Tragis! Bocah di Paluta Tewas Setelah Dicabuli Paman

Tragis! Bocah di Paluta Tewas Setelah Dicabuli Paman

Seorang bocah di Padang Lawas Utara (Paluta) meninggal dunia dalam kasus kejahatan serius yang diduga dilakukan oleh pamannya sendiri.

Tragis! Bocah di Paluta Tewas Setelah Dicabuli Paman

Seorang bocah berusia 12 tahun, IKH, di Paluta, Sumatera Utara, tewas dibunuh pamannya, Darwis Harahap. Kronologi bermula saat IKH pulang dari warung kopi ayahnya pada malam hari dan tidur di kamar bersama ibu serta dua adiknya sebelum peristiwa tragis terjadi. Berikut ini berbagai informasi menarik kriminal yang bisa menambah wawasan Anda hanya di Info Kriminal Hari Ini.

Bocah Paluta Dibujuk Paman Sebelum Dibunuh

Seorang bocah berusia 12 tahun, IKH, di Paluta, Sumatera Utara, tewas dibunuh pamannya, Darwis Harahap, pada 20 Desember 2025. Sebelumnya, IKH pulang dari warung kopi ayahnya dan tidur bersama ibu serta dua adiknya sebelum tragedi terjadi.

Pada malam kejadian, pamannya membujuk IKH keluar lewat jendela dengan iming-iming Rp20.000, yang berujung pada tindakan kejahatan hingga nyawa bocah malang itu melayang, mengejutkan warga dan aparat.

Kasus ini mencuat karena pelaku adalah anggota keluarga, menekankan pentingnya perlindungan anak. Polisi terus menyelidiki kronologi dan motif, sementara tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Paluta.

Kepanikan Pelaku Berujung Tragis bagi Korban

Peristiwa bermula saat korban dibawa pamannya ke pondok di belakang rumah tanpa sepengetahuan keluarga. Situasi memanas ketika warga menyadari korban hilang dan melakukan pencarian, sementara pelaku panik setelah korban menyatakan akan mengungkap kejadian tersebut kepada orang tuanya.

Pelaku membawa korban ke rawa-rawa untuk menghindari perhatian warga, namun dalam perjalanan korban terluka akibat tersangkut kayu, memperparah kondisi fisik dan psikologisnya.

Kasus ini memicu duka dan kemarahan publik, menyoroti pentingnya perlindungan anak, pengawasan ketat, dan penegakan hukum agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga: Polisi Bongkar Modus Pelaku Oplos Gas Elpiji, Warga Diminta Waspada

Kronologi Pembunuhan Bocah di Paluta

data-start=

Korban IKH (12) didorong dan kepalanya ditekan ke dalam air berulang kali oleh pamannya, Darwis Harahap, hingga tewas. Otopsi forensik menyatakan penyebab kematian akibat tenggelam.

Keesokan harinya, ayah korban melapor kehilangan anaknya, dan pada 23 Desember 2025. Polisi menemukan mayat IKH di kebun Desa Batang Baruhar Julu.

Tragedi ini menambah duka keluarga dan masyarakat Paluta, menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap anak di lingkungan keluarga. Polisi terus menyelidiki motif pelaku dan menegakkan hukum.

Pelaku Kekerasan Anak Ditangkap

Olah TKP mengungkap kondisi tragis korban, dengan tangan kiri terpisah 30 meter dari jasad. Dugaan pelaku mengarah ke pamannya, Darwis Harahap, yang tidak ikut mencari korban saat hilang.

Polisi berhasil menangkap tersangka di kebun sawit milik warga setelah dilakukan pengejaran. Saat penangkapan, tersangka sempat melakukan perlawanan terhadap petugas, sehingga aparat terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur untuk mengendalikan situasi.

Tersangka kini ditahan, menghadapi proses hukum, dan kasus ini menyorot pentingnya pengawasan keluarga serta penegakan hukum untuk mencegah kekerasan terhadap anak.

Ikuti terus Info Kriminal setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru hanya di Info Kriminal Hari Ini.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari detikcom
  2. Gambar Kedua dari detikcom
Home
Telegram
Tiktok
Instagram