Modus Baru, Narkotika Disembunyikan Di Kompartemen Mobil

Modus Baru, Narkotika Disembunyikan Di Kompartemen Mobil

Tren penyelundupan narkotika semakin berkembang dengan pelaku memanfaatkan kompartemen tersembunyi mobil untuk mengelabui petugas berwenang.

Modus Baru, Narkotika Disembunyikan Di Kompartemen Mobil

Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya baru-baru ini mengungkap tren baru yang sangat meresahkan, penyembunyian barang haram di dalam kompartemen mobil. Fenomena ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi aparat penegak hukum dalam memerangi kejahatan narkotika yang semakin merajalela di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Berikut ini, akan mengungkap dan juga membuka tabir jaringan distribusi yang luas, bahkan hingga ke skala internasional.

Modus Operandi Inovatif, Kompartemen Mobil

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Dedy Anung, mengungkapkan modus paling dominan yang digunakan para pelaku. Mereka memanfaatkan kompartemen atau ruang tersembunyi di dalam mobil untuk menyimpan narkotika, menjadikannya sulit terdeteksi oleh petugas. Ini menunjukkan tingkat perencanaan yang matang dari para sindikat.

Penyelundupan dengan metode ini semakin marak karena dianggap lebih aman dan tidak mencurigakan. Narkotika disembunyikan di tempat-tempat yang tidak lazim, seperti bagian dalam jok, panel pintu, atau bahkan rangka kendaraan. Tujuannya adalah mengelabui pemeriksaan rutin dan anjing pelacak.

Modus ini menuntut kewaspadaan lebih dari aparat penegak hukum. Mereka harus mengembangkan teknik deteksi baru dan melatih personel agar lebih peka terhadap setiap detail kendaraan. Edukasi publik juga penting agar masyarakat dapat mengenali tanda-tanda mencurigakan.

Jaringan Distribusi Lintas Wilayah Dan Internasional

Sebagian besar narkotika yang beredar di Jakarta masuk melalui jalur darat, khususnya dari Pulau Sumatera. Setelah tiba di Sumatera, barang haram tersebut kemudian dilanjutkan melalui jalur laut sebelum didistribusikan ke wilayah Jakarta dan sekitarnya, membentuk rantai pasok yang terorganisir.

Yang mengejutkan, Dedy Anung mengungkapkan bahwa lokasi produksi narkotika ini seringkali berada di luar negeri. Meskipun barang diambil dari Pekanbaru, produsen utamanya bisa berasal dari Malaysia, Cina, atau negara lain. Ini mengindikasikan adanya jaringan transnasional yang kuat.

Sistem distribusi yang digunakan bersifat transit dan melibatkan jaringan regional hingga internasional. Hal ini mempersulit upaya penindakan karena pelaku memiliki banyak jalur dan titik persembunyian. Kejahatan ini tidak mengenal batas negara.

Baca Juga: Patut Diwaspadai! Praktik Penyuntikan Gas Subsidi di Jaktim & Depok Terungkap Polisi

Penangkapan Ribuan Tersangka Dan Barang Bukti Fantastis

Penangkapan Ribuan Tersangka dan Barang Bukti Fantastis

Sepanjang tiga bulan terakhir, dari Oktober hingga Desember 2025, Polda Metro Jaya telah menangkap sebanyak 2.054 tersangka penyalahguna narkotika. Angka ini mencakup 1.870 laki-laki, 184 perempuan, dan bahkan 15 anak-anak. Data ini menunjukkan betapa luasnya dampak narkotika.

Para tersangka yang ditangkap terdiri dari kurir hingga pecandu narkotika. Meskipun demikian, pihak kepolisian masih terus memburu para bandar besar yang memasok barang haram tersebut. Beberapa di antaranya berstatus buron dan sedang dikejar hingga ke luar daerah seperti Aceh, Pekanbaru, dan Medan.

Selain itu, Polda Metro Jaya juga berhasil menyita barang bukti narkotika dengan jumlah yang fantastis, mencapai 378,34 kilogram. Ini termasuk 60,3 kg sabu, 95 kg ganja, 32.800 butir ekstasi, dan ratusan ribu butir obat keras lainnya, dengan total nilai mencapai Rp 125,65 miliar.

Tantangan Berkelanjutan Dalam Pemberantasan Narkoba

Pemberantasan narkotika menghadapi tantangan yang sangat besar, mengingat inovasi modus operandi dan jaringan yang semakin luas. Aparat penegak hukum harus terus meningkatkan kapasitas dan kolaborasi lintas batas untuk menghadapi ancaman ini secara efektif.

Upaya yang dilakukan tidak hanya terbatas pada penangkapan pelaku, tetapi juga pada pemutusan mata rantai pasokan dari hulu ke hilir. Penindakan terhadap produsen dan bandar besar menjadi kunci untuk melemahkan jaringan narkotika secara signifikan.

Masyarakat memiliki peran penting dalam upaya pemberantasan narkoba. Dengan melaporkan aktivitas mencurigakan dan mendukung program pencegahan, kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas dari narkotika. Perjuangan ini adalah tanggung jawab kita bersama.

Ikuti terus info kriminal setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru dan akurat seputar dunia kriminal hanya di Info Kriminal Hari Ini.


Sumber Informasi Gambar:

    •  Gambar Pertama dari tempo.co
      • Gambar Kedua dari mureks.co.id
Home
Telegram
Tiktok
Instagram