Warga Banjarmasin mendadak digegerkan oleh penemuan sesosok mayat wanita di dalam got kawasan pemukiman. Penemuan itu bermula ketika beberapa warga mencium bau tak sedap.
Keberadaan jasad tersebut sontak menarik perhatian masyarakat sekitar. Area lokasi kejadian pun langsung dipasangi garis polisi guna keperluan olah tempat kejadian perkara (TKP). Warga yang menyaksikan proses evakuasi mengaku terkejut karena tidak menyangka kawasan tersebut menjadi lokasi pembuangan mayat.
Petugas kepolisian kemudian mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Langkah ini dilakukan guna memastikan identitas korban serta mencari bukti awal penyebab kematian. Sejak saat itu, penyelidikan resmi pun mulai digelar secara intensif.
Berikut ini berbagai berita kriminal yang bisa menambah wawasan anda hanya di Info Kriminal Hari Ini.
Penyelidikan Mendalam Ungkap Fakta Mencengangkan
Tim penyidik Polresta Banjarmasin bergerak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti dari lokasi kejadian. Hasil autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga kuat dugaan perempuan tersebut menjadi korban tindak kriminal. Fakta tersebut semakin memperkuat arah penyidikan menuju kasus pembunuhan.
Selain itu, polisi juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi dan menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan tewas. Dari hasil pengembangan, penyidik akhirnya memperoleh petunjuk penting yang mengarah pada sosok pelaku. Proses penyelidikan ini berlangsung hati-hati mengingat kasusnya tergolong sensitif.
Setelah mengumpulkan cukup bukti, penyidik akhirnya menemukan keterlibatan seorang oknum anggota kepolisian. Temuan ini sontak mengejutkan publik karena pelaku justru berasal dari institusi yang seharusnya bertugas menegakkan hukum dan melindungi masyarakat.
Oknum Polisi Ditangkap dan Ditetapkan sebagai Tersangka
Tidak butuh waktu lama, oknum polisi yang diduga sebagai pelaku akhirnya diamankan dan langsung diperiksa secara intensif. Dalam proses pemeriksaan, yang bersangkutan diduga memiliki hubungan personal dengan korban sebelum peristiwa pembunuhan terjadi. Motif dugaan sementara mengarah pada perselisihan yang berujung aksi kekerasan.
Usai melalui proses gelar perkara, penyidik resmi menetapkan oknum tersebut sebagai tersangka. Penetapan ini dilakukan berdasarkan alat bukti materiil, keterangan saksi, serta hasil autopsi yang menguatkan dugaan tindak pidana pembunuhan. Tersangka kini telah ditahan untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara profesional dan transparan. Meski pelaku berasal dari internal institusi kepolisian, proses hukum tetap berjalan tanpa ada perlakuan istimewa.
Baca Juga: Dua Oknum TNI Tewaskan Wanita Muda di Baubau, Motif Terungkap
Komitmen Polri: Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Kapolresta Banjarmasin menyatakan bahwa institusi kepolisian tidak akan mentoleransi setiap bentuk pelanggaran hukum, terlebih jika dilakukan oleh anggota. Menurutnya, kasus ini menjadi pukulan sekaligus pembelajaran penting agar seluruh personel menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Selain proses pidana, tersangka juga akan menghadapi sanksi etik dan kode profesi. Apabila terbukti bersalah, ancaman pemecatan tidak tertutup kemungkinan. Hal ini sebagai bentuk komitmen Polri untuk menjaga kepercayaan publik.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat berwenang. Transparansi penanganan perkara diharapkan mampu meredam spekulasi yang berkembang di ruang publik.
Harapan Publik atas Keadilan bagi Korban
Kasus ini memicu keprihatinan mendalam dari masyarakat. Banyak pihak berharap agar keluarga korban mendapatkan keadilan dan kebenaran terungkap sepenuhnya. Publik juga menaruh harapan besar agar kejadian serupa tidak terulang, terutama yang melibatkan aparat negara.
Sejumlah aktivis dan pemerhati hukum menilai bahwa pengungkapan kasus ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pengawasan internal di tubuh kepolisian. Mereka mendorong agar pembinaan personel terus diperketat guna mencegah penyalahgunaan wewenang.
Pada akhirnya, masyarakat berharap proses persidangan nanti berjalan objektif, transparan, dan sesuai aturan. Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap penegak hukum.
Ikuti terus info kriminal setiap harinya agar selalu mendapat berita viral dan terupdate hanya di Info Kriminal Hari Ini.
Sumber Informasi Gambar:
1. Gambar Utama dari prokal.co
2. Gambar Kedua dari detik.com