Pelaku penikaman sadis terhadap remaja di Makassar akhirnya berhasil ditangkap polisi setelah sempat melarikan diri dari lokasi kejadian.
Tragedi pilu menimpa remaja berinisial AS (15) tahun yang tewas akibat penikaman di Jalan Baji Pamai, Mamajang, Makassar pada 6 April 2026 sore. Pelaku berinisial IM (45), tetangga korban, berhasil ditangkap polisi dalam waktu singkat. Insiden dipicu keributan saat korban main game online, picu amarah pelaku yang kesal dengan kebisingan.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.
Kronologi Tragis Penikaman
AS dan teman-temannya sedang nongkrong sambil bermain game online di warung dekat rumah ketika kejadian terjadi. Suara mereka yang cukup berisik diduga mengganggu IM, seorang pelayan warkop yang sedang beristirahat. Cekcok mulut pun tak terhindarkan dan cepat memanas hingga pelaku mengambil badik dan menyerang korban.
AS mengalami luka parah di bagian pinggang kiri dan segera dilarikan ke rumah sakit. Meski tim medis telah berupaya maksimal, nyawanya tidak tertolong. Saksi mata menyebut korban sempat berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Kapolsek Mamajang, Mustari, mengonfirmasi bahwa korban merupakan pelajar yang baru pulang dari aktivitas sekolah. Insiden ini membuat warga Mamajang resah di tengah lingkungan yang biasanya relatif aman. Polisi pun segera melakukan pengejaran terhadap pelaku yang sempat melarikan diri ke rumah keluarganya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Identitas Korban dan Pelaku
AS merupakan pelajar aktif yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian. Teman dan keluarga menggambarkannya sebagai pribadi periang dan mudah bergaul, sehingga kabar duka ini mengejutkan banyak pihak. Keluarga korban pun terpukul berat dan menuntut keadilan atas kehilangan yang terjadi secara tragis.
Sementara itu, IM (45), warga Jalan Baji Pamai, diketahui bekerja sebagai pelayan warkop dan tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya. Ia dikenal sebagai sosok pendiam, meski beberapa tetangga menyebut akhir-akhir ini ia lebih mudah tersulut emosi. Kondisi ini kini menjadi perhatian dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Kedua pihak ternyata sudah saling mengenal sebagai tetangga lama di lingkungan yang sama. Konflik yang bermula dari hal sepele ini menjadi pelajaran penting tentang bahaya emosi yang tidak terkendali. Komunitas setempat kini juga lebih waspada dan memperkuat solidaritas antarwarga.
Baca Juga: Terekam CCTV! Pencuri Solar di Simalanggang Akhirnya Diringkus Polisi
Proses Penangkapan Pelaku
IM ditangkap dini hari 7 April di BTN Antara, Tamalanrea, sekitar 15 km dari lokasi kejadian. Tim Resmob Polsek Mamajang bergerak cepat setelah menerima laporan saksi, dan pelaku tidak melakukan perlawanan saat diamankan. Ia juga langsung mengakui perbuatannya dalam pemeriksaan awal.
Dalam keterangan awal, IM mengaku kesal karena AS sering membuat keributan saat nongkrong. Kapolsek Mamajang, Mustari, menyebut korban dianggap “berisik terus” oleh pelaku. Sementara itu, badik yang diduga digunakan dalam kejadian telah diamankan sebagai barang bukti.
Saat ini IM ditahan di Polsek Mamajang untuk proses pengembangan lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif secara menyeluruh serta menelusuri kemungkinan konflik sebelumnya. Penangkapan cepat ini membuat warga sekitar merasa lebih tenang dan kembali mendapatkan rasa aman.
Respons Polisi dan Hukuman
Polrestabes Makassar menjerat IM dengan Pasal 351 KUHP terkait penganiayaan berat yang berujung maut, dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara. Kasus ini ditangani secara serius sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Aparat juga menegaskan akan mengusut tuntas setiap detail peristiwa untuk memastikan keadilan ditegakkan.
Kapolsek Mamajang, Mustari, mengimbau masyarakat agar lebih mampu mengendalikan emosi dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah, bukan tindakan kekerasan. “Jangan sampai hal sepele berujung tragis,” tegasnya, sembari memperketat patroli di wilayah Mamajang untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Sementara itu, keluarga korban AS telah merencanakan pemakaman yang akan dilaksanakan hari ini. Doa dan solidaritas warga sekitar menjadi penguat di tengah suasana duka yang mendalam. Pihak kepolisian juga memastikan proses hukum berjalan adil, transparan, dan sesuai prosedur yang berlaku.
Jangan sampai ketinggalan! Info Kriminal Hari Ini akan menghadirkan kabar terbaru dan mengejutkan seputar dunia kriminal setiap harinya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari makassar.kompas.com
- Gambar Kedua dari tribratanews.polri.go.id