Aksi copet HP yang berlangsung halus dan nyaris tanpa jejak di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, kini tengah diusut kepolisian.
Kawasan Blok M yang dikenal sebagai salah satu pusat keramaian di Jakarta Selatan kembali menjadi sorotan. Bukan karena geliat kuliner atau pusat perbelanjaannya, melainkan akibat maraknya aksi pencopetan telepon genggam yang berlangsung begitu halus. Sejumlah korban mengaku tidak menyadari kapan dan bagaimana ponsel mereka berpindah tangan.
Berikut ini, Info Kriminal Hari Ini akan membahas tentang aksi copet HP yang berlangsung halus dan nyaris tanpa jejak.
Kronologi Kejadian Yang Meresahkan
Dalam beberapa pekan terakhir, laporan kehilangan ponsel meningkat di kawasan Blok M, yang berada di wilayah Jakarta Selatan. Para korban rata-rata kehilangan perangkat mereka saat berada di halte, trotoar ramai, hingga pusat perbelanjaan sekitar terminal.
Sebagian korban mengaku baru menyadari kehilangan setelah hendak menggunakan ponsel beberapa menit kemudian. Tidak ada dorongan keras, tidak ada ancaman, bahkan tidak ada sentuhan yang terasa mencurigakan. Hal inilah yang membuat aksi tersebut dinilai sangat halus dan terorganisir.
Beberapa saksi juga menyebut adanya kelompok yang diduga bekerja sama. Satu orang diduga bertugas mengalihkan perhatian korban, sementara lainnya dengan cepat mengambil ponsel dari saku atau tas yang tidak tertutup rapat. Pola ini masih didalami oleh pihak berwenang.
Modus Operandi Yang Tersusun Rapi
Modus yang digunakan pelaku tergolong klasik namun dikemas dengan teknik yang semakin canggih. Mereka memanfaatkan kelengahan korban, terutama saat korban sibuk menggunakan transportasi umum atau berjalan sambil bermain ponsel.
Pelaku kerap berbaur layaknya pengunjung biasa. Penampilan yang rapi dan sikap tenang membuat mereka sulit dicurigai. Bahkan dalam beberapa kasus, korban sempat bersinggungan fisik ringan tanpa menyadari bahwa itu bagian dari taktik pengalihan perhatian.
Tak hanya itu, kepadatan arus lalu lintas pejalan kaki di sekitar terminal dan pusat belanja menjadi keuntungan tersendiri bagi pelaku. Situasi ramai membuat korban sulit mengidentifikasi siapa yang berada di dekatnya dalam hitungan detik sebelum ponsel raib.
Respons dan Penyelidikan Kepolisian
Menanggapi laporan yang terus berdatangan, jajaran kepolisian setempat di bawah koordinasi Polres Metro Jakarta Selatan langsung melakukan penyelidikan. Petugas meningkatkan patroli dan menempatkan personel berpakaian sipil di beberapa titik rawan.
Pihak kepolisian juga tengah menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sejumlah lokasi. Dari rekaman awal, terlihat beberapa individu yang diduga melakukan pergerakan mencurigakan dengan pola yang sama di beberapa hari berbeda.
Selain itu, aparat turut mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengalami atau menyaksikan kejadian serupa. Informasi sekecil apa pun dinilai penting untuk membantu mengungkap jaringan pelaku yang diduga tidak beraksi seorang diri.
Dampak Bagi Pengunjung dan Pelaku Usaha
Maraknya aksi copet ini tentu menimbulkan keresahan, terutama bagi para pengunjung yang rutin beraktivitas di kawasan tersebut. Sebagian warga mengaku kini lebih waspada dan memilih menyimpan ponsel di tempat yang lebih aman.
Pelaku usaha di sekitar Blok M juga merasakan dampaknya. Meski tidak secara langsung terlibat, kabar mengenai maraknya pencopetan dapat memengaruhi rasa aman pengunjung. Beberapa toko bahkan mulai memasang imbauan kewaspadaan di pintu masuk.
Di sisi lain, ada pula komunitas warga yang berinisiatif membagikan informasi melalui media sosial untuk meningkatkan kesadaran. Langkah ini diharapkan dapat membantu meminimalisasi jumlah korban sambil menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat.
Imbauan Keamanan Untuk Masyarakat
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga barang berharga. Masyarakat diimbau untuk tidak menyimpan ponsel di saku belakang celana atau tas yang terbuka saat berada di tempat ramai.
Menggunakan tas dengan resleting tertutup rapat serta tidak terlalu sering mengeluarkan ponsel di tengah kerumunan dapat mengurangi risiko. Selain itu, fitur keamanan seperti pelacakan perangkat dan penguncian jarak jauh sebaiknya diaktifkan sebagai langkah antisipasi.
Kepolisian juga menekankan pentingnya kerja sama masyarakat. Semakin cepat laporan dibuat, semakin besar peluang pelaku teridentifikasi. Dengan sinergi antara aparat dan warga, diharapkan aksi copet yang meresahkan ini dapat segera terungkap dan kawasan Blok M kembali menjadi ruang publik yang aman dan nyaman.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari Disway
- Gambar Kedua dari detikNews