Kota Mataram digegerkan aksi brutal setelah tiga remaja diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal yang masih diselidiki.
Tiga remaja di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal pada Minggu dini hari, 19 April 2026. Peristiwa ini terjadi di Simpang Empat Arum Jaya, Jalan Airlangga, dan langsung memicu respons cepat kepolisian setelah warga melapor melalui layanan darurat 110.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi mengatakan polisi menerima aduan masyarakat pada dini hari dan segera menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat kejadian perkara, petugas menemukan tiga remaja yang diduga menjadi korban kekerasan.
Ketiga korban diketahui berinisial SR, RSA, dan AZ. Mereka kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis karena mengalami luka-luka yang diduga akibat senjata tajam.
Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengamankan bukti awal. Dari lokasi, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi penganiayaan, termasuk senjata tajam, anak panah, dan sepeda motor.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kondisi Korban
Berdasarkan keterangan polisi, SR mengalami luka pada bagian punggung yang diduga disebabkan oleh anak panah. Luka tersebut menjadi salah satu tanda bahwa kekerasan dilakukan dengan senjata tajam atau benda berbahaya.
Sementara itu, RSA mengalami luka sobek di beberapa bagian tubuh, seperti kepala, pinggang, siku, dan jari tangan. Selain luka fisik, pakaian korban juga mengalami kerusakan, yang menguatkan dugaan terjadinya serangan fisik yang cukup keras.
Korban AZ turut mengalami luka di bagian kepala dan betis. Dalam laporan lain, korban disebut sempat membutuhkan perawatan medis intensif setelah ditemukan dalam kondisi terluka di lokasi kejadian.
Baca Juga: Miris! Urusan Pinjam HP di Tangerang Berujung Maut, Pria Tega Bunuh Ibu Tiri
Langkah Polisi
Usai menerima laporan warga, kepolisian bergerak cepat menangani kasus ini. Petugas langsung mengamankan lokasi, mengevakuasi para korban, dan mengumpulkan keterangan dari saksi untuk mengetahui pelaku serta pemicu kejadian.
Sejumlah barang bukti turut diamankan, antara lain dua motor, empat anak panah, satu senjata tajam, dan satu belati. Temuan ini menjadi bagian penting dalam penyelidikan untuk mengungkap apakah para pelaku beraksi secara spontan atau terorganisasi.
Hingga laporan awal dibuat, polisi masih mendalami identitas orang tak dikenal yang diduga melakukan penganiayaan. Aparat juga menunggu keterangan lanjutan dari korban dan saksi agar rangkaian peristiwa bisa dipetakan secara jelas.
Dampak dan Penanganan
Kasus ini menimbulkan keresahan di kalangan warga Mataram, terutama karena terjadi pada dini hari dan melibatkan korban remaja. Peristiwa semacam ini memunculkan kekhawatiran soal keamanan lingkungan dan rawannya kekerasan jalanan di kawasan perkotaan.
Dari sisi penanganan, korban telah mendapat perawatan medis, sementara polisi melanjutkan penyelidikan di lapangan. Kehadiran aparat di lokasi menunjukkan upaya untuk mencegah situasi berkembang menjadi keributan yang lebih luas.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan melalui saluran resmi. Langkah ini penting agar aparat bisa merespons lebih cepat sebelum aksi kriminalitas menimbulkan korban tambahan.
Jangan sampai ketinggalan! Info Kriminal Hari Ini akan menghadirkan kabar terbaru dan mengejutkan seputar dunia kriminal setiap harinya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari radarsemarang.jawapos.com
- Gambar Kedua dari detik.com