Pria di TTS, NTT, Musa Misa tewas setelah dipukul istrinya, Yuliana Tefa, menggunakan shockbreaker saat pertengkaran di rumah mereka.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 04.00 Wita. Saat itu, Musa baru pulang ke rumah dalam kondisi mabuk minuman keras. Situasi di dalam rumah kemudian berubah tegang setelah Musa melontarkan perkataan kasar kepada istrinya. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kriminal Hari Ini.
Musa Pulang dalam Kondisi Mabuk
Kapolres TTS AKBP Kristyan Martino menjelaskan, Musa pulang ketika Yuliana sedang tidur. Dalam kondisi terpengaruh minuman keras, Musa membangunkan istrinya lalu memarahinya.
Perkataan Musa kemudian semakin keras. Ia bahkan mengancam akan membunuh Yuliana. Ancaman tersebut membuat suasana rumah berubah menjadi panas pada dini hari.
Menurut Kristyan, Yuliana bukan pertama kali menghadapi perlakuan serupa dari suaminya. Polisi menyebut Musa beberapa kali melakukan tindakan yang sama sebelum kejadian tragis tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ancaman Bunuh Picu Emosi Yuliana
Yuliana yang terus mendapat perlakuan tersebut akhirnya tak mampu menahan emosinya. Saat Musa terus memarahinya, Yuliana mengambil sebuah shockbreaker yang berada di dalam kamar.
Yuliana kemudian memukul suaminya menggunakan benda tersebut. Ia menghantam bagian kepala Musa beberapa kali hingga kondisi korban semakin parah.
Peristiwa yang bermula dari pertengkaran rumah tangga itu kemudian berujung fatal. Musa meninggal dunia di lokasi setelah menerima sejumlah pukulan di bagian kepala.
Baca Juga: Rp325 Juta Melayang! Warga Indramayu Laporkan Dugaan Arisan Bodong
Yuliana Tetap Berada di Rumah Setelah Kejadian
Setelah Musa terjatuh, Yuliana tidak meninggalkan rumah. Ia tetap berada di lokasi hingga anggota kepolisian datang untuk menangani kejadian tersebut.
Sikap Yuliana yang tetap berada di rumah membuat polisi dapat segera mengamankannya. Petugas kemudian meminta keterangan awal untuk mengetahui rangkaian kejadian yang berlangsung sebelum Musa meninggal.
“Pelaku menunjukkan sikap kooperatif saat anggota tiba di lokasi,” ujar Kristyan, seperti dikutip detikBali pada Selasa (25/8/2026).
Polisi selanjutnya membawa Yuliana untuk menjalani proses pemeriksaan. Petugas juga mulai mengumpulkan informasi dari lokasi kejadian dan pihak-pihak yang mengetahui peristiwa tersebut.
Polisi Olah TKP dan Amankan Barang Bukti
Sesaat setelah menerima laporan, anggota Polres TTS mendatangi rumah tempat kejadian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan berbagai informasi terkait kasus tersebut.
Petugas juga memeriksa kondisi rumah dan mencari barang yang berkaitan dengan kejadian. Shockbreaker yang Yuliana gunakan untuk memukul Musa menjadi salah satu benda yang mendapat perhatian dalam pemeriksaan.
Langkah olah TKP membantu penyidik menyusun kembali urutan peristiwa. Polisi juga perlu memastikan keterangan yang muncul selama pemeriksaan sesuai dengan kondisi di lokasi.
Yuliana Jalani Pemeriksaan Intensif di Polres TTS
Saat ini, Yuliana menjalani pemeriksaan intensif di Polres TTS. Penyidik masih menggali keterangan mengenai pertengkaran tersebut, termasuk kejadian sebelum Yuliana mengambil shockbreaker.
Polisi juga akan mendalami dugaan bahwa Musa beberapa kali melakukan tindakan serupa terhadap istrinya. Informasi tersebut menjadi bagian penting untuk memahami latar belakang konflik yang terjadi di rumah pasangan tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian karena pertengkaran rumah tangga yang terjadi pada dini hari berakhir dengan kematian. Polisi masih melanjutkan proses penyelidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Untuk sementara, Yuliana tetap menjalani pemeriksaan di Polres TTS. Penyidik akan menentukan langkah hukum berikutnya berdasarkan hasil pemeriksaan, keterangan saksi, serta bukti yang mereka kumpulkan dari lokasi kejadian.