Seorang balita di Surabaya mengalami penyiksaan oleh paman dan bibinya sendiri, menimbulkan keprihatinan luas masyarakat.
Sebuah kisah miris datang dari Surabaya, Jawa Timur, di mana seorang balita berusia empat tahun menjadi korban penyiksaan keji oleh paman dan bibinya sendiri. Kasus ini terungkap setelah korban berhasil meminta tolong dari dalam kamar kos yang terkunci. Peristiwa ini mengguncang masyarakat dan menimbulkan keprihatinan mendalam.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini Akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.
Penganiayaan Keji Paman Dan Bibi
Ufa Fahrul Agusti (30) dan Sellyna Andika Wahyuni (26), pasangan paman dan bibi di Surabaya, tega menyiksa keponakan mereka yang masih berusia empat tahun. Tidak hanya itu, keduanya bahkan membotaki rambut korban sebagai bagian dari aksi kekerasan yang mereka lakukan.
Motif di balik kekejaman ini menurut pelaku adalah kenakalan korban. Mereka berdalih bahwa balita tersebut nakal dan sulit diatur, sehingga memicu tindakan penganiayaan. Namun, keterangan ini masih didalami lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Aksi penganiayaan ini diduga telah berlangsung selama dua bulan di kamar kos mereka di Jalan Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya. Korban menderita berbagai luka di beberapa bagian tubuhnya, yang menunjukkan tingkat kekerasan yang dialaminya.
Kronologi Terungkapnya Kasus
Kasus penyiksaan ini terbongkar pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, saat korban yang terkunci di kamar kos berteriak meminta tolong kepada tetangganya. Teriakan minta tolong itu menarik perhatian Islaha, tetangga di samping kamar korban.
Islaha mendengar suara kecil memanggil “Mama Adik Rama” berkali-kali dari balik tembok. Setelah mendekat, ia menemukan korban berada di balik pintu kos yang terkunci dari luar. Korban mengaku lapar karena ditinggalkan paman dan bibinya bekerja.
Karena pintu terkunci rapat, Islaha meminta bantuan warga, pengurus RT, hingga pihak kepolisian. Petugas akhirnya berhasil mengevakuasi balita tersebut dengan merusak kawat teralis jendela kamar kos yang terkunci.
Baca Juga: Waspada di Blok M! Copet HP Beraksi Tanpa Sentuhan Kasar
Kondisi Korban Dan Penyelidikan Polisi
Saat dievakuasi, kondisi fisik korban sangat memprihatinkan dan membuat prihatin banyak pihak. Terdapat sejumlah luka di bagian wajah dan kepala, termasuk dagunya yang berdarah. Selain itu, rambut korban juga terlihat sebagian botak akibat tindakan paman dan bibinya, yang diduga dilakukan secara berulang kali.
Kasat PPA dan TPPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, menjelaskan bahwa pendalaman motif masih dilakukan untuk memastikan fakta-fakta yang sebenarnya. Meskipun tersangka mengaku karena korban nakal, polisi belum menjelaskan secara spesifik kenakalan seperti apa yang dimaksud, dan penyelidikan terus berlangsung untuk mengungkap detail kasus ini.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh Polrestabes Surabaya, dengan fokus penuh pada perlindungan dan pemulihan korban. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap motif sebenarnya dan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku, demi keadilan bagi korban dan sebagai peringatan bagi masyarakat luas.
Dampak Dan Seruan Perlindungan Anak
Kejadian ini menyoroti betapa rentannya anak-anak terhadap kekerasan, bahkan dari orang terdekat. Kondisi balita yang disiksa menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap kesejahteraan anak-anak dalam keluarga. Kita semua memiliki peran untuk peduli, melapor, dan memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang.
Masyarakat diharapkan lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu untuk melaporkan dugaan kekerasan anak kepada pihak berwajib. Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan layak.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk senantiasa mengedepankan hak-hak anak dan melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi setiap anak. Semoga korban mendapatkan penanganan terbaik dan pemulihan dari trauma yang dialaminya.
Ikuti perkembangan Info Kriminal terupdate setiap harinya agar selalu mendapat kabar terbaru dan akurat seputar dunia kriminal hanya di Info Kriminal Hari Ini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com