Sebuah tragedi mengejutkan terjadi di sebuah kosan ketika seorang pria nekat melakukan tindakan fatal karena persoalan asmara.

Tragedi berdarah terjadi di sebuah tempat kos di Jalan Sandang, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung. Pria berinisial IS alias Bohim (40) menghabisi nyawa temannya, M (40) alias Marlin. Insiden terjadi Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Bohim diduga emosi saat melihat mantan istrinya berduaan dengan korban di dalam kamar kos.
Berikut ini Info Kriminal Hari Ini akan merangkum berbagai informasi kriminal menarik lainnya dan bermanfaat yang bisa menambah wawasan Anda.
Kronologi Tragedi di Dalam Kamar Kos
Bohim mendapat kabar mantan istrinya, L, sedang di kamar kos bersama Marlin. Ia langsung menuju tempat kos tersebut tanpa pikir panjang. Saat tiba, Bohim melihat keduanya berduaan di dalam kamar, yang membuatnya langsung marah.
Ia menyerang Marlin dengan pisau yang diambil dari dalam kamar. Korban sempat melawan, tetapi tetap terkena sekitar tujuh tusukan di tubuhnya. Usai menikam, sejumlah warga dan pemilik kos mendengar suara ribut lalu melapor ke polisi. Kamar kos menjadi tempat korban ditemukan tak bernyawa.
Usai membunuh, Bohim mengajak mantan istrinya pergi meninggalkan tempat kos. Mereka berdua lalu menghilang sejenak sebelum akhirnya dilacak keberadaannya. Polisi kemudian mempercepat proses pengejaran dan penyidikan di lokasi kejadian.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Motif Cemburu dan Kondisi Korban
Motif utama pembunuhan adalah cemburu dan sakit hati Bohim. Ia tidak terima melihat mantan istrinya berduaan dengan temannya sendiri di kamar kos. Emosi yang memuncak membuatnya langsung bertindak kekerasan tanpa berniat meredam amarah.
Korban, Marlin, dikenal sebagai teman dekat Bohim. Pelaku merasa dikhianati sehingga emosinya meledak saat melihat keduanya bersama. Laporan kepolisian menyebut korban sempat melawan, namun pelaku tetap menebaskan pisau berkali‑kali. Kamar kos yang sepi berkontribusi pada minimnya saksi langsung di lokasi.
Keluarga korban mengaku terpukul oleh kematian Marlin. Mereka berharap proses hukum berjalan adil dan pelaku dijerat sesuai perbuatannya. Insiden ini menjadi pengingat tentang bahayanya kecemburuan yang tidak terkendali.
Baca Juga: Gila! Aksi Nekat Curi IPhone Di Stasiun Tanah Abang Berakhir Memalukan
Aksi Bohim dan Tindakan Polisi

Usai menikam, Bohim melarikan diri ke Kabupaten Cirebon bersama mantan istrinya. Keduanya bersembunyi di suatu tempat di wilayah itu. Namun, polisi berhasil melacak keberadaan mereka dan melakukan penangkapan. Mantan istrinya juga diamankan untuk kepentingan pemeriksaan.
Bohim dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 351 ayat 3, serta Pasal 358 KUHP terkait penganiayaan berat yang menyebabkan kematian. Dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara, pelaku diharapkan bertanggung jawab penuh atas tindakannya. Polisi menyatakan proses hukum akan berjalan secara profesional.
Pisau yang digunakan Bohim diamankan sebagai barang bukti utama. Sepeda motor dan beberapa pakaian milik pelaku juga disita. Kapolrestabes Bandung menegaskan semua bukti ini akan menjadi dasar penyidikan. Tujuannya memperkuat berkas perkara sebelum kasus dibawa ke pengadilan.
Dampak Sosial dan Pesan Moral Kasus Ini
Kasus pembunuhan di kosan ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Banyak warga merasa takut karena kekerasan akibat cemburu bisa terjadi di tempat sehari‑hari, seperti kamar kos. Rasa tidak aman meningkat seiring maraknya berita kekerasan domestik dan cinta segitiga.
Kasus ini juga menegaskan pentingnya komunikasi sehat dalam hubungan. Cemburu adalah emosi biasa, tetapi jika tidak diolah dengan benar, bisa berujung pada kekerasan. Keterbukaan antarpasangan dan kepercayaan bisa menjadi penangkal agar konflik tidak berakhir maut.
Bagi kepolisian, peristiwa ini menjadi pengingat untuk memperkuat respons cepat terhadap kasus kekerasan dan kejahatan rumah tangga. Perlindungan korban dan pencegahan melalui pendidikan tentang emosi dan kekerasan menjadi fokus penting. Masyarakat berharap insiden brutal seperti ini menjadi pelajaran, bukan kebiasaan, bagi generasi mendatang.
Jangan sampai ketinggalan! Info Kriminal Hari Ini akan menghadirkan kabar terbaru dan mengejutkan seputar dunia kriminal setiap harinya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari liputan6.com
- Gambar Kedua dari detik.com