Tawuran antarkampung kembali pecah di Kota Medan dan menimbulkan dampak tragis bagi warga yang tidak terlibat sama sekali.
Bentrokan yang terjadi di kawasan permukiman padat penduduk itu berlangsung dalam suasana mencekam, ketika dua kelompok warga saling serang menggunakan berbagai benda berbahaya.
Suara letusan yang diduga berasal dari senjata api rakitan membuat warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Dalam kekacauan tersebut, seorang bocah berusia empat tahun justru menjadi korban paling memilukan akibat peluru nyasar yang mengenai bagian matanya.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini Akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan anda.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas itu terjadi saat korban berada di sekitar rumahnya bersama keluarga. Menurut keterangan warga sekitar, bocah tersebut tidak berada di lokasi tawuran, melainkan di dalam area permukiman yang seharusnya aman.
Namun, peluru yang diduga dilepaskan secara sembarangan melintas dan mengenai mata korban. Teriakan histeris keluarga memecah suasana, sementara warga berupaya memberikan pertolongan pertama sebelum membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kondisi bocah tersebut dilaporkan serius dan membutuhkan penanganan medis intensif.
Korban anak diketahui berada di dalam atau sekitar rumahnya ketika peluru nyasar tersebut mengenainya. Keluarga korban segera membawa anak tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kondisi bocah tersebut dilaporkan cukup serius, terutama karena luka yang mengenai bagian mata berisiko menimbulkan dampak jangka panjang terhadap penglihatannya.
Dampak Ketakutan Warga
Insiden ini tidak hanya meninggalkan luka fisik pada korban, tetapi juga trauma mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Warga mengaku ketakutan dan khawatir kejadian serupa terulang, mengingat tawuran antarkampung di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi.
Anak-anak dan perempuan menjadi kelompok paling rentan, karena sering kali berada di rumah saat bentrokan pecah secara tiba-tiba. Rasa aman yang seharusnya dirasakan warga di lingkungan tempat tinggal mereka kini tergantikan oleh kecemasan dan kewaspadaan berlebih.
Baca Juga: Petugas Kebersihan RSUD Majalaya Tewas Dihantam Martil, Utang Jadi Pemicu!
Proses Penyelidikan Aparat
Aparat kepolisian segera turun ke lokasi untuk mengamankan situasi dan membubarkan massa yang terlibat tawuran. Sejumlah personel dikerahkan untuk mencegah bentrokan susulan serta melakukan penyisiran guna mengamankan barang bukti.
Polisi juga melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat, termasuk menelusuri asal peluru yang mengenai korban anak.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan dugaan penggunaan senjata berbahaya di tengah permukiman warga. Aparat menegaskan bahwa pelaku tawuran akan diproses sesuai hukum yang berlaku, terlebih karena insiden ini menyebabkan luka berat pada anak di bawah umur.
Penegakan hukum diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah konflik serupa di masa mendatang.