Cekcok saat mengukur batas tanah di OKU berujung pembacokan, kakek berinisial TOM diduga menyerang dua sepupunya hingga mengalami luka.
Polisi langsung mengamankan TOM setelah kejadian. Petugas tidak menemukan perlawanan saat menangkap pria tersebut. Sementara itu, dua korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dalam insiden yang bermula dari persoalan kepemilikan tanah. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kriminal Hari Ini.
Cekcok Muncul Saat Pengukuran Batas Tanah
Kapolsek Semidang Aji Iptu Meyke Krisdian Hasri menjelaskan, persoalan bermula dari perselisihan mengenai batas tanah antara korban dan tetangganya. Tanah yang menjadi sumber masalah ternyata berkaitan dengan lahan milik TOM.
Tetangga korban kemudian meminta TOM ikut dalam pengukuran ulang untuk memastikan batas tanah. Proses tersebut melibatkan perangkat desa sehingga semua pihak sempat mengikuti pengukuran bersama.
Awalnya, kegiatan berjalan tanpa persoalan. Pengukuran selesai dan situasi masih terkendali. Namun, masalah kembali muncul ketika TOM hendak meninggalkan lokasi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ucapan soal Tanah Bikin Suasana Memanas
Menurut keterangan polisi, AP kemudian menyampaikan keberatan kepada TOM. Ia menuding TOM telah menggeser batas tanah miliknya di bagian belakang rumah. Area tersebut juga telah ditanami pohon kopi.
Pernyataan itu membuat situasi berubah tegang. Perdebatan kemudian berkembang menjadi pertengkaran. Kedua pihak yang masih memiliki hubungan keluarga itu akhirnya terlibat dalam keributan.
Polisi menduga emosi yang semakin tinggi membuat kedua pihak kehilangan kendali. Persoalan yang awalnya hanya berkaitan dengan garis batas tanah akhirnya berujung pada aksi saling menyerang.
Baca Juga:Â Begal Sadis Beraksi! Motor Dirampas, Paha Pria di Deli Serdang Ditusuk
Kakek Bacok AP Dua Kali
Keributan semakin memanas ketika AP hendak memukul TOM menggunakan linggis. TOM menghindari serangan tersebut. Setelah itu, ia mengambil senjata tajam dan membacok AP.
Polisi mencatat AP terkena dua sabetan. Bacokan mengenai bagian wajah dan punggung korban. Serangan tersebut membuat situasi semakin kacau dan memicu korban lain ikut bereaksi.
PW yang melihat AP terluka kemudian berusaha menyerang TOM menggunakan batu. Namun, sebelum PW berhasil melakukan aksinya, TOM lebih dulu membacoknya.
PW Ikut Jadi Korban Pembacokan
PW mengalami luka akibat satu bacokan yang mengenai bagian punggung. Polisi kemudian bergerak mengamankan TOM setelah kejadian tersebut.
Kapolsek Semidang Aji mengatakan petugas menangkap TOM tanpa perlawanan. Polisi selanjutnya menangani perkara tersebut untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lebih lengkap, termasuk pemicu pertengkaran dan tindakan masing-masing pihak.
Kasus ini juga menunjukkan bagaimana persoalan batas tanah dapat berkembang menjadi konflik serius ketika tidak menemukan penyelesaian. Apalagi, pihak yang terlibat masih memiliki hubungan keluarga.
Persoalan Tanah Berujung Proses Hukum
Polisi kini menangani kasus tersebut sebagai perkara pidana. Penyidik akan mendalami keterangan korban, saksi, serta bukti yang berkaitan dengan kejadian pembacokan.
Perselisihan mengenai batas tanah sendiri bermula dari persoalan antara korban dan tetangganya. Pengukuran ulang bahkan sudah melibatkan perangkat desa. Namun, perbedaan pendapat setelah pengukuran membuat masalah kembali memanas.
Kasus TOM menjadi pengingat bahwa sengketa lahan membutuhkan penyelesaian secara hati-hati. Perbedaan soal batas pekarangan seharusnya dapat dibicarakan melalui jalur kekeluargaan atau melibatkan pihak berwenang, bukan berakhir dengan kekerasan.
Polisi masih melanjutkan proses hukum terhadap TOM. Sementara itu, kondisi dua korban menjadi bagian dari penyelidikan untuk melengkapi rangkaian perkara yang bermula dari cekcok saat pengukuran batas tanah tersebut.