Seorang anak di Bengkalis tega menebas ayah kandungnya hingga tewas, menggemparkan warga dan memicu perhatian serius masyarakat.
Seorang ayah, Rijal Pasaribu (47), tewas di rumahnya di Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, setelah ditebas anak kandungnya. Pelaku, remaja berinisial RMMP (19), diamankan di lokasi tak lama setelah kejadian. Peristiwa ini menggemparkan warga dan menyoroti kekerasan dalam keluarga di pedesaan.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.
Detik Mengerikan Sebelum Ayah Terjatuh
Peristiwa berawal pada siang hari, ketika Rijal Pasaribu masih berada di rumah bersama anaknya setelah istrinya pergi ke ladang. Sebelum kejadian, diketahui sempat terjadi cekcok antara korban dan istrinya sekitar pukul 08.00 WIB terkait masalah uang. Setelah pertengkaran itu, sang istri pergi, sementara korban dan pelaku ditinggalkan berdua di rumah.
Korban lalu diketahui tertidur di dalam kamar pada siang hari. Pelaku yang diduga RMMP (19) kemudian mengambil sebilah parang dari gudang atau dapur rumah tersebut. Tanpa peringatan, ia menyerang ayahnya yang sedang tidur dengan membacok berkali‑kali.
Kejadian ini baru terungkap setelah tetangga melapor ke polisi sekitar pukul 13.19 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, korban sudah tergeletak di kamar dalam kondisi tidak berdaya. Luka parah di kepala dan leher menunjukkan serangan yang sangat brutal dan tiba‑tiba.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kondisi Korban dan Penanganan Pihak Berwajib
Korban ditemukan dengan luka bacok di bagian kepala dan leher yang sangat parah. Hasil visum awal menyebutkan ada luka terbuka di kepala, leher, dan dada, bahkan ada patah tulang di tengkorak dan leher. Leher korban bahkan nyaris terputus akibat benturan senjata tajam yang kuat.
Kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban. Tim Reskrim Polsek Pinggir yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Donni Widodo Siagian mengamankan pelaku di lokasi dan membawanya ke kantor polisi untuk diperiksa. Jenazah Rijal Pasaribu dievakuasi ke RSUD Mandau guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi juga mengumpulkan keterangan dari saksi dan mengamankan barang bukti, termasuk parang yang diduga digunakan pelaku. Penyelidikan dilanjutkan untuk meneliti kronologi lengkap dan motif pasti pembunuhan ini. Hingga kini, anak pelaku menjalani pemeriksaan intensif dan belum diketahui apakah akan dijerat dengan pidana dewasa.
Baca Juga: Curi Buah Berujung Maut! Pria di Medan Tewas Terikat Setelah Ketahuan Curi Buah
Dugaan Motif Konflik Keluarga dan Uang
Pihak kepolisian menyebut dugaan sementara pembunuhan ini berhubungan dengan konflik keluarga. Cekcok antara korban dan istrinya di pagi hari soal masalah uang disebut menjadi salah satu pemicu ketegangan di rumah tersebut. Suasana tegang itu diduga membuat pelaku semakin labil dan mendorong tindakan kekerasan yang ekstrem.
Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa pelaku sempat meminta uang kepada ayahnya, tetapi tidak dipenuhi. Kombinasi tekanan ekonomi dan konflik emosional di rumah memperburuk Dinamika. Namun motif pasti apakah benar‑benar soal uang atau gabungan faktor psikologis lainnya masih dalam proses pendalaman penyidik.
Kasus ini menyoroti bahaya kekerasan dalam rumah tangga dan ketegangan yang bisa memuncak tanpa intervensi. Hilangnya nyawa seorang ayah oleh anaknya menjadi tragedi mendalam bagi keluarga dan masyarakat. Polisi serta lembaga keagamaan di Bengkalis mengimbau warga melaporkan potensi konflik keluarga agar tidak berujung maut.
Dampak Sosial dan Pesan ke Masyarakat
Peristiwa pembunuhan ayah oleh anak ini menimbulkan kemarahan sekaligus kengerian di masyarakat setempat. Warga menyaksikan rumah yang dulunya biasa saja kini jadi saksi peristiwa horor, membuat suasana kampung sempat mencekam. Banyak keluarga tergugah untuk memperhatikan lagi kondisi kekerasan dan tekanan yang terjadi di dalam rumah.
Kasus ini mengingatkan bahwa konflik kecil, seperti cekcok soal uang, bisa memicu kekerasan fatal jika tidak ditangani. Komunikasi sehat, peran tokoh adat dan agama, serta mediasi keluarga sangat dibutuhkan, sementara tanda kekerasan atau amarah berlebihan sebaiknya segera ditangani profesional.
Polisi dan aparat desa diminta proaktif mendeteksi kekerasan domestik dan membuka saluran pelaporan mudah diakses. Edukasi pengendalian emosi, hak keluarga, dan konsekuensi hukum perlu diperkuat agar keluarga tetap menjadi zona perlindungan, bukan kekerasan.
Jangan sampai ketinggalan! Info Kriminal Hari Ini akan menghadirkan kabar terbaru dan mengejutkan seputar dunia kriminal setiap harinya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari gorontalopost.co.id
- Gambar Kedua dari hmetro.com.my