Kasus pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (Kacab) Bank BUMN di Jakarta kembali viral usai polisi berhasil ungkap otak utama, yaitu Dwi Hartono.

Terkenal sebagai pengusaha bimbingan belajar (bimbel) sekaligus influencer, sosok Dwi Hartono ternyata memiliki sisi gelap yang menghebohkan. Berikut Info Kriminal Hari Ini akan membahas mengenai profil lengkap dan fakta menarik dari Dwi Hartono yang menjadi otak utama dalam kasus pembunuhan Kacab Bank BUMN.
Identitas dan Latar Belakang Dwi Hartono
Dwi Hartono lahir pada 6 Oktober 1985 di Lahat, Sumatera Selatan. Ia dikenal sebagai pengusaha bimbel dan motivator muda yang aktif mengelola Hartono Foundation, sebuah yayasan sosial yang fokus pada pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan UMKM.
Selain itu, ia juga seorang influencer dengan puluhan ribu pengikut di Instagram dan YouTube, kerap membagikan tips bisnis dan motivasi.
Peran Dalam Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN
Polda Metro Jaya mengungkap bahwa Dwi Hartono adalah otak penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta Timur, yang bernama Muhammad Ilham Pradipta (37).
Korban diculik dan ditemukan tewas dengan luka mengenaskan di Bekasi. Polisi menangkap Dwi di Solo, Jawa Tengah, pada 23 Agustus 2025 bersama beberapa tersangka lain dalam kasus ini.
Jejak Kriminal dan Rekam Jejak Pelanggaran
Tidak hanya kasus pembunuhan, Dwi Hartono juga tercatat pernah terlibat kasus pemalsuan ijazah pada tahun 2012. Ia memalsukan ijazah empat calon mahasiswa agar bisa diterima di Fakultas Kedokteran.
Ia adalah residivis yang divonis dua tahun penjara akibat kasus tersebut. Meski dikenal sebagai figur publik, rekam jejak ini mengungkap sisi kelam kehidupan Dwi yang bertolak belakang dengan citra dermawannya.
Baca Juga: Bejat! Guru SMP di Bekasi Lecehkan Siswi di Ruang OSIS, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan!
Aktivitas dan Kehidupan Publik Dwi Hartono

Selain bisnis bimbel, Dwi aktif di media sosial dengan konten gaya hidup, pertemuan dengan beberapa pejabat negara, dan aktivitas sosial. Ia pernah memiliki rencana untuk maju dalam Pilkada 2024 di daerah asalnya, Jambi, namun mundur menjelang pemilihan.
Dwi dikenal di kampung halamannya sebagai sosok dermawan yang rutin memberikan bantuan modal UMKM dan ambulans.
Pendidikan dan Status Akademik
Dwi Hartono melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sempat terdaftar sebagai mahasiswa baru program magister manajemen.
Namun, menyusul keterlibatannya dalam kasus pembunuhan, pihak UGM menonaktifkan status akademiknya sebagai bagian dari proses hukum yang tengah berlangsung.
Proses Penegakan Hukum dan Dampak Kasus
Penyidikan polisi masih terus berlanjut dengan penetapan total 15 tersangka dari berbagai peran dalam kejahatan ini. Selain penagkapan dan pemeriksaan, aparat berusaha mengungkap motif di balik pembunuhan yang memukau publik ini.
Kasus ini menjadi peringatan keras terkait keberadaan sindikat kejahatan terorganisir yang bisa menyusup ke berbagai lapisan masyarakat, bahkan yang berstatus figur publik atau pengusaha sukses.
Kesimpulan
Dwi Hartono, yang selama ini dikenal sebagai pengusaha bimbingan belajar dan influencer. Ia ditetapkan sebagai salah satu dalang utama pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN di Jakarta Timur. Selain itu, rekam jejak kriminalnya juga mencakup kasus pemalsuan ijazah, menunjukkan sisi gelap kehidupan yang tersembunyi di balik citra dermawan dan suksesnya.
Penangkapan dan proses hukum terhadap Dwi dan tersangka lain diharapkan memberikan keadilan bagi korban dan menjadi bukti bahwa tidak ada yang kebal hukum, apapun latar belakangnya. Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang kewaspadaan terhadap kejahatan di masyarakat modern, sekaligus kebutuhan penegakan hukum yang tegas dan transparan.
Buat kalian yang ingin mendapatkan berita viral seputaran kriminal di Indonesia, kalian bisa kunjungi Info Kriminal Hari Ini, yang dimana akan selalu memberikan informasi menarik lainnya, yang pasti berita ter-update, terviral, dan terbaru.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari megapolitan.kompas.com
- Gambar Kedua dari kelumajang.com