Kematian Siswa SD Makassar menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan.

Kasus ini tidak hanya menggugah emosi publik, tetapi juga menyoroti isu serius tentang kekerasan di lingkungan sekolah dan tanggung jawab institusi pendidikan dalam melindungi siswa.
Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kriminal Hari Ini.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tragis ini bermula setelah Afnan mengikuti ujian akhir di SDN Maccini Sawah Satu, Makassar. Dalam perjalanan pulang, ia diduga dikeroyok oleh tiga pelajar, terdiri dari dua siswa SD dan satu siswa SMP kelas 9.
Penganiayaan tersebut terjadi di luar area sekolah, tepatnya di depan gerbang sekolah. Setelah kejadian, Afnan pulang ke rumah dengan kondisi tubuh penuh luka dan mengeluhkan rasa sakit di dada serta kepala.
Keluarga kemudian membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Selama dirawat, Afnan sempat mengungkapkan kepada keluarganya bahwa ia dipukul oleh tiga orang temannya. Ia bahkan menunjukkan tiga jari sebagai isyarat jumlah pelaku.
Sayangnya, kondisi kesehatannya memburuk, dan setelah menjalani perawatan di tiga rumah sakit berbeda, termasuk RS Pelamonia, RS Sitti Fatimah, dan RS Islam Faisal, Afnan menghembuskan napas terakhir pada Jumat, 30 Mei 2025.
Dugaan Motif Penganiayaan
Menurut ayah korban, Ichal Jamaluddin, sebelum kejadian pengeroyokan, Afnan sempat terlibat perkelahian dengan salah satu teman sekelasnya di sekolah.
Perkelahian tersebut dipicu oleh ejekan yang sering diterima Afnan dari temannya. Pihak sekolah telah memanggil orang tua kedua siswa untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Namun, setelah kejadian itu, Afnan diduga menerima ancaman dari keluarga teman yang terlibat perkelahian dengannya. Ancaman tersebut berupa peringatan bahwa Afnan akan dikeroyok jika bertemu di luar sekolah.
Baca Juga: Ratusan Pil Terlarang Disita, Pengedar Tramadol-Hexymer Ditangkap Polisi di Cikande!
Tindakan Kepolisian

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar segera menindaklanjuti laporan dari keluarga korban. Jenazah Afnan telah diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, AKP Hamka, menyatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi untuk mendalami kasus ini.
Penyelidikan difokuskan pada kebenaran informasi yang disampaikan oleh keluarga korban dan mencari fakta-fakta pendukung lainnya.
Akhirnya, tragedi ini harus menjadi momentum bagi semua pihak untuk bersatu dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan positif bagi generasi muda.
Reaksi Publik
Kasus ini memicu keprihatinan luas di kalangan masyarakat, terutama terkait dengan meningkatnya kekerasan di lingkungan sekolah. Banyak pihak menyoroti pentingnya peran sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi siswa.
Selain itu, kasus ini juga menyoroti perlunya pendekatan yang lebih efektif dalam menangani konflik antar siswa dan mencegah tindakan bullying.
Keluarga korban berharap agar kasus ini diusut tuntas dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Mereka juga menginginkan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan dan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan siswa.
Kasus ini juga menyoroti perlunya sistem hukum yang responsif terhadap kasus kekerasan di kalangan pelajar. Penegakan hukum yang adil dan transparan dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan menjadi pelajaran bagi masyarakat luas.
Buat kalian yang ingin mendapatkan berita viral seputaran kriminal di Indonesia. Kalian bisa kunjungi Info Kriminal Hari Ini yang dimana akan selalu memberikan informasi menarik lainnya, yang pasti berita ter-update, terviral, dan terbaru.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari www.detik.com