Eks Kapolres Ngada Segera Diserahkan ke Kejaksaan NTT Untuk Proses Hukum

Eks Kapolres Ngada Segera Diserahkan ke Kejaksaan NTT Untuk Proses Hukum

Mantan Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sukmaatmaja, segera diserahkan ke kejaksaan NTT usai terlibat 2 kasus besar.

Eks Kapolres Ngada Segera Diserahkan ke Kejaksaan NTT Untuk Proses Hukum

Setelah melalui proses penyidikan yang panjang mengenai dugaan pencabulan anak di bawah umur dan penyalahgunaan narkotika, Fajar akan segera diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk proses penuntutan.

Info Kriminal Hari Ini akan memberikan ulasan mengenai mantan Kapolres Ngada yang akan diserahkan ke Kejaksaan NTT, yuk simak lebih lanjut!

Penahanan dan Proses Penyidikan AKBP Fajar

AKBP Fajar Widyadharma resmi ditahan dan dipindahkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kupang pada awal Juni 2025. Penahanan ini dilakukan setelah penyidik Polda NTT menyelesaikan tahap penyidikan dan menetapkan Fajar sebagai tersangka dalam kasus pencabulan anak dan penyalahgunaan narkotika.

Penahanan ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan tanpa hambatan dan pelaku tidak melarikan diri.

Pelimpahan Berkas Perkara ke Kejaksaan Tinggi NTT

Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi NTT pada 21 Mei 2025, penyidik Polda NTT segera melakukan koordinasi dengan kejaksaan untuk pelimpahan tahap dua, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti.

Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Zet Tadung Allo, menyatakan bahwa penyerahan tersebut akan segera dilakukan setelah libur Idul Adha, menandai proses penuntutan dan persidangan yang akan segera berlangsung.

Kronologi Kasus dan Terbukanya Kasus Ini

Kasus ini terungkap setelah Kepolisian Australia melaporkan adanya video kekerasan seksual anak yang diunggah ke situs pornografi. Video tersebut diketahui berasal dari Kota Kupang, NTT.

Polda NTT kemudian melakukan penyelidikan sejak Januari 2025 dan menetapkan AKBP Fajar sebagai tersangka pada Februari 2025.

Fajar juga telah diberhentikan tidak dengan hormat dari jabatannya sebagai Kapolres Ngada setelah sidang kode etik.

Baca Juga: Viral! Percobaan Begal Todong Wanita Pakai Celurit di Depok, Terekam CCTV

Fakta Mengenai Korban dan Dampak Psikologis

Fakta-Mengenai-Korban-dan-Dampak-Psikologis

Korban pencabulan oleh Fajar adalah tiga anak di bawah umur berusia 6, 13, dan 16 tahun. Salah satu korban bahkan masih berusia 5 tahun saat peristiwa terjadi. Selain mengalami trauma berat, dua korban remaja juga menderita penyakit menular seksual yang diduga ditularkan oleh pelaku.

Kuasa hukum korban, Veronica Ata, menyatakan bahwa para korban mengalami ketakutan luar biasa, bahkan trauma ketika melihat orang berseragam polisi. Mereka kini mendapatkan perlindungan dan layanan psikologis di shelter khusus.

Bukti dan Barang Bukti yang Dikumpulkan

Polda NTT telah mengumpulkan sejumlah bukti dalam kasus ini, termasuk hasil visum pelecehan seksual, delapan rekaman video kekerasan seksual yang dibuat oleh Fajar, serta bukti pemesanan kamar hotel yang digunakan untuk melakukan aksi pencabulan.

Selain itu, polisi juga menemukan keterlibatan seorang perempuan berinisial ‘F’ yang diduga menjadi penyedia anak di bawah umur untuk pelaku.

Respons dan Harapan Dari Masyarakat

Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat dan berbagai lembaga perlindungan anak di NTT dan nasional. Aliansi Peduli Perempuan dan Anak (APPA) serta Lembaga Perlindungan Anak NTT mendesak agar proses hukum berjalan transparan dan adil, serta korban mendapatkan pemulihan psikologis dan restitusi.

Masyarakat berharap kasus ini menjadi pelajaran penting bagi institusi kepolisian dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik.

Kesimpulan

Kasus mantan Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sukmaatmaja, yang tersandung dugaan pencabulan anak dan penyalahgunaan narkotika, kini memasuki babak baru dengan pelimpahan berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi NTT. Penahanan dan proses hukum yang transparan diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban dan menegakkan supremasi hukum.

Kasus ini juga menjadi peringatan serius bagi institusi kepolisian dalam menjaga moral dan profesionalisme anggotanya. Perlindungan terhadap anak dan pemberantasan kejahatan seksual harus menjadi prioritas utama dalam sistem hukum dan sosial di Indonesia.

Buat kalian yang ingin mendapatkan berita viral seputaran kriminal di Indonesia, kalian bisa kunjungi Info Kriminal Hari Ini, yang dimana akan selalu memberikan informasi menarik lainnya, yang pasti berita ter-update, terviral, dan terbaru.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari cnnindonesia.com
  2. Gambar Kedua dari antaranews.com
Home
Telegram
Tiktok
Instagram
Dead Spin Mahjong Wins 2Volatilitas Dead Spin Mahjong Wins 3Probabilitas Mix Parlay 10 TimScatter Starlight Princess 1000Black Scatter 60 PutaranSimbol Black ScatterSistem Tumble Sweet BonanzaReel Adaptif dan Pengalaman MobileDesain Visual Starlight PrincessDinamika Mahjong Wins 3Distribusi Simbol Reel DigitalPerubahan Tempo Gates of OlympusVariasi Hasil Setiap PutaranStabilitas Transisi Real-TimeEfek Visual MultiplierSinkronisasi Real-Time Gates of OlympusAnimasi Multiplier Starlight PrincessCascade Bertingkat Mahjong WaysDesain Responsif Sweet BonanzaEvolusi Platform Permainan DigitalStatistik dan Pengalaman PenggunaDesain Mobile Permainan DigitalFitur Baru Mahjong Ways 2Cascade dan MultiplierFrekuensi Simbol dan ProbabilitasEvolusi Mahjong DigitalSuper Scatter dan Kecepatan FramePower of Thor MegawaysPopularitas Buffalo King MegawaysTempo Gates of Olympus
Sistem Variabel MegawaysAudio Visual Gates of OlympusProbabilitas dan Distribusi MultiplierPopularitas Mahjong WaysStatistik dan Pengalaman PenggunaTransformasi Baccarat DigitalKomunitas Gamer dan Turnamen OnlineDesain Starlight PrincessPendekatan Alternatif Mahjong Ways 2Respons Visual Mahjong WaysDesain Mobile Permainan DigitalFitur Mahjong Ways 2Cascade dan MultiplierFrekuensi Simbol dan ProbabilitasEvolusi Mahjong DigitalMekanisme Mahjong Ways 2Dinamika Bonanza GoldPerbandingan Mahjong Ways 2 dan Edisi PertamaDesain Bonanza GoldVisual dan Fitur Bonanza GoldScatter Mahjong Ways 100 PutaranVolatilitas dan IntervalStabilitas Sistem pada Fase KritisVisual Nusantara Mahjong Ways 2Kecepatan Spin Gates of OlympusPopularitas Mahjong Ways di IndonesiaGame Bertema Asia dan Mahjong WaysMahjong Ways 2 sebagai Ikon Game OrientalIndustri Kasino Online dan Transformasi DigitalMobile Gaming dan Mahjong WaysReel Dinamis Mahjong Ways 2Animasi Gates of OlympusCascade Mahjong WaysVisual Starlight PrincessMultiplier Real Time Sweet Bonanza
Fase Multiplier dan Tempo SpinPerubahan Mahjong Ways 2Pola Scatter Mahjong Ways 2Lima Game PopulerAnalisis 1.000 Putaran Mahjong WaysTempo Spin Mahjong WaysTampilan Modern Mahjong Ways 2Mahjong Ways 1 vs Mahjong Ways 2Popularitas Mahjong WaysIndustri Gaming Asia dan Mahjong WaysBudaya Klasik dan Teknologi Mahjong WaysKomunitas Mobile Mahjong WaysVolatilitas dan RTP Game DigitalAI dan Sistem RTPAI untuk Transparansi PermainanTeknologi PG Soft dan Gaming MobileAnalisis Data Visual Permainan DigitalEvolusi Gates of OlympusMultiplier Gates of OlympusInterval Putaran Gates of OlympusPopularitas Sweet BonanzaVisual Sweet BonanzaTreasures of AztecTren Game Mobile 2026Perubahan Cara Menikmati Game OnlineKomunitas Gaming AsiaMasa Depan Gaming DigitalMemulihkan Kepercayaan Diri setelah KekalahanMenjaga Fokus dan Mengendalikan EmosiRitme Santai Sweet BonanzaSlow Spin Gates of OlympusAnggaran Bermain Gates of OlympusDurasi Sesi Starlight PrincessAnggaran Sesi Mahjong WaysStatistik Pola Kartu BaccaratPeluang Permainan MejaAturan Perjudian DaringKomunitas Pemain Kartu Daring IndonesiaPerubahan Kebiasaan Mengisi Waktu LuangEvolusi Roda Roulette