risiko masyarakat menjadi korban.
Istri korban terlihat histeris dalam video, berteriak meminta pertolongan sambil menyaksikan suaminya terluka. Momen ini semakin memperkuat tekanan publik agar polisi bertindak tegas terhadap praktik matel ilegal dan melindungi hak hukum warga.
Tindak Lanjut Dan Pencegahan
Polres Tangerang Selatan berkomitmen menindaklanjuti kasus ini secara serius dengan menangkap pelaku dan memproses hukum secara penuh. Polisi akan menyelidiki jaringan matel yang terlibat serta memastikan korban mendapatkan keadilan.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar selalu melaporkan praktik penagihan yang melanggar hukum. Edukasi mengenai hak hukum saat menghadapi debt collector menjadi langkah penting mencegah terulangnya insiden serupa.
Kapolres menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas, dan tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku kekerasan, sekaligus memberikan efek jera agar praktik penarikan paksa yang melanggar hukum tidak terulang lagi di Tangerang maupun wilayah sekitarnya.
Ikuti perkembangan Info Kriminal terupdate setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru hanya di Info Kriminal Hari Ini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari youtube.com
- Gambar Kedua dari tvonenews.com