Tragedi mengerikan terjadi di Batam seorang pria berinisial MY (30) tega membunuh mantan kekasih sesama jenis, AS (21), karena cemburu.
Korban bersimbah darah pun viral, menampilkan pacar baru AS, AB, yang berlumuran darah meminta pertolongan. Polisi mengungkap bahwa tersangka merencanakan aksinya sejak pagi, membawa kayu berpaku dan pisau dapur. Kasus ini mengguncang masyarakat Batam dan menjadi peringatan akan bahaya cemburu.
Berikut ini, Info Kriminal Hari Ini akan menyoroti kepolisian yang berhasil mengungkap tuntas kasus ini, membawa titik terang pada peristiwa yang sempat menggegerkan publik.
Cemburu Buta! Pria 30 Tahun Tewaskan Mantan di Batam
Seorang pria berinisial MY (30) tega menghabisi mantan pacar sesama jenisnya, AS (21), di kawasan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau. Motif pembunuhan ini diduga karena rasa cemburu, lantaran korban telah memiliki pasangan baru. Peristiwa ini menggemparkan warga Batam sekaligus menjadi sorotan publik di media sosial.
Video korban AS bersimbah darah pun sempat viral. Dalam video tersebut, terlihat pacar baru AS berinisial AB, yang juga seorang pria, berlumuran darah di depan rumah sambil menelepon seseorang untuk meminta pertolongan. Sementara itu, AS sudah tergeletak di dalam kamarnya, tidak bernyawa.
Kapolresta Barelang, Kombes Anggoro Wicaksono, menjelaskan bahwa tersangka MY telah merencanakan aksinya sejak pagi hari. Ia mengikuti AS ke sebuah minimarket di kawasan Batu Besar. Namun karena minimarket ramai, niat pembunuhan sempat diurungkan, hingga akhirnya tersangka mencari korban kembali di waktu berikutnya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Rencana Pembunuhan Yang Terencana
Sekitar pukul 10.00 WIB, MY kembali mencari korban setelah melihat AS keluar dari rumah. Dalam perjalanan, tersangka mengambil kayu yang terdapat paku serta sebuah batu besar untuk digunakan sebagai senjata. Rencana yang matang ini menunjukkan premeditasi dalam tindak kejahatan tersebut.
MY kemudian menuju rumah milik AB di Perumahan Family Dream. Saat itu, AS dan AB sedang bersiap pindah kos, membuat mereka lengah terhadap keberadaan tersangka. Kondisi ini dimanfaatkan MY untuk masuk ke rumah tanpa kesulitan karena pintu tidak terkunci.
Dari kamar sebelah, tersangka mengintip dan melihat AS dan AB sedang berpelukan. Hal tersebut semakin memicu amarah tersangka hingga ia memutuskan untuk melakukan pembunuhan. Polresta Barelang menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan pembunuhan berencana yang disertai niat kuat dari tersangka untuk melukai korban.
Baca Juga: Heboh! Pemuda di Dompu Jadi Korban Penganiayaan Brutal, Pelaku Masih Buron!
Kekerasan Mematikan di Rumah AB
Setelah melihat AS dan AB, MY keluar dari kamar dan langsung menyerang. Ia memukul kepala AB menggunakan kayu berpaku sebanyak satu kali hingga kayu tersebut patah. Serangan ini membuat AB oleng dan terjatuh.
Kemudian, tersangka menikam punggung AS dengan pisau dapur yang sudah disiapkan sebelumnya. AS tewas di tempat, sementara AB sempat berusaha melawan dan kemudian keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar. Tragisnya, nyawa AS tidak tertolong dan AB mengalami luka serius akibat serangan fisik yang brutal tersebut.
Warga sekitar yang mendengar keributan segera menghubungi pihak kepolisian. Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat terkait bahayanya konflik pribadi yang berujung kekerasan. Video viral insiden ini turut memicu diskusi luas mengenai keselamatan dan keamanan individu di rumah maupun lingkungan sekitar.
Penyerahan Diri dan Proses Hukum
Setelah melakukan aksinya, MY langsung menyerahkan diri ke Polresta Barelang. Pihak kepolisian kini tengah memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku. MY dijerat dengan tuduhan pembunuhan berencana dan kekerasan fisik terhadap korban lain, serta ancaman hukum yang berat menanti tersangka.
Kapolresta Barelang menegaskan pentingnya laporan cepat dari warga untuk menahan pelaku kekerasan. Kejadian ini juga menjadi perhatian pihak berwajib untuk meningkatkan pengawasan di kawasan padat penduduk, terutama terkait keamanan rumah dan lingkungan.
Sementara itu, masyarakat di Batam masih terguncang oleh peristiwa ini. Banyak yang menyayangkan tragedi ini terjadi akibat motif cemburu, menunjukkan pentingnya kontrol emosi dan penyelesaian konflik secara damai. Kasus ini dipastikan akan menjadi perhatian serius aparat hukum hingga tuntas.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com