Tragis! Ayah Di Lombok Tebas Anak Kandung Pakai Parang, Warga Geger

Tragis! Ayah Di Lombok Tebas Anak Kandung Pakai Parang, Warga Geger

Kisah pilu menyelimuti Dusun Carik Kauh, Desa Dasan Tapen, Lombok Barat, ketika ayah berinisial BI tega menebas anak kandungnya, KP, menggunakan parang.

Tragis! Ayah Di Lombok Tebas Anak Kandung Pakai Parang, Warga Geger

Insiden tragis ini terjadi di rumah mereka sendiri pada Senin (2/2/2026) pagi, sekitar pukul 07.00 Wita.

Berikut ini, Info Kriminal Hari Ini akan menyoroti kejadian yang mengejutkan banyak pihak dan menimbulkan keprihatinan mendalam.

Pertengkaran Sengit Berujung Tindakan Brutal

Awal mula peristiwa naas ini adalah pertengkaran mulut antara BI dan KP di halaman rumah mereka. Menurut keterangan Kepala Desa Dasan Tapen, Nasrullah Hasbi, perselisihan ini awalnya hanya pertengkaran biasa. Namun, emosi BI tampaknya memuncak, mengubah suasana menjadi mencekam.

Anggota keluarga sempat berupaya meredakan perdebatan sengit antara ayah dan anak ini. Mereka berusaha melerai agar situasi tidak semakin memburuk. Sayangnya, upaya tersebut tidak mampu meredam amarah BI yang sudah memuncak.

Dalam kondisi emosi yang tak terkendali, BI masuk ke dalam rumah. Ia kemudian kembali dengan membawa sebilah parang. Tindakan ini menjadi awal dari tragedi yang tidak terduga dan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga serta masyarakat sekitar.

Parang Menghunus, Anak Tak Berdaya

Nasrullah Hasbi menjelaskan bahwa awalnya BI mengambil parang bukan untuk menyerang anaknya. Ia sempat menebas pagar tanaman di sekitar rumahnya. Namun, perdebatan antara BI dan KP kembali memanas, memicu emosi BI untuk melakukan tindakan di luar nalar.

Dalam puncak amarahnya, BI langsung mengayunkan parang ke arah anaknya. KP yang tak menduga serangan tersebut tidak melakukan perlawanan sama sekali. Ia menjadi korban tanpa bisa membela diri dari serangan sang ayah.

Yang lebih memilukan, KP sempat meminta maaf dan memeluk ayahnya, berharap amarah BI mereda. Namun, ampunan tak didapat. BI tetap melanjutkan penganiayaan, menunjukkan betapa gelapnya kalut emosi yang menyelimutinya saat itu.

Baca Juga: Aksi Tawuran Antar Pelajar di Batu Bara Marak, Situasi Arus Lalu Lintas Macet

Luka Fisik Dan Jiwa, Pelaku Diamankan

Luka Fisik dan Jiwa, Pelaku Diamankan

Akibat serangan brutal sang ayah, KP mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya. Punggung dan tangannya menjadi sasaran tebasan parang tersebut. Kondisi tangan KP disebut cukup parah, membutuhkan penanganan medis segera.

Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Fokus utama saat ini adalah pemulihan fisik KP dari luka-luka yang dideritanya. Trauma psikologis akibat kejadian ini juga menjadi perhatian serius.

Sementara itu, BI telah diamankan oleh pihak kepolisian di Mapolres Lombok Barat. Ia kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pihak kepolisian masih mendalami motif di balik tindakan tragis ini.

Penyelidikan Berlanjut, Menanti Keterangan Resmi

Informasi terkini yang dihimpun menunjukkan bahwa BI kini berada dalam penanganan hukum. Proses penyelidikan sedang berjalan untuk mengungkap secara tuntas duduk perkara dan latar belakang insiden tersebut. Masyarakat berharap keadilan dapat ditegakkan.

detikBali telah berupaya mengonfirmasi lebih lanjut kepada pihak Polres Lombok Barat mengenai peristiwa ini. Namun, hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang disampaikan oleh pihak berwenang. Publik menantikan rilis informasi yang transparan dan akurat.

Kasus ini menjadi pengingat betapa pentingnya pengelolaan emosi dan penyelesaian konflik secara damai dalam keluarga. Kekerasan dalam bentuk apapun, apalagi terhadap anak kandung, adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan harus dicegah demi kebaikan bersama.

Jangan sampai ketinggalan, semua kabar politik terbaru tersaji lengkap di Info Kriminal Hari Ini.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar pertama dari detik.com
  • Gambar Utama dari detik.com
Home
Telegram
Tiktok
Instagram