Terungkap! Motif Sadis Pria di Tangerang Tikam Wanita Hingga 9 Kali, Dendam Pribadi Yang Mengerikan!

Seorang pria di Tangerang menikam wanita hingga sembilan kali

Seorang pria di Tangerang menikam wanita hingga sembilan kali, diduga dipicu dendam pribadi akibat sakit hati yang mendalam.

Seorang pria di Tangerang menikam wanita hingga sembilan kali

Kasus penikaman brutal terhadap AS di Poris Plawad, Cipondoh, Tangerang, mulai menemui titik terang. Pada Sabtu, 7 Februari 2026, polisi mengungkap motif di balik aksi keji EJ (35). Ternyata, persoalan pribadi dan rasa sakit hati yang mendalam menjadi pemicu utama pelaku melakukan penyerangan secara brutal.

Berikut ini Info Kriminal Hari Ini Akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.

Insiden Penikaman di Pagi Hari

Pada hari Jumat pagi, 6 Februari 2026, ketenangan warga Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, dikejutkan dengan insiden penikaman. Seorang wanita berinisial AS menjadi korban penyerangan brutal saat sedang mengantar anaknya pergi ke sekolah. Pelaku, EJ (35), tanpa ampun menikam korban menggunakan pisau, menyebabkan luka-luka serius.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari menjelaskan bahwa korban mengalami luka tusuk di bagian perut dan punggung. Selain itu, korban juga menderita luka sabetan di pipi dan kepala, menunjukkan keganasan dari aksi penyerangan tersebut. Total, hasil pemeriksaan medis mengindikasikan bahwa korban menderita hingga sembilan luka tusuk.

Setelah insiden tersebut, korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif guna menyelamatkan nyawanya. Kesigapan petugas medis menjadi krusial dalam upaya pemulihan AS dari luka-luka serius yang dideritanya.

Motif, Sakit Hati Dan Ejekan

Polisi segera melakukan penyelidikan awal setelah menerima laporan kejadian melalui layanan Call Center 110. Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa aksi penganiayaan ini diduga kuat dipicu oleh persoalan pribadi antara pelaku dan korban.

Pelaku EJ mengaku sakit hati karena korban, AS, kerap mengejek dan merendahkan keluarganya. Akumulasi dendam tersebut mendorong EJ melakukan penyerangan secara brutal. “Pelaku merasa sakit hati akibat ejekan dan perendahan yang terus-menerus, hingga nekat menyerang secara brutal,” ujar Kombes Raden Muhammad Jauhari.

Meskipun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa alasan pelaku tidak dapat membenarkan tindakan kekerasan yang dilakukan. “Apapun alasannya, tindakan kekerasan tidak dibenarkan. Setiap persoalan seharusnya diselesaikan dengan cara yang bijak dan sesuai hukum,” tambah Kombes Raden Muhammad Jauhari, menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara hukum.

Baca Juga: Kasus Pemerkosaan Jambi Memanas, Keluarga Minta Usut Menyeluruh

Penangkapan Pelaku Dan Barang Bukti

 Penangkapan Pelaku Dan Barang Bukti

Setelah menerima laporan, pihak kepolisian dari Polrestro Tangerang Kota langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Respons yang sigap ini memungkinkan polisi untuk segera mengamankan pelaku EJ yang masih berada di sekitar lokasi.

“Begitu menerima laporan melalui layanan 110, anggota langsung bergerak ke lokasi. Pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti, sehingga situasi dapat segera dikendalikan,” terang Kombes Raden Muhammad Jauhari. Penangkapan EJ berhasil dilakukan tidak lama setelah insiden, mencegah potensi bahaya lebih lanjut.

Bersamaan dengan penangkapan pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa pisau yang digunakan EJ dalam aksi penikaman tersebut. Pengamanan barang bukti ini menjadi penting untuk proses hukum lebih lanjut dan memperkuat bukti tindak kejahatan yang telah terjadi.

Penanganan Korban Dan Proses Hukum

Korban, AS, yang mengalami luka tusuk serius, segera mendapatkan penanganan medis intensif di rumah sakit. Pihak berwenang memastikan bahwa korban mendapatkan perawatan terbaik untuk pemulihan kondisi fisiknya.

Sementara itu, pelaku EJ kini telah ditahan dan akan menjalani proses hukum sesuai dengan perbuatannya. Polisi akan terus mendalami kasus ini untuk memastikan keadilan bagi korban dan mencegah terulangnya kejadian serupa.

Kasus ini menjadi peringatan akan pentingnya mengelola emosi dan menyelesaikan masalah dengan cara yang damai dan sesuai hukum, bukan dengan kekerasan yang merugikan semua pihak.

Ikuti perkembangan Info Kriminal terupdate setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru dan akurat seputar dunia kriminal hanya di Info Kriminal Hari Ini.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari celebes.inews.id
  2. Gambar Kedua dari legalinfo.id
Home
Telegram
Tiktok
Instagram