Kasus penyiksaan anak berusia 22 bulan oleh ayah kandung di Kabupaten Purwakarta, kini mengguncang masyarakat dan viral di media sosial.

Video kekerasan yang memperlihatkan sang ayah menginjak wajah dan perut anaknya beredar luas, memicu kecaman keras dari berbagai kalangan. Info Kriminal Hari Ini akan memberikan ulasan lengkap mengenai kejadian, motif, penanganan, dan dampak kasus ini, yuk simak lebih lanjut!
Kronologi dan Detik-Detik Penyiksaan
Peristiwa penyiksaan anak 22 bulan oleh ayah kandung terjadi di rumah pelaku di Kecamatan Cibatu, Purwakarta, pada akhir Juni hingga awal Juli 2025. Dalam video yang diunggah oleh anggota DPR RI Achmad Sahroni di Instagram pribadinya, terlihat jelas pelaku menginjak wajah dan perut balita perempuan tersebut. Korban menangis histeris dan kesakitan, sementara pelaku terus melakukan tindakan kekerasan tanpa rasa iba.
Selain diinjak, korban juga dipukul dan dicekik oleh ayah kandungnya yang berinisial DH (26). Dalam video tersebut, korban beberapa kali terjatuh dan terbentur kepala serta badan, sehingga meninggalkan memar dan luka serius. Aksi keji ini diduga sudah terjadi sebanyak dua kali, yakni pada tanggal 30 Juni dan 2 Juli 2025.
Motif Penyiksaan dan Konflik Rumah Tangga
Polisi menyebut motif penyiksaan ini berkaitan dengan konflik rumah tangga antara pelaku dan istrinya. Istri pelaku dilaporkan telah meninggalkan rumah selama dua minggu dan mengajukan perceraian. Pelaku yang frustrasi dan marah kemudian melampiaskan emosinya dengan menyiksa anaknya sendiri.
Menariknya, pelaku merekam sendiri aksi kekerasan tersebut dan mengirimkan video itu kepada istrinya sebagai bentuk intimidasi agar sang istri segera pulang. Hal ini menunjukkan kondisi psikologis pelaku yang sedang dalam tekanan berat akibat masalah keluarga.
Penangkapan dan Penanganan Pelaku
Setelah video viral dan mendapat perhatian luas, Satreskrim Polres Purwakarta bergerak cepat menangkap pelaku. DH sempat melarikan diri dan bersembunyi di hutan sebelum akhirnya berhasil diamankan pada Jumat, 4 Juli 2025.
Saat ini, pelaku sudah ditahan di Mapolres Purwakarta dan menjalani proses penyidikan. Polisi memastikan akan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku dan berjanji memberikan perlindungan maksimal bagi korban.
Baca Juga: Penangkapan Dua Pemuda Pakai Kaos BNN dan Korek Api Pistol, Viral
Dampak Psikologis dan Kondisi Korban

Korban yang masih balita mengalami trauma berat akibat penyiksaan tersebut. Luka fisik yang dialami sudah mendapat penanganan medis, namun dampak psikologisnya membutuhkan perhatian khusus dari tenaga profesional.
Pihak kepolisian dan dinas sosial setempat berkoordinasi untuk memberikan pendampingan dan perlindungan agar korban dapat pulih secara fisik dan mental.
Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap kekerasan dalam rumah tangga, terutama yang melibatkan anak-anak sebagai korban.
Reaksi Masyarakat dan Dukungan Untuk Korban
Kasus ini mengundang reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh publik, aktivis perlindungan anak, dan warga Purwakarta. Mereka mengecam keras tindakan pelaku dan meminta agar hukum ditegakkan seadil-adilnya.
Banyak yang juga mengajak masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui adanya kekerasan terhadap anak dan memberikan dukungan kepada korban agar mendapatkan keadilan dan pemulihan.
Upaya Pencegahan dan Perlindungan Anak
Kasus penyiksaan ini menegaskan pentingnya upaya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui edukasi keluarga dan masyarakat. Pemerintah daerah dan lembaga terkait diharapkan lebih aktif melakukan sosialisasi tentang hak anak dan mekanisme pelaporan kekerasan.
Selain itu, perlindungan hukum dan pelayanan psikososial bagi korban kekerasan harus diperkuat agar anak-anak yang menjadi korban dapat segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Kesimpulan
Kasus penyiksaan balita berusia 22 bulan oleh ayah kandungnya di Purwakarta menjadi peristiwa tragis yang mengundang keprihatinan luas. Motif kekerasan yang dipicu konflik rumah tangga tidak dapat dibenarkan dan harus mendapat sanksi tegas dari hukum. Penanganan cepat oleh kepolisian dan dukungan masyarakat sangat penting untuk memberikan keadilan dan perlindungan kepada korban.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap perlindungan anak dan mencegah kekerasan dalam rumah tangga. Melalui kerja sama antara keluarga, masyarakat, dan aparat penegak hukum, diharapkan kejadian serupa tidak terulang dan anak-anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang.
Buat kalian yang ingin mendapatkan berita viral seputaran kriminal di Indonesia, kalian bisa kunjungi Info Kriminal Hari Ini, yang dimana akan selalu memberikan informasi menarik lainnya, yang pasti berita ter-update, terviral, dan terbaru.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari buserekspose.com
- Gambar Kedua dari news.okezone.com