Kasus mutilasi Kunaefi di Pancoran Mas, Depok mulai terungkap setelah Saepul alias Saepullah mengungkap pengakuan mengejutkan terkait motif aksi tersebut.
Pria yang sehari-hari berjualan pisang cokelat (piscok) di sekitar Stasiun Pondok Cina itu mengaku peristiwa bermula dari cekcok di sebuah kontrakan kawasan Cipayung, Depok. Saepul menyebut awalnya hanya mengajak korban datang untuk berbincang karena dirinya sedang sendirian. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kriminal Hari Ini.
Saepul Ungkap Awal Pertemuan yang Berujung Maut
Dalam pemeriksaan polisi, Saepul mengatakan dirinya tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap Kunaefi. Ia mengaku hanya membutuhkan teman untuk berbicara karena rekan kontrakannya sudah tidak lagi tinggal di lokasi tersebut.
“Karena tadinya kan dia main ke rumah, terus saya cuma butuh teman buat ngobrol aja. Karena emang teman kontrakanku enggak ada juga,” ujar Saepul saat menjalani pemeriksaan.
Namun, suasana berubah ketika keduanya terlibat perselisihan. Saepul mengklaim terjadi tindakan yang membuat dirinya merasa tidak nyaman hingga akhirnya terjadi pertengkaran fisik.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Cekcok Berujung Aksi Kekerasan di Dalam Kontrakan
Menurut pengakuan Saepul, keributan bermula ketika korban diduga menyentuh tubuhnya tanpa izin. Ia mengaku langsung melakukan perlawanan karena merasa terganggu dengan tindakan tersebut.
Saepul menyebut dirinya sempat berusaha melawan ketika terjadi adu mulut. Situasi kemudian semakin memanas hingga keduanya saling mendorong di dalam kontrakan dua lantai tersebut.
Ia mengatakan dorongan tersebut membuat keduanya terjatuh. Setelah kejadian itu, Saepul mengambil pisau dari dapur dan melakukan penusukan terhadap korban.
“Saya turun ke bawah, terus terlanjur didorong ke bawah saya ke bawah ambil pisau. Terus saya tusuk,” kata Saepul dalam pemeriksaan.
Baca Juga:Â Geger! Polda Metro Ungkap Kasus Provokasi-Hoaks di Medsos, 28 Pegiat Diperiksa dan 9 Jadi Tersangka
Pelaku Akui Mutilasi Korban untuk Memindahkan Jenazah
Setelah korban meninggal dunia, Saepul mengaku melakukan mutilasi terhadap tubuh Kunaefi. Ia menyebut tindakan tersebut dilakukan karena merasa kesulitan membawa jasad korban keluar dari lokasi kejadian.
Menurut pengakuannya, kawasan sekitar kontrakan cukup ramai sehingga ia berusaha mencari cara agar tidak menarik perhatian warga. Kondisi tersebut membuatnya memilih memotong bagian tubuh korban sebelum memindahkannya.
“Karena susah bawanya, di situ kan ramai orang dan perumahan juga,” ungkap Saepul.
Kasus ini kemudian menjadi perhatian karena pelaku dan korban sebelumnya diketahui hanya memiliki hubungan sebatas saling mengenal.
Polisi Temukan Lokasi Pembuangan Barang Bukti
Dalam proses pemeriksaan, Saepul juga memberikan informasi mengenai lokasi pembuangan sejumlah barang yang berkaitan dengan kasus tersebut. Ia mengaku membuang potongan kaki korban di kawasan Jembatan Serong, Cipayung.
Sementara itu, pisau yang digunakan dalam aksi pembunuhan serta pakaian yang dikenakan saat kejadian dibuang di wilayah Pitara, Depok. Saepul bahkan menyatakan masih mengingat lokasi tersebut dan siap menunjukkan kepada penyidik.
Informasi dari pelaku menjadi bagian penting bagi polisi untuk melengkapi proses penyidikan dan mencari seluruh barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Hubungan Saepul dan Kunaefi Hanya Sebatas Kenal
Kepala Tim Khusus (Katimsus) 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono, menjelaskan hubungan antara Saepul dan Kunaefi hanya sebatas saling mengenal.
“Untuk hubungan antara pelaku dengan korban, itu hanya sebatas kenal sama kenal, tidak lebih,” ujar Breggy.
Polisi masih terus mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk memastikan motif sebenarnya dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi tersebut. Penyidik juga akan mencocokkan keterangan pelaku dengan hasil penyelidikan dan barang bukti yang ditemukan di lapangan.