Aksi baku tembak antara komplotan maling motor dan chief security anggota Brimob di Bundaran 3 Citra Raya, Tangerang, viral usai terekam kamera warga.
Video tersebut memperlihatkan seorang pria berkemeja putih melepaskan tembakan ke arah dua pengendara motor yang diduga pelaku pencurian kendaraan bermotor. Di sisi lain, salah satu pelaku juga terlihat mengarahkan benda yang diduga senjata api sebelum akhirnya melarikan diri. Hingga kini, polisi masih memburu kedua pelaku sambil mengumpulkan berbagai bukti dari lokasi kejadian.
Aksi Pengejaran Berawal dari Laporan Motor Hilang
Kapolresta Metro Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menjelaskan bahwa insiden itu bermula ketika petugas keamanan menerima laporan mengenai dugaan pencurian sepeda motor di kawasan tersebut.
Salah seorang anggota keamanan kemudian menemukan kendaraan yang memiliki ciri-ciri sama seperti motor yang dilaporkan hilang. Informasi itu langsung diteruskan kepada chief security yang saat itu sedang bertugas mengamankan kawasan.
Tanpa menunggu lama, petugas segera mengikuti kendaraan tersebut dengan harapan dapat menghentikan para pelaku sebelum mereka berhasil melarikan diri lebih jauh.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pelaku Melawan dan Melepaskan Tembakan
Saat chief security berusaha menghentikan laju sepeda motor, kedua pelaku justru memberikan perlawanan. Salah seorang pelaku mengeluarkan benda yang diduga senjata api lalu melepaskan tembakan ke arah petugas.
Chief security yang juga merupakan anggota Brimob langsung mengambil tindakan untuk melindungi diri. Ia kemudian membalas tembakan sebagai upaya melumpuhkan pelaku sekaligus mencegah mereka membahayakan warga di sekitar lokasi.
Situasi yang awalnya terlihat normal berubah menjadi sangat tegang. Suara tembakan membuat pengendara dan warga sekitar panik hingga memilih menjauh dari lokasi kejadian.
Baca Juga:Â Terbongkar! Sindikat Perdagangan Orang ke Libya Digulung Polda Metro, 2 Tersangka Ditangkap
Video Baku Tembak Viral di Media Sosial
Peristiwa tersebut terekam kamera salah seorang pengemudi mobil yang berada tidak jauh dari lokasi. Rekaman itu memperlihatkan detik-detik ketika kedua pihak saling melepaskan tembakan di tengah jalan.
Video tersebut kemudian beredar luas di berbagai platform media sosial. Banyak warganet mengaku terkejut karena aksi baku tembak terjadi di kawasan yang cukup ramai dan sering dilalui masyarakat.
Meski berlangsung dalam waktu singkat, rekaman itu memperlihatkan betapa berbahayanya situasi yang dihadapi petugas saat berusaha menghentikan pelaku pencurian kendaraan bermotor.
Pelaku Berhasil Kabur, Polisi Terus Memburu
Setelah baku tembak berlangsung, kedua pelaku memanfaatkan situasi untuk melarikan diri menggunakan sepeda motor. Upaya chief security melumpuhkan mereka belum membuahkan hasil.
Polresta Metro Tangerang langsung bergerak melakukan penyelidikan. Tim kepolisian mengolah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta menyisir rekaman kamera pengawas yang berada di sekitar Bundaran 3 Citra Raya.
Polisi berharap rekaman CCTV dapat membantu mengungkap identitas kedua pelaku sekaligus memetakan arah pelarian mereka setelah meninggalkan lokasi.
Penyelidikan Terus Berjalan Demi Mengungkap Pelaku
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus mengejar kedua terduga pelaku. Tim penyidik juga mengumpulkan berbagai keterangan dari saksi yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera melapor apabila memiliki informasi yang berkaitan dengan identitas maupun keberadaan pelaku. Informasi dari masyarakat dinilai dapat mempercepat proses pengungkapan kasus.
Insiden baku tembak ini menjadi pengingat bahwa pelaku kejahatan kendaraan bermotor dapat melakukan tindakan berbahaya ketika menghadapi petugas. Karena itu, polisi mengajak masyarakat untuk tidak bertindak sendiri saat menemukan dugaan tindak kriminal dan segera menghubungi aparat berwenang agar penanganan berlangsung dengan aman.