Remaja Bantul menjadi korban pengeroyokan geng motor di Sanden setelah diserang menggunakan senjata tajam, polisi berhasil menangkap empat terduga pelaku.
Polisi bergerak cepat menangani kasus ini dan berhasil mengamankan empat remaja yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan. Petugas juga menyita sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan saat menyerang korban. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kriminal Hari Ini.
Malam Mencekam Saat Remaja Bantul Dicegat Rombongan Geng Motor
Kejadian bermula pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, korban berinisial RSP (16), seorang pelajar asal Srigading, Sanden, Bantul, tengah mengendarai sepeda motor bersama beberapa temannya menuju kawasan Ngepet.
Dalam perjalanan, rombongan korban tiba-tiba berpapasan dengan kelompok yang berjumlah sekitar 20 orang menggunakan kurang lebih 10 sepeda motor. Situasi tersebut membuat beberapa teman korban merasa takut dan memilih menghindar.
Namun, korban yang masih melanjutkan perjalanan akhirnya ikut berbalik arah setelah melihat kondisi semakin tidak aman. Saat itulah kelompok pelaku mulai mengejar korban hingga terjadi aksi kekerasan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Korban Dijatuhkan dari Motor hingga Diserang Senjata Tajam
Menurut keterangan kepolisian, para pelaku mengejar korban sebelum salah satu dari mereka menendang bagian belakang sepeda motor yang dikendarai RSP. Akibat tendangan tersebut, korban kehilangan kendali dan terjatuh dari kendaraan.
Setelah korban terjatuh, beberapa pelaku langsung menariknya menuju area pinggir sawah. Dalam kondisi tidak berdaya, korban mendapat serangan menggunakan senjata tajam berupa celurit dan golok.
Aksi brutal tersebut membuat korban mengalami luka bacok pada bagian tangan. Selain menyerang korban, para pelaku juga merusak sepeda motor milik korban hingga mengalami kerusakan.
Baca Juga:Â Geger Sukabumi! Tuduhan Maling Berujung Maut, Pemuda Ini Tewas Setelah Dikeroyok 6 Orang
Polisi Tangkap 4 Remaja dan Amankan Barang Bukti
Beruntung, aksi tersebut tidak berlangsung lebih lama karena ada anggota kepolisian yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Kehadiran petugas membuat para pelaku langsung melarikan diri dari tempat kejadian.
Korban kemudian mendapatkan pertolongan dan segera dibawa ke RSUD Saras Adyatma Bambanglipuro sebelum menjalani perawatan lanjutan di RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Setelah menerima laporan dari pihak korban, Unit Reskrim Polsek Sanden langsung melakukan penyelidikan. Polisi akhirnya berhasil menangkap empat terduga pelaku berinisial ASA (17), FNS (17), DBK alias D (18), dan AKPP (17).
Dari tangan para pelaku, polisi menyita tiga bilah celurit, satu bilah golok, serta sepeda motor Honda Vario milik korban yang mengalami kerusakan akibat aksi pengeroyokan.
Polisi Ungkap Peran Masing-Masing Pelaku Pengeroyokan
Dalam penyidikan awal, polisi menemukan dugaan keterlibatan berbeda dari setiap pelaku. ASA diduga menjadi pelaku yang membacok tangan korban menggunakan golok sekaligus merusak sepeda motor korban.
Sementara itu, FNS diduga ikut melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan tangan kosong. DBK alias D diduga terlibat dalam aksi pembacokan serta perusakan kendaraan korban.
Adapun AKPP diduga membawa senjata tajam jenis golok dan melakukan tindakan yang menyebabkan korban terjatuh dari sepeda motor.
Polisi masih terus mendalami kasus tersebut untuk mencari kemungkinan adanya pelaku lain yang ikut dalam aksi kekerasan tersebut.
Kapolres Bantul Tegaskan Kejahatan Jalanan Akan Ditindak
Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi aksi kejahatan jalanan yang mengganggu keamanan masyarakat.
Polres Bantul memastikan proses hukum terhadap para pelaku akan berjalan sesuai aturan yang berlaku. Polisi juga mengingatkan masyarakat, terutama orang tua, agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya pada malam hingga dini hari.
Kasus pengeroyokan remaja di Sanden ini menjadi perhatian karena melibatkan kelompok anak muda dengan jumlah besar dan membawa senjata tajam. Polisi kini masih melanjutkan penyidikan untuk mengungkap seluruh fakta di balik kejadian tersebut.