Seorang ibu rumah tangga di Medan, Swita Sidebang, menjadi korban penikaman tetangganya sendiri akibat perselisihan yang dipicu masalah debu saat menyapu.
Peristiwa ini menimbulkan luka serius pada korban, namun berhasil diselamatkan berkat cepatnya pertolongan warga. Polisi segera menangkap pelaku dan kini proses hukum tengah berjalan. Kasus ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat tentang konflik.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.
Tetangga Tusuk Ibu Rumah Tangga di Medan
Seorang ibu rumah tangga, Swita Sidebang (30), menjadi korban penikaman oleh tetangganya sendiri, Jefri Fernandus Sitindaon alias JFS (41), di Jalan Asrama By Pass, Kecamatan Medan Helvetia, Kamis (19/3/2026) sore. Insiden itu terjadi saat korban tengah menyapu di depan rumah abangnya.
Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Nelson Sipahutar, menyebut bahwa keduanya merupakan tetangga dengan dinding rumah yang bersebelahan. Perselisihan diduga sudah berlangsung lama dan semakin memuncak saat insiden terjadi. “Kejadian ini berawal ketika korban sedang menyapu, dan debu mengenai tersangka, yang memang sudah.
Menurut Nelson, selain masalah debu, tersangka juga mengaku terganggu dengan ketidakharmonisan hubungan antara pihak korban dan pelaku. Konflik lama ini semakin memicu emosi tersangka hingga bertindak agresif terhadap korban.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Detik-Detik Penikaman
Berdasarkan keterangan polisi, pelaku mengambil alat pahat berbahan besi dan menusuk korban berulang kali. Serangan tersebut menyebabkan korban mengalami sekitar sembilan luka di dagu, pipi, dan lengan saat berusaha melawan. Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera berusaha melerai dan menghentikan aksi pelaku, sambil memanggil bantuan.
Warga yang menyaksikan kejadian langsung berupaya menghentikan aksi pelaku. Korban kemudian dilarikan ke RS Hermina Medan untuk mendapatkan pertolongan medis. Pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini dan menangkap pelaku di lokasi kejadian.
Kapolsek menyatakan kondisi korban saat ini sudah mulai membaik. Penanganan medis yang cepat dan koordinasi warga menjadi kunci selamatnya korban dari risiko lebih serius.
Baca Juga: Viral! Aksi Penipuan Berkedok Donasi di Stasiun Tugu Yogyakarta Bikin Publik Heboh
Dugaan Pemicu Lain Bau Ternak
Selain masalah debu, tersangka mengaku terganggu oleh bau kotoran babi peliharaan abang korban yang berada di belakang rumah. Bau tidak sedap tersebut diduga memperburuk hubungan yang sudah tegang antara pelaku dan pihak korban selama bertahun-tahun. Tersangka menuturkan bahwa bau tersebut sering masuk ke dalam rumahnya dan membuatnya tidak nyaman.
Pelaku menuturkan bahwa bau ternak tersebut masuk ke rumahnya dan membuatnya tidak nyaman. Kondisi ini menambah konflik lama yang sebelumnya sering muncul antara keluarga korban dan pelaku.
Menurut polisi, konflik ini bukan baru terjadi, melainkan sudah berlangsung puluhan tahun, terutama terkait aktivitas pemeliharaan ternak dan interaksi sehari-hari antara tetangga.
Upaya Mediasi dan Status Kasus
Polisi menyebut bahwa masalah antara pihak korban dan tersangka sebelumnya sudah beberapa kali dimediasi. Permasalahan ini sempat diselesaikan secara kekeluargaan, namun ketidakharmonisan tetap muncul.
Kapolsek menegaskan bahwa kasus ini menunjukkan pentingnya penyelesaian konflik antarwarga secara tuntas, terutama untuk mencegah eskalasi yang berujung kekerasan. Pendekatan kekeluargaan sebelumnya dianggap belum menyelesaikan akar masalah sepenuhnya.
Pihak kepolisian kini menindaklanjuti proses hukum terhadap pelaku. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga komunikasi dan toleransi antar tetangga agar perselisihan kecil tidak berujung tragedi serius.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com